Contoh analisis fundamental saham (BBCA vs BBRI)

Berikut contoh fundamental analisis saham antara saham bank BCA ( BBCA ) versus  saham bank BRI ( BBRI ) menggunakan metode CAN SLIM. Pada contoh fundamental analysis saham ini, kita memerlukan data laporan keuangan dari masing-masing perusahaan.

 Contoh fundamental analisis saham (BBCA vs BBRI)

Analisa CAN SLIM huruf C&A 

Current quarter earning & Annual earning increase.
Laba di kuartal terakhir  & laba tahunan yang meningkat.

Laba yang dimaksud bukanlah laba bersih tetapi adalah laba per lembar saham (earning per share – EPS).  Berikut ringkasan laporan keuangan bank BCA dan BRI dalam 6 tahun terakhir (2007-2012).

[tabby title=”EPS”]

1. EPS : earning per share (laba per lembar saham) – fundamental analisis saham

Dalam analisa fundamental saham, EPS merupakan faktor utama yang harus dilihat. Kita menggunakan EPS yang terdilusi untuk menghilangkan bias oleh aktifitas yang mengakibatkan jumlah saham beredar meningkat (seperti stock split, right issue, ESOP dan lainnya).

EPS (diluted) 2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
  BBCA 182 234 279 348 444 339 452
BBRI 196 243 298 467 623 549 732
Peningkatan EPS
  BBCA   29% 19% 25% 28% 2%
BBRI   24% 23% 56% 34% 17%

A= Annualize (disetahunkan) ; Q3=3rd quater (hingga kuartal ke 3) Catatan:

  • BBCA stock split tanggal 28 Januari 2008 dengan rasion 1:2.  Konsekwensinya, EPS ditahun 2007 harus dibagi 2 (terdilusi) sehingga EPS BCA tahun 2007 yang sebelumnya 364 menjadi 182.
  • BBRI stock split tanggal 11 Januari 2011 dengan rasio 1:2.  Konsekwensinya, EPS ditahun 2010 dan tahun sebelumnya harus dibagi 2 (terdilusi) sehingga EPS tahun 2009 yang sebelumnya 596 menjadi 298.  Begitu juga eps tahun sebelumnya (2008 & 2007).
  • EPS diatas dalam rupiah dan sudah dibulatkan ke desimal terdekat

Dalam 6 tahun terakhir secara nilai rupiah bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.   Dari segi peningkatan EPS, bank BRI juga mengalahkan bank BCA (kecuali di tahun 2008 BBRI sedikit lebih rendah dibanding BBCA).  Dalam kontek EPS, bank BRI mangalahkan bank BCA.

[tabby title=”Penjualan”]

2. Pendapatan (penjualan) – Contoh Fundamental Analisis Saham

Selanjutnya dalam analisa fundamental saham, Pendapatan adalah faktor kedua yang harus diperhatikan. Kita ingin mengetahui apakah laba yang diperoleh merupakan hasil dari penjualan ( produk dan atau jasa ) perusahaan. Bisa saja pendapatan diperoleh dari hasil penjualan aset perusahaan.

Berikut ringkasan pendapatan bunga bank BCA dan bank BRI (dalam trilyun rupiah)

Pendapatan 2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
  BBCA 16,3 19,3 22,9 20,7 24,1 19,9 26,5
BBRI 23,2 28,1 35,3 44,6 48,2 40,7 54,3
Peningkatan pendapatan
  BBCA   18% 19% -10% 16% 10%
BBRI   21% 26% 26% 8% 13%

Secara rupiah, pendapatan bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.  Dari segi peningkatan pendapatan dari tahun ke tahun, bank BRI juga hampir selalu mengalahkan bank BCA.    Pendapatan bank BRI selalu meningkat, tidak pernah turun. Pendapatan bank BCA sempat turun di tahun 2010. Dalam hal pendapatan, bank BRI juga mengalahkan bank BCA.

[tabby title=”Laba Operasi”]

3. Laba operasi – Contoh Fundamental Analisis Saham

Lalu dalam fundamental analisis saham juga kita perhatikan laba operasi.  saham Berikut ringkasan laba operasi bank BCA dan bank BRI (dalam trilyun rupiah)

Laba operasi 2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
  BBCA 6,3 7,7 8,5 10,4 13,3 10,0 13,3
BBRI 7,6 8,3 8,6 14,4 17,6 15,6 20,8
Peningkatan laba operasi
  BBCA   21% 11% 22% 28% 0%
BBRI   10% 3% 68% 22% 18%

Dari segi nilai rupiah, laba operasi bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.  Pendapat kedua bank selalu meningkat dari tahun ke tahun, kecuali ditahun 2012 bank BCA menunjukkan laba operasi yang stagnan.  Dalam hal laba operasi bank BRI juga mengalahkan bank BCA.

[tabby title=”ROE”]

4. ROE – Return On Equity  (laba dibandingkan modal) – fundamental analisis saham

Dalam analisa fundamental saham, ROE sama penting nya dengan EPS. Kita harus tahu apakah laba yang diperoleh cukup signifikan dibanding modal perusahaan. Perusahaan bermodal 10 juta yang menghasilkan laba bersih 20 juta setahun memiliki ROE 200% (dua ratus persen). Sedangkan perusahaan (misal bank kecil ) bermodal 5 trilyun cuma memperoleh laba 50 milyar dalam setahun berarti hanya memiliki ROE 1 % (satu persen).

ROE didapat dengan membagi laba bersih dengan equity (ekuitas) atau modal.  Berikut ringkasannya (laba bersih dan equity dalam trilyun rupiah).

  2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
BBCA
  Laba bersih 4,5 5,8 6,8 8,5 10,8 8,2 10,9
Equity 20,4 23,3 27,9 34,1 42,0 49,2 49,2
ROE 22% 25% 24% 25% 26% 22%
BBRI
  Laba bersih        4,8        6,0        7,3     11,5     15,3     3,5    18,0
Equity     19,4     22,4     27,3     36,7     49,8     9,6     9,6
ROE 25% 27% 27% 31% 31% 30%

Kedua bank memiliki ROE yang bagus, berhasil membukukan laba bersih dengan ROE diatas 20%.  Tapi, tetap saja bank BRI memiliki pencapaian yang lebih baik dari bank BCA.  Bank BRI masih mengalahkan bank BCA dari segi ROE.

[tabby title=”DER”]

5. DER – Dept to Equity Ratio (rasio hutang terhadap modal) – fundamental analisis saham

Yang juga tidak boleh dilupakan dalam analisa fundamental saham adalah kondisi hutang perusahaan. Perusahaan yang terlalu banyak hutang akan mengeluarkan terlalu banyak biaya bunga. Ini membawa kondisi perusahaan keambang kebangkrutan.

Dalam industri bank, tabungan nasabah merupakan hutang bagi bank. Makin besar hutangnya mengindikasikan makin banyak simpanan nasabah di bank tersebut. Berikut ringkasannya (hutang dan equity dalam trilyun rupiah)

  2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3
BBCA
  Hutang 197,6 222,6 254,5 290,3 339,2 377,0
Equity 20,4 23,3 27,9 34,1 42,0 49,2
DER 9,66 9,56 9,14 8,51 8,07 7,66
BBRI
  Hutang   184,3   223,7   289,7   367,6   420,1   409,4
Equity     19,4     22,4     27,3     36,7     49,8     59,6
DER     9,48   10,01   10,63   10,02     8,43     6,87

Jumlah hutang bank BRI mulai lebih tinggi dari bank BCA sejak tahun 2008.   Ini mengindikasikan dana kelolaan nasabah di bank BRI makin banyak dibandingkan bank BCA.  Dalam konteks ini (pengelolaan dana nasabah) bank BRI mulai mengalahkan bank BCA.

[tabbyending]

Secara keseluruhan fundamental analisis saham ( berdasarkan analisa huruf C & A dalam CAN SLIM ), kinerja bank BCA versus bank BRI dimenangkan oleh bank BRI. Fundamental analisis saham BCA vs BRI selengkapnya bisa dilihat di BBCA vs BBRI.

Contoh fundamental analysis saham lainnya dapat dilihat dihalaman Analisis Saham.

BRI vs BCA (analisis saham medote CAN SLIM)

Analisis saham BRI vs BCA menggunakan medote CAN SLIM. Baik bank BCA (kode saham BBCA) maupun  bank BRI (kode saham BBRI), keduanya merupakan saham blue chip. Kapitalisasi sama-sama besar. Likuiditas sama-sama tinggi.

BCA sang borjuis.  BRI sang petani.

Ungkapan diatas adalah gambaran yang ada di kepala saya di awal tahun 90-an. Zaman masih awal kuliah.

Saat melintasi kantor bank BCA, kesan yang tertangkap adalah sangat borjuis.   Penuh dengan orang-orang yang datang berjas, berdasi, pake mobil mewah.  Wah, inilah bank para high class.  Bank BCA dikala itu begitu sukses dengan fasilitas ATM-nya yang tersebar dihampir semua kota besar di Indonesia.  Saya yang bokek ( maklum, mahasiswa kan bokek 😀 ), minder mau buka rekening di bank BCA.

Disisi lain, kantor bank BRI terlihat kusam di kecamatan, dimasuki oleh orang-orang dengan pakaian sederhana. Kesan yang tertangkap adalah bank nya orang kelas bawah, para petani, para pedagang pasar. Bicara tentang ATM, boro-boro gampang mencari ATM BRI.

Well, walhasil kala itu  saya tidak membuka rekening disalah satu dari kedua bank tersebut 😀

Sekarang 2012, lebih dari 20 tahun kemudian, bagaimanakah kedua bank ini? Sebagai investor individual, anda tidak perlu terlalu jauh masuk kedalam perusahaan untuk melihat track recordnya.  Dengan membedah laporan keuangan yang dipublikasikan di website BEI, kita akan menganalisa memakai indikator utama saja.  Dan yang paling cerdik adalah menggunakan analisa CAN SLIM.

Analisa CAN SLIM saham BRI vs BCA

[tabby title=”CA”]

1. Huruf C&A – BRI vs BCA

Current quarter Earning & Annual earning increase

Laba di kuartal terakhir  & laba tahunan yang meningkat

Laba yang dimaksud bukanlah laba bersih tetapi adalah laba per lembar saham ( earning per share – EPS ).  Berikut ringkasan dari EPS bank BCA dan BRI dalam 6 tahun terakhir.

1.1 EPS

Earning Per Share

laba per lembar saham

Kita menggunakan EPS yang terdilusi untuk menghilangkan bias oleh aktifitas yang mengakibatkan jumlah saham beredar meningkat ( seperti stock split, right issue, ESOP dan lainnya ).

EPS (diluted) 2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
  BBCA 182 234 279 348 444 339 452
BBRI 196 243 298 467 623 549 732
Peningkatan EPS
  BBCA   29% 19% 25% 28% 2%
BBRI   24% 23% 56% 34% 17%

A= Annualize ( disetahunkan ) ; Q3=3rd quater ( hingga kuartal ke 3 )

Catatan:

  • BBCA stock split tanggal 28 Januari 2008 dengan rasion 1:2.  Konsekwensinya, EPS ditahun 2007 harus dibagi 2 ( terdilusi ) sehingga EPS BCA tahun 2007 yang sebelumnya 364 menjadi 182.
  • BBRI stock split tanggal 11 Januari 2011 dengan rasio 1:2.  Konsekwensinya, EPS ditahun 2010 dan tahun sebelumnya harus dibagi 2 ( terdilusi ) sehingga EPS tahun 2009 yang sebelumnya 596 menjadi 298.  Begitu juga eps tahun sebelumnya ( 2008 & 2007 ).
  • EPS diatas dalam rupiah dan sudah dibulatkan ke desimal terdekat

Dalam 6 tahun terakhir secara nilai rupiah EPS bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.   Dari segi peningkatan EPS, bank BRI juga mengalahkan bank BCA ( kecuali di tahun 2008 BBRI sedikit lebih rendah dibanding BBCA ).  Dalam kontek EPS, bank BRI mangalahkan bank BCA.

1.2 Pendapatan

Berikut ringkasan pendapatan bunga bank BRI vs BCA ( dalam trilyun rupiah )

Pendapatan 2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
  BBCA 16,3 19,3 22,9 20,7 24,1 19,9 26,5
BBRI 23,2 28,1 35,3 44,6 48,2 40,7 54,3
Peningkatan pendapatan
  BBCA  – 18% 19% -10% 16% 10%
BBRI  – 21% 26% 26% 8% 13%

Secara rupiah, pendapatan bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.  Dari segi peningkatan pendapatan dari tahun ke tahun, bank BRI juga hampir selalu mengalahkan bank BCA.    Pendapatan bank BRI selalu meningkat, tidak pernah turun. Pendapatan bank BCA sempat turun di tahun 2010. Dalam hal pendapatan, bank BRI juga mengalahkan bank BCA.

1.3 Laba operasi

Berikut ringkasan laba operasi bank BRI vs BCA ( dalam trilyun rupiah )

Laba operasi 2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
  BBCA 6,3 7,7 8,5 10,4 13,3 10,0 13,3
BBRI 7,6 8,3 8,6 14,4 17,6 15,6 20,8
Peningkatan laba operasi
  BBCA  – 21% 11% 22% 28% 0%
BBRI  – 10% 3% 68% 22% 18%

Dari segi nilai rupiah, laba operasi bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.  Pendapat kedua bank selalu meningkat dari tahun ke tahun, kecuali ditahun 2012 bank BCA menunjukkan laba operasi yang stagnan.  Dalam hal laba operasi bank BRI juga mengalahkan bank BCA.

1.4 ROE

Return On Equity  

laba dibandingkan modal

ROE didapat dengan membagi laba bersih dengan equity ( ekuitas ) atau modal.  Berikut ringkasan ROE bank BRI vs BCA ( laba bersih dan equity dalam trilyun rupiah ).

  2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3 A
BBCA
  Laba bersih 4,5 5,8 6,8 8,5 10,8 8,2 10,9
Equity 20,4 23,3 27,9 34,1 42,0 49,2 49,2
ROE 22% 25% 24% 25% 26% 22%
BBRI
  Laba bersih  4,8 6,0 7,3 11,5 15,3 3,5 18,0
Equity 19,4 22,4 27,3 36,7 49,8 9,6 9,6
ROE 25% 27% 27% 31% 31% 30%

Kedua bank memiliki ROE yang bagus, berhasil membukukan laba bersih dengan ROE diatas 20%.  Tapi, tetap saja bank BRI memiliki pencapaian yang lebih baik dari bank BCA.  Bank BRI masih mengalahkan bank BCA dari segi ROE.

1.5 DER

Dept to Equity Ratio

rasio hutang terhadap modal

Dalam industri bank, tabungan nasabah merupakan hutang bagi bank. Makin besar hutangnya mengindikasikan makin banyak simpanan nasabah di bank tersebut. Berikut ringkasan DER bank BRI vs BCA ( hutang dan equity dalam trilyun rupiah )

  2007 2008 2009 2010 2011 2012
A A A A A Q3
BBCA
  Hutang 197,6 222,6 254,5 290,3 339,2 377,0
Equity 20,4 23,3 27,9 34,1 42,0 49,2
DER 9,66 9,56 9,14 8,51 8,07 7,66
BBRI
  Hutang   184,3   223,7   289,7   367,6   420,1   409,4
Equity     19,4     22,4     27,3     36,7     49,8     59,6
DER     9,48   10,01   10,63   10,02     8,43     6,87

Jumlah hutang bank BRI mulai lebih tinggi dari bank BCA sejak tahun 2008.   Ini mengindikasikan dana kelolaan nasabah di bank BRI makin banyak dibandingkan bank BCA.  Dalam konteks ini ( pengelolaan dana nasabah ) bank BRI mulai mengalahkan bank BCA.

Secara keseluruhan, analisa huruf C & A dalam CAN SLIM terhadap bank BCA dan bank BRI dimenangkan oleh bank BRI.

[tabby title=”N”]

2. Huruf N – BRI vs BCA

New management, New product, New high

Manajemen baru, produk baru, harga saham tertinggi baru

Harga saham bank BRI baru saja mencapai harga tertinggi baru ( new high ) di 7.850 pada tanggal 18 Oktober 2012.  Saham bank BCA masih mencoba mendekati harga tertinggi yang pernah terjadi yaitu 8.700 pada tanggal 4 Agustus 2011 ( lebih dari setahun yang lalu ).  Kemaren ( 7 Nopember 2012 ) harga saham BCA baru mampu ke 8.550. Masih dibawah harga tertinggi yang dicapai lebih dari setahun yang lalu.

Bank BCA melakukan perubahan di top management dengan mengganti direktur utama pada 12 Mei 2011. Pergantian direksi di bank BRI terjadi pada Mei 2011. Pada tahun 2013  kemungkinan juga akan terjadi pergantian di jajaran top manajemen BRI. Setiap pergantian top manajemen tentu dengan harapan bahwa manajemen baru akan terus meningkatkan perusahaan yang dipimpinnya. Bagaimana hasilnya, tertuang di laporan keuangan.

Dari segi produk perbankan, mungkin yang ditawarkan bank BCA juga ditawarkan oleh BRI. Kedua bank hampir memiliki jenis produk perbankan yang sama. Tinggal sekarang, bank yang manakah yang mampu menawarkan produknya secara inovatif sehingga menarik semakin banyak nasabah?.   Entahlah…Mari kita sama-sama gooling untuk mencari tahu 😀

[tabby title=”S”]

3. Huruf S – BRI vs BCA

Supply and demand

Permintaan dan penawaran

Kedua bank memiliki likuiditas yang tinggi di bursa.  Baru-baru ini setelah mencapai harga tertinggi baru, bank BRI sempat turun dengan volume banyak ( over supply ) diiringi dengan sedikit rumor.  Kalau secara teknikal, yang terjadi hanya tren turun akibat sentimen bursa yang meyakini harga terkoreksi ke MA 200 ( moving average 200 ).  Dan harga terendah bank BRI di 7.000 sudah mendekati MA 200.

Untuk mengetahui supply and demand dari saham kedua bank, mau tidak mau harus selalu mencermati aksi pasar melalui grafik harga saham harian.

[tabby title=”L”]

4. Huruf L – BRI vs BCA

Leader or Laggard

Pemimpin atau pecundang

Dalam 5 tahun terakhir bisa dikatakan bank BCA dan bank BRI masuk dalam top 3 pemimpin pasar (bersama dengan bank mandiri).  Ini tercermin dari likuiditas di bursa, kapitalisasi dan prosentase saham yang beredar di publik.

[tabby title=”I”]

5. Huruf I – BRI vs BCA

Institutional sponsorship

Institusi sponsor

Institusi mana saja yang berinvestasi di bank BCA dan bank BRI ?.   Saya masih kesulitan mendapatkan datanya 😀

[tabby title=”M”]

6. Huruf M – BRI vs BCA

Market direction

Arah pasar

Bursa Efek Indonesa masih mencoba bertahan dengan tren naiknya, meskipun regional (terutama dow jones) menunjukkan gejala pelemahan.

Individual tren dari saham bank BCA dan bank BRI dapat dicermati dari grafik harga saham berikut:

Grafik harga saham bank BCA 2012
Grafik harga saham bank BRI 2012

Pada kedua grafik, terlihat bahwa fluktuasi saham bank sangat rentan dengan isu-isu finansial. Perubahan suku bunga, kebijakan bank sentral Amerika (FED) kebijakan Bank Indonesia.

Bagi trader, bermain di kedua bank cukup aman, karena historisnya masih mampu mencapai harga tertingginya (jika nyangkut, anda tahan masih mampu balik).  Bagi investor yang bermain long, pilihan yang lebih baik (berdasarkan fakta kinerja keuangan diatas) adalah bank BRI.

[tabbyending]

Tinjauan terakhir

Dari analisa CAN SLIM diatas dan dengan melihat ke laporan keuangan 2012 kuartal ketiga, bank BRI masuk kategori saham CAN SLIM, sedangkan bank BCA sudah kurang memenuhi kriteria saham CAN SLIM.  Akankah di laporan keuangan akhir tahun 2012 bank BCA akan recovery dan kembali mencetak rekor pertumbuhan laba yang signifikan? Kita tunggu saja

Bicara masalah ekspektasi, outlook dan lain-lainnya yang bersifat masa depan (belum terjadi), bisa dibumbui dengan opini dan kepentingan.   Kinerja yang terlihat di laporan keuangan adalah fakta.

Mana pilihan anda?  Saya pilih saham BBRI aja lah 😀

Lihat juga :

Download laporan keuangan BRI

Download laporan keuangan BCA

Analisis CAN SLIM saham JSMR (Jasa Marga tbk)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk merupakan pemain utama dalam hal konstruksi jalan tol di Indonesia.

Analisa CAN SLIM saham JSMR

Huruf C & A : Current quarter earning & Annual earning increase

Laba kuartal terakhir, laba tahunan meningkat

Berikut ringkasan kinerja keuangan Jasa Marga Tbk

  2009   (A) 2010   (A) 2011   (A) 2012 (Q3)
1. Peningkatan        
  a. EPS (Earning Per Shares) +41% +20% +12% +38%
  b. Penjualan (pendapatan) +10% +19% +13% +38%
  c. Laba operasi (laba usaha) +10% +31% +15% +30%
2. ROE (Return On Equity) 14% 15% 14% 18%
3. DER (Dept to Equity Ratio) 1,25 1,45 1,32 1,13

Catatan: ROE 2012 sudah disetahunkan (annualize).  A=Annualize ; Q3 = 3rd quarter

Huruf C : Current quarter earning

Laba kuartal terakhir

Laporan keuangan sekarang (terakhir) yang baru saja dilaporkan adalah kuartal 3 tahun 2012. EPS meningkat 38% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011. Penjualan juga meningkat 38%. Laba usaha meningkat 30%.  Dari sini dapat disimpulkan bahwa laba secara dominan diperoleh dari hasil operasi perusahaan (perbedaan peningkatan laba usaha dengan peningkatan EPS tidak terlalu jauh).

Dibandingkan dengan modal (equity), laba yang diperoleh cukup tinggi dimana ROE mencapai 18%. Namun ini masih dibawah nilai patokan yang dipakai Saham OK (Saham OK mematok ROE minimal 25%).  Namun ROE ini masih jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan suku bunga bank maupun return dari obligasi.

Rasio hutang terhadap modal (Dept to Equity Ratio) sebesar 1,13 kali dari modal yang dimiliki.  Rasio hutang ini termasuk besar.  Sebagai pembanding, Unilever (UNVR) memiliki DER dibawah 0,5 kali.  Tapi saya belum pernah tahu bahwa Jasa Marga pernah wanprestasi dalam membayar hutang.  Jadi kita bisa simpulkan bahwa meskipun DER Jasa Marga cukup tinggi, namun masuk kategori lancar alias Jasa Marga sanggup membayar hutang-hutangnya.

Huruf A : Annual earning increase

Laba tahunan meningkat

Dari indikator EPS, pendapatan dan laba operasi, Jasa Marga selalu berhasil menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Perusahaan yang berkembang yang memiliki pasar berkesinambungan pasti EPS, pendapatan dan laba operasinya selalu naik.

Huruf N : New management, new product, new high

Manajemen baru, produk baru, harga saham tertinggi baru

Harga saham Jasa Marga baru saja mencapai harga tertingginya diharga 6000 pada tanggal 27 Agustus 2012.

Manajemen puncak Jasa Marga baru saja diganti di akhir Januari 2012.  Penggantian manajemen ini tentu tidak lain bertujuan untuk semakin meningkatkan kinerja perusahaan Jasa Marga.

Produk baru yang diharapkan dari Jasa Marga tentunya terbangunnya beberapa ruas jalan tol baru.  Ditahun-tahun mendatang ada beberapa ruas jalan tol yang akan digarap oleh Jasa Marga , diantaranya :

(anda bisa cari sendiri berita-berita tentang jalan tol baru yang akan digarap Jasa Marga melalui Googling)

Huruf S : Supply and demand

Permintaan dan penawaran

Sama halnya dengan perdagangan di sektor ril, harga barang naik apabila permintaan jauh melebihi penawaran (persediaan barang). Harga saham pun dipengaruhi oleh hukum permintaan dan penawaran.  Cermati bila ada permintaan yang makin meningkat di saham JSMR.  Ini bisa diketahui dengan melihat volume transaksi harian melalui grafik.

Huruf L : Leader or laggard

Pemimpin atau pecundang

Jasa Marga berada satu sub sektor dengan Cipta Marga Nusaphala Persada (CMNP).  Jasa Marga adalah pemimpinnya (leader).

Huruf I : Institutional sponsorship

Institusi sponsor 

Institusi mana saja yang mengendalikan (berinvestasi) di saham Jasa Marga?. Salah satunya adalah PT Jamsostek (Persero) yang memiliki (berinvestasi) di saham JSMR sebesar 1,49%. Beberapa institusi lain tentunya bisa bank, perusahaan asuransi atau perusahaan investasi lainnya. Saya agak kesulitan untuk bisa mendapatkan informasi tentang institusi apa saja selain Jamsostek yang sedang memiliki saham JSMR.   Tetapi intinya adalah, saham akan bergerak naik apabila intitusi pengendali adalah yang bertipe longterm investment. Sehingga tidak akan terjadi penjualan besar-besaran dalam waktu singkat.  Dan Jamsostek adalah tipikal yang long term investment (gak mungkin lah Jamsostek berinvestasi di saham gorengan :D).

Huruf M : Market direction

Arah pasar

Bursa Indonesia memiliki tren yang sedang naik. Fluktuasi kecil-kecilan dari indeks menunjukkan tingkat gambling di bursa menurun.  Bursa terkeret naik oleh saham-saham yang memang memiliki kinerja bagus (setelah laporan keuangan kuartal 3 keluar).  Potensi koreksi tentu saja selalu ada. Dalam tren naik tentu ada saat turunnya.

Grafik IHSG per 30 Oktober 2012

 Dari grafik harga saham JSMR berikut, terlihat sebuah pola yang mendatar (lebih dikenal juga dengan istilah Flat Base Pattern).

Grafik harga saham JSMR : pola datar (flat base pattern)

Pola pergerakan harga mulai mendatar sejak 20 Juli 2012.  Tren mendatar sudah berlangsung selama lebih kurang 16 minggu. Pada perdagangan kemaren (30 Oktober 2012) saham JSMR mulai sedikit naik namun volume transaksi masih tipis (demand masih kecil). Dengan keluarnya laporan dari kuartal 3 yang cukup baik, memungkinkan saham JSMR kembali mampu breakout (menembus) harga resistennya di 6000.

Cermati perdagangan harga saham JSMR.  Jika saat diperdagangkan diharga resisten atau buy point yaitu 6000, dan jika volume perdagangan cukup ramai, boleh siap-siap untuk membeli.  Sebagaimana normalnya, saham-saham dengan fundamental bagus dan breakout dari sebuah pola grafik akan cendrung makin naik mencapai 20% (atau lebih) dalam beberapa minggu (kadang hanya dalam beberapa hari).

Anda berminat? Sama dooong…. 😀

 

 

Analisis Saham TMPI : penurunan abnormal

Analisis saham TMPI (Agis Tbk)

Saham TMPI (Agis Tbk) sempat mengalami kenaikkan selama hampir 4 bulan. Kenaikan dalam kurun waktu tersebut secara akumulasi  cukup besar. Mulai bergerak dari harga 151 perak (harga penutupan 7 Juni 2012).  Hari Kamis (25 Oktober 2012) saham TMPI tersedak.  Terjungkal dengan pernurunan sehari sekitar 16,7%.  Dan yang membuat penurunan tersebut fenomenal adalah volume transaksinya yang besar disaat harga tururn tajam.

Situasi harga yang turun tajam dengan volume yang besar adalah suatu pertanda yang sangan buruk.  Ada yang tidak beres. Investor harus secepat mungkin melepas (dalam posisi rugi atau cut loss) saham TMPI.   Jika anda justru melakukan pembelian dikala harga anjlok drastis atau melakukan average down, anda akan mengalami kesulitan besar. Anda mengulangi kesalahan klasik yang dilakukan investor amatiran.

Dari gambar diatas, dapat dilihat penurunan tajam dengan volume besar ini.  Dan ini adalah situasi yang tidak normal.

Saham TMPI (Agis Tbk) 2007-2008

Ada baiknya kita melihat sejarah kembali ke tahun 2007.  Saham Agis kala itu berharga 190 perak (harga penutupan 30 November 2006).  Harga bergerak perlahan naik, tapi pasti. Tidak ada sesuatu yang sangat fundamental dari pertumbuhan kinerja perusahaan Agis Tbk. Namun rumor saat itu macam-macam.  .

Saham TMPI sempat di suspensi beberapa kali, dan otoritas bursa meminta klarifikasi kepada manajemen perusahaan untuk memberikan informasi kepada publik jika ada informasi yang fundamental yang wajib diinformasikan ke publik.  Manajemen perusahaan mengatakan tidak ada informasi yang disembunyikan tentang kinerja perusahaan.

Walhasil, dari beberapa kali suspensi harga saham TMPI terus melejit. Bahasa keren di bursa “gorengannya maut :D”.  Saya sempat main di saham Agis dari harga 200-san sampai 1.100 san (tik tok).  Maklum kala itu saya sering one day trade :D.  Agis terus melaju.

Dikala hari kejatuhan, teman saya sempat mengejar (hit) diharga 4.200 pada saat bursa baru buka. Namun harga bergerak cepat keatas hingga 4.650.  Untung kawan saya akhirnya mencabut antrian dan antri untuk saham lain.  Layar (running) hanya dipenuhi saham TMPI.  Dan, beberapa jam kemudian, bid pada hilang, baaaaannnnnng.  TMPI hari itu tersungkur di auto reject bawah (turun 33%).  Besok juga auto reject bawah (turun lagi 33% :D) dan seterusnya.

Sejarah saham TMPI ditahun 2007 juga membuat bangkrut sebuah sekuritas.

Di bursa saham berlaku : “panas setahun dihapus hujan sehari”

Analisa saham Bank Agro: Golden Cross

Analisa saham BANK AGRO

Sekilas PT Bank Agroniaga Tbk (BANK AGRO)

BANK AGRO pada mulanya didirikan atas pemahaman sepenuhnya dari Dana Pensiun Perkebunan (DAPENBUN) sebagai pengelola dana pensiun karyawan seluruh PT Perkebunan Nusantara, bahwa agrobisnis di Indonesia sangat potensial untuk dikembangkan. Maka pada saat pemerintah mengeluarkan kebijakan yang memberi kemudahan untuk membuka usaha bank pada tanggal 27 Oktober 1988, DAPENBUN mempergunakan kesempatan ini untuk mendirikan bank yang kegiatan usaha utamanya membantu pembiayaan di bidang agrobisnis.

BANK AGRO didirikan dengan maksud untuk menjalankan kegiatan usaha di bidang perbankan umum dalam arti yang seluas-luasnya secara profesional, serta berperan menunjang terwujudnya industri agrobisnis yang semakin tumbuh dan berkembang dalam sistem perekonomian nasional yang tangguh dalam era globalisasi di masa mendatang.

BANK AGRO yang didirikan dengan akte notaris Rd. Soekarsono, SH di Jakarta No. 27 tanggal 27 September 1989, kemudian memperoleh ijin usaha dari Menteri Keuangan tanggal 11 Desember 1989, mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 8 Februari 1990.

Terjadinya krisis keuangan Asia pada tahun 1997, menyeret Indonesia memasuki krisis multi-dimensional yang terburuk sepanjang sejarah. Namun BANK AGRO berhasil mempertahankan eksistensinya tanpa dukungan rekapitalisasi dari pemerintah. Keberhasilan ini disebabkan adanya penerapan pengelolaan perbankan yang senantiasa memegang teguh prinsip kehati-hatian, patuh dan taat pada landasan operasional, yang bersandar pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik, termasuk nilai-nilai utama yang dianut, serta memberdayakan sumber dana dan sumber daya guna pengembangan secara dinamis bagi keberhasilan usaha BANK AGRO.

Bank Agro mulai terjun ke lantai bursa dengan melakukan IPO (Initial Public Offering) pada tanggal 8 Agustus 2003.

Keberhasilan BANK AGRO juga tidak terlepas dari komitmen yang telah benar-benar ditunjukkan oleh Dana Pensiun Perkebunan (DAPENBUN) sebagai Pemegang Saham Pengendali, dengan terus ditingkatkannya permodalan BANK AGRO serta penyaluran dana yang terfokus dan selektif pada sektor agrobisnis, seperti kredit kepada PT Perkebunan Nusantara berikut kelompok usaha pendukungnya (rekanan dan kontraktor) maupun penyaluran dana untuk kesejahteraan para petani melalui KKPA dan KKP yang telah direkomendasi oleh PT Perkebunan Nusantara terkait.

Pada tanggal 4 Maret 2011, Bank Agro resmi diakuisisi oleh Bank BRI.

Analisa Fundamental

Dari laporan keuangan yang dipublikasikan di website Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat dirangkum beberapa indokator utama kinerja Bank Agro sebagai berikut:

  2010 2011 2012
Q2
Peningkatan      
  a. EPS 526% 125% 70%
  b. Pendapatan 3% 1% 22%
  c. Laba operasi 145% 62% 63%
ROE 5% 13% 11%
DER         9,97         9,01         7,73

Catatan : ROE 2012 sudah disetahunkan (annualized)

EPS

Dalam 3 tahun terakhir EPS selalu naik. Kenaikan EPS cukup baik, jauh diatas standar minimal 25% (versi SahamOK)

Pendapatan

Kenaikan pendapatan ditahun 2010 dan 2011 kurang meyakinkan. Namun hingga kuartal kedua tahun 2012, peningkatan pendapatan mulai signifikan dan berada diatas standar minimal 20% (versi SahamOK)

Laba Operasi

Kenaikkan laba operasi cukup seimbang dengan kenaikan EPS. Ini mencerminkan bahwa pendapatan secara dominan diperoleh dari usaha inti perusahaan.

ROE

ROE berada dibawah standar minimal 20% yang diharapkan (versi SahamOK).  Bahasa awamnya, prosentase keuntungan yang diperoleh sangat kecil bila dibandingkan dengan modal yang dimiliki.

DER

DER (Dept to Equity Ratio) atau rasio hutang terhadap modal sangat tinggi dan di tahun 2012 masih diatas 7 kali. DER yang baik harus nya kecil, tetapi karena ini adalah bank, maka semakin besar DER semakin baik karena itu mengindikasikan meningkatnya jumlah tabungan nasabah yang dikelola bank.

Secara keseluruhan Bank Agro memiliki kinerja yang tumbuh.

Likuwiditas di bursa

Awal oktober 2012 Bank Agro memiliki kapitalisasi pasar sebesar 430 milyar (lihat Kapitalisasi Pasar 2012). Dari laporan keuangan kuartal kedua tahun 2012 kepemilikan saham Bank Agro adalah :

  1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk :  79,78%
  2. Dana Pensiun Perkebunan : 14%
  3. Publik : 6,22%

Sehingga kapitalisasi yang ada di publik sekitar 26,7 milyar saja.  Jumlah yang kecil ini sangat rentan dengan manipulasi harga oleh pasar (istilah kerennya digoreng atau dikerjain bandar).  Namun karena ditopang oleh kinerja keuangan yang cukup baik, kenaikkan harga saham Bank Agro masih memungkinkan tanpa dimanipulasi pasar.

PER (Price Earning Ratio)

EPS pada laporan kuartal kedua 2012 tercatat sebesar Rp 5,6 (dilusi).  Bila disetahunkan (annualized) menjadi Rp 11,2.  Dengan harga penutupan tanggal 16 Oktober 2012 dimana AGRI ditutup diharga Rp 120, maka saham bank AGRO memilik PER sekitar 9,3 kali.

Analisa Teknikal

Secara umum dalam 3 tahun terakhir pergerakan harga saham Bank Agro masih dalam tren bearish (tren turun).  Namun ada tanda bahwa penurunan tidak lagi memcapai terendah baru.

Grafik harga saham Bank Agro 2010-2012

Tren harga mulai mengerucut (konvergen). Terlihat bahwa harga sudah berada diatas MA40 (moving average 40 hari).  Dalam waktu dekat, harga saham bank AGRO akan mecoba menebus resistennya di MA100.

Grafik tren harga saham Bank AGRO – Golden cross

Bila mampu menembus MA100 sehingga terbentuk golden cross, maka saham Bank AGRO mencoba mendekati resisten berikutnya disekitar harga 150.

Beli ga yaaaaa…..

 

Exit mobile version