Perlukah anda membeli saham?

Perlukah anda membeli saham? Sudah merupakan kebutuhan hidup bahwa seseorang mesti punya penghasilan. Ada yang mendapatkannya dengan bekerja secara formal di kantor-kantor. Ada yang mendapatkannya dengan membuat usaha pribadi. Ada yang mendapatkannya dengan bekerja sesuai profesinya (pengacara, dokter, guru, dll). Ada juga yang mampu mendapatkannya dari membangun usaha besar berupa perusahaan. Ada juga yang mendapatkannya dengan memungut uang sewa bagi yang memiliki sesuatu yang bisa disewakan.

Perlukah anda membeli saham?

Bagi anda yang bekerja formal, penghasilan didapat dari gaji. Kenaikan gaji secara berkala yag didapat dari bekerja formal sering kali kalah dengan kenaikan harga dari barang-barang kebutuhan (laju inflasi). Hanya sebagian kecil saja yang berhasil menduduki posisi manajerial yang gajinya bisa melampaui laju inflasi. Banyak diantaranya yang meski gaji sudah naik, malah semakin tidak mampu untuk mencukupi biaya hidup bulanan. Ujung-ujungnya perlu penghasilan tambahan.

Membuat Bisnis sendiri (Usaha sendiri)

Membuat usaha sendiri adalah impian setiap orang. Dengan memiliki usaha sendiri, seseorang punya kebebasan untuk berkarya dan berusaha. Namun, membangun usaha sendiri butuh keberanian, butuh mental tinggi untuk mencoba dan tidak kapok bila gagal. Dengan keterbatasan modal yang dimiliki seseorang, berapa kali akan sanggup mencoba sampai usaha anda bisa berjalan? Berapa banyak nafas anda (modal) hingga anda mampu untuk mencoba lagi bila gagal? Bagi yang akhirnya bisa menemukan usaha yang bisa berjalan, ini merupakan kesusksesan yang luar biasa. Kebanyakan orang membutuhkan keamanan. Oleh sebab itu lebih banyak yang memilih bekerja formal, meski kehilangan kebebasannya.

Membeli Property untuk disewakan

Memiliki sesuatu yang bisa disewakan merupakan pendapat pasif yang sangat menguntungkan. Umumnya berupa properti seperti rumah kontrakan, kos-kosan, ruko ataupun tanah yang disewakan. Untuk memiliki sebuah properti, dana yang dibutuhkan diawal juga cukup banyak. Apalagi bila lokasi yang ingin dimiliki merupakan lokasi yang strategis. Akibatnya, cukup sulit memulainya. Sementara kita mengumpulkan uang dengan menabung, harga properti semakin meningkat. Uang yang sudah terkumpul, yang mestinya cukup membeli properti dengan harga dua tahun yang lalu, sekarang masih cukup untuk separonya.

Misalkan saja anda punya sedikit uang yang dingin (tidak anda gunakan untuk kebutuhan sehari-hari) apa yang akan anda lakukan untuk mendapatkan nilai tambah dari uang anda tersebut?

Membangun usaha sendiri? Kalau anda gagal di uji coba pertama, dengan uang yang sebesar itu anda mungkin akan sulit untuk mencoba yang kedua kali.

Membeli emas

Membeli emas atau perhiasan emas? Ada keanehan dalam transaksi emas yang konvensional. Apabila harga emas di pasar dunia naik, maka toko emas akan menjual sesuai dengan harga emas yang sudah naik. Akan tetapi apabila kita hendak menjual, toko emas yang bersangkutan cendrung membeli sesuai dengan harga pada waktu kita membeli. Dan seringkali, toko emas hanya mau membeli emas dari kita, bila emas tersebut sebelumnya kita beli dari mereka. Apabila tidak (surat-surat yang membuktikan bahwa emas kita beli dari mereka tidak ada atau hilang) toko emas kalaupun mau membeli akan membeli dengan harga lebih rendah lagi.

Deposito

Ataukah anda akan mendepositokan saja uang anda, dengan alasan lebih aman? Seringkali bunga deposito tidak lebih tinggi dari laju inflasi.

Membeli properti untuk disewakan? Ini lebih tidak mungkin lagi karena dana anda hanya sedikit.

Membeli saham

Kenapa tidak membeli saham? Sekarang, anda dapat membeli saham dengan nilai rekening awal 5 juta. Saham memberikan peluang-peluang untuk melipat gandakan uang anda. Anda tidak perlu membangun sebuah bank dari awal. Anda cukup membeli saham dari bank yang sudah berjalan dengan kinerja bagus. Anda tidak perlu mebangun bisnis di usaha pertambangan dengan modal dan tingkat kesulitan yang begitu tinggi. Anda cukup membeli saham dari perusahaan tambang yang berkinerja bagus. Anda tidak perlu membangun perkebunan yang luas. Anda cukup membeli saham dari perusahaan perkebunan yang berkinerja bagus. Periode 2003 hingga akhir 2007 ada lebih dari dua puluh saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia mengalami kenaikan harga hingga lebih dari 20 kali lipat.

Bagaimana kalau harga saham turun drastis seperti yang terjadi di pertengahan 2008? Jika saham-saham yang anda memiliki merupakan saham dengan kondisi fundamental bagus dan mempunyai masa depan bisnis yang tetap bagus, anda hanya rugi waktu maksimal dua tahun supaya harga-harga kembali ke harga semula, dan makin naik lagi. Anda bisa menganggap situasi ini seolah-olah anda memiliki properti yang belum laku dijual dan baru laku dua tahun kemudian. Akhir 1997, harga saham jatuh mirip dengan kejadian pertengahan 2008. Harga saham yang jatuh di tahun 1997 akhirnya pulih kembali di akhir 1998. Ada banyak penjelasan tentang hal ini yang mungkin akan dijelaskan di topik yang lain. Yang lebih penting, bagi yang belum berinvestasi di saham, kenapa tidak mulai memikirkannya? Belajar untuk mulai memahami dunia saham?

Cara membeli saham

Jika anda sangat awam dengan dunia saham tentu saja masih bingung dengan cara untuk membeli saham-saham yang ada di Bursa. Langkah-langkah agar anda bisa membeli saham  dapat anda baca pada halama berikut :

► Cara membeli saham di Bursa Efek Indoensia

Saham terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi

Saham terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi umumnya melantai di bursa saham besar seperti bursa New York, Nasdaq, Japan, Hongkong . Berikut 100 daftar saham terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi.

100 saham terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi

100 saham terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi berikut tercatat berdasarkan harga penutupan di bursa masing-masing saham tersebut diperdagangkan per tanggal 30 Agustus 2021.

No Perusahaan Negara / Wilayah Kapitalisasi
1 Apple US: United State of America $ 2,531 T
2 Microsoft US: United State of America $ 2,279 T
3 Alphabet (Google) US: United State of America $ 1,937 T
4 Saudi Aramco SA: Saudi Arabia $ 1,867 T
5 Amazon  US: United State of America $ 1,737 T
6 Facebook US: United State of America $ 1,067 T
7 Tesla US: United State of America $ 723,97 B
8 Berkshire Hathaway US: United State of America $ 648,54 B
9 TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company) TW: Taiwan $ 619,14 B
10 Tencent CN: China $ 568,19 B
11 NVIDIA US: United State of America $ 565,48 B
12 Visa US: United State of America $ 507,93 B
13 JPMorgan Chase US: United State of America $ 481,90 B
14 Johnson & Johnson US: United State of America $ 457,73 B
15 Alibaba CN: China $ 440,36 B
16 Samsung KR: South Korea $ 431,64 B
17 Walmart US: United State of America $ 413,70 B
18 UnitedHealth US: United State of America $ 395,20 B
19 LVMH (Moët Hennessy Louis Vuitton) FR: France $ 370,84 B
20 Bank of America US: United State of America $ 352,79 B
21 Nestle CH: Switzerland $ 350,98 B
22 Master Card US: United State of America $ 349,07 B
23 Roche CH: Switzerland $ 346,87 B
24 Pocter & Gamble US: United State of America $ 346,22 B
25 Home Depot US: United State of America $ 346,02 B
26 ASML NL: Netherlands $ 344,35 B
27 PayPal US: United State of America $ 337,69 B
28 Walt Disney US: United State of America $ 327,21 B
29 Adobe US: United State of America $ 317,14 B
30 Kweichow Moutai CN: China $ 307,96 B
31 Comcast US: United State of America $ 273,29 B
32 Nike US: United State of America $ 266,21 B
33 Prosus NL: Netherlands $ 265,64 B
34 Pfizer US: United State of America $ 262,81 B
35 L’Oreal FR: France $ 261,32 B
36 Sales Force US: United State of America $ 258,97 B
37 Eli Lilly US: United State of America $ 251,83 B
38 Oracle US: United State of America $ 250,37 B
39 Netflix US: United State of America $ 249,81 B
40 Cisco US: United State of America $ 249,16 B
41 Coca cola US: United State of America $ 241,68 B
42 ICBC (Industrial and Commercial Bank of China) CN: China $ 241,37 B
43 Toyota JP: Japan $ 240,67 B
44 Exxon Mobil US: United State of America $ 235,21 B
45 Novo Nordisk DK: Denmark $ 235,00 B
46 Danaher US: United State of America $ 232,57 B
47 Verizon US: United State of America $ 226,71 B
48 Abbot Laboratories US: United State of America $ 222,91 B
49 Intel US: United State of America $ 219,26 B
50 Thermo Fisher Scientific US: United State of America $ 219,05 B
51 Pepsico US: United State of America $ 215,19 B
52 Accenture IE: Ireland $ 214,05 B
53 AbbVie US: United State of America $ 213,18 B
54 Reliance Industries IN: India $ 209,46 B
55 Novartis CH: Switzerland $ 205,08 B
56 Broadcom US: United State of America $ 204,99 B
57 Costco US: United State of America $ 201,61 B
58 Well Fargo US: United State of America $ 200,31 B
59 AT&T (American Telephone and Telegraph Company) US: United State of America $ 194,37 B
60 Shopify CA: Canada $ 193,72 B
61 Merck US: United State of America $ 193,67 B
62 CM Bank (China Merchants Bank) CN: China $ 191,86 B
63 Chevron US: United State of America $ 191,42 B
64 Morgan Stanley US: United State of America $ 191,10 B
65 Tata IN: India $ 186,81 B
66 Meituan CN: China $ 182,60 B
67 CATL (Contemporary Amperex Technology) CN: China $ 181,88 B
68 Astrazeneca GB: United Kingdom $ 181,86 B
69 China Construction Bank CN: China $ 181,12 B
70 Medtronic IE: Ireland $ 180,14 B
71 Sea (Garena) SG: Singapore $ 179,00 B
72 McDonald US: United State of America $ 176,96 B
73 Texas Instruments US: United State of America $ 176,48 B
74 SAP (Systeme, Anwendungen und Produkte in der Datenverarbeitung ) DE: Germany $ 176,25 B
75 T-Mobile US US: United State of America $ 172,78 B
76 BHP Group AU: Australia $ 172,03 B
77 United Parcel Service US: United State of America $ 169,54 B
78 QUALCOMM US: United State of America $ 165,22 B
79 Nextera Energy US: United State of America $ 164,64 B
80 Linde GB: United Kingdom $ 162,70 B
81 Philips Morris US: United State of America $ 160,18 B
82 Honeywell US: United State of America $ 160,15 B
83 Hermes FR: France $ 156,82 B
84 Shell NL: Netherlands $ 154,85 B
85 Agriculture Bank of China CN: China $ 154,41 B
86 Intuit US: United State of America $ 154,24 B
87 Moderna US: United State of America $ 151,75 B
88 Bristol-Myers Squibb US: United State of America $ 149,74 B
89 Charter Communications US: United State of America $ 149,36 B
90 AIA (American International Assurance) HK: Hongkong $ 148,79 B
91 Royal Bank of Canada CA: Canada $ 148,55 B
92 Volkswagen DE: Germany $ 147,12 B
93 Citigroup US: United State of America $ 146,07 B
94 BlackRock US: United State of America $ 145,11 B
95 Unilever NL: Netherlands $ 144,66 B
96 HDFC (Housing Development Finance Corporation Limited) IN: India $ 144,29 B
97 Ping An Insurance CN: China $ 143,77 B
98 Union Pasific Corporation US: United State of America $ 142,90 B
99 Lowe’s Companies US: United State of America $ 142,88 B
100 Charles Schwab US: United State of America $ 142,05 B

Asal negara / wilayah

Kalau ditinjau dari asal negara, 100 saham terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi ini didominasi oleh negara Amerika Serikat.

No Negara Jumlah
1 Amerika Serikat (US: United State of America) 61
2 China (CN: China) 10
3 Belanda (NL: Netherlands) 4
4 Swiss (CH: Switzerland) 3
5 Prancis (FR: France) 3
6 India (IN: India) 3
7 Kanada (CA: Canada) 2
8 Jerman (DE: Germany) 2
9 Inggris (GB: United Kingdom) 2
10 Irlandia (IE: Ireland) 2
11 Australia (AU: Australia) 1
12 Denmark (DK: Denmark) 1
13 Hongkong (HK: Hongkong) 1
14 Jepang (JP: Japan) 1
15 Korea Selatan (KR: South Korea) 1
16 Arab Saudi (SA: Saudi Arabia) 1
17 Singapura (SG: Singapore) 1
18 Taiwan (TW: Taiwan) 1
    100

Catatan:

IRRA dapat kontrak jarum suntik 50 juta dari Pemerintah

IRRA dapat kontrak jarum suntik 50 juta dari Pemerintah. PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) emiten yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions) mendapatkan kontrak pembelian 50 juta jarum suntik auto disable syringe (ADS) dari Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan (Kemenkes) untuk program vaksinasi pemerintah. Produk jarum suntik ADS yang dibeli tersebut berukuran khusus 0,3 ml, berbeda dengan produk jarum suntik ADS yang digunakan untuk vaksin lainnya seperti Asta Zeneca, Sinovac maupun Moderna yang menggunakan ADS berukuran 0,5 ml. Penandatanganan kontrak SPA (Sales and Purchase Agreement) dilakukan pada 19 Agustus 2021 termasuk proses pendistribusian.

IRRA dapat kontrak jarum suntik 50 juta dari Pemerintah

Jarum suntik ADS berukuran 0,3 ml tersebut akan diperuntukkan untuk vaksin Pfizer/BioNTech yang merupakan vaksin Covid-19 hasil kerjasama produksi antara Pfizer Inc perusahaan farmasi asal Amerika dan BioNTech perusahaan bioteknologi asal Jerman. Dalam pasar jarum suntik global, ukuran 0,3 ml merupakan produk yang belum banyak tersedia di pasar, dan PT Oneject Indonesia (Sister Company) menjadi produsen yang mampu memproduksi lebih dahulu ADS untuk ukuran 0,3 ml yang akan digunakan untuk vaksin Covid-19 milik Pfizer/BioNTech.

Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk. Heru Firdausi Syarif mengungkapkan perolehan kontrak tersebut merupakan perolehan kontrak pertama di tahun ini dari Kemenkes untuk program vaksinasi Covid-19. Semenjak tahun lalu, penjualan untuk jarum suntik ADS mengalami peningkatan dengan adanya pandemi Covid-19. Jika sebelumnya, pertumbuhan penjualan ADS diharapkan dari peralihan penggunaan jarum suntik konvensional (Non-ADS) ke jarum suntik ADS, pasca pandemi COVID-19 terjadi kenaikan permintaan yang ekstrem terhadap jarum suntik ADS, tidak hanya di Indonesia, namun juga diseluruh dunia karena pelaksanaan vaksinasi dan juga adanya standarisasi dari badan kesehatan dunia WHO untuk kategori alat suntik yang digunakan. “Kami bersyukur kalau pabrik Jarum Suntik Oneject sister company kami, bisa memenuhi permintaan dengan cepat, untuk kategori ADS ukuran 0,3 ml bisa di bilang masih belum banyak yang memproduksi. Hal ini menunjukan teknologi produksi yang dimiliki sudah sangat mempuni untuk bisa memenuhi permintaan global untuk kebutuhan smartsyringe dengan standarisasi WHO” ungkap Heru.

Produk alat suntik ADS perseroan merupakan produk alat suntik yang sudah berstandar WHO dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 60%. Produksinya sendiri dilakukan oleh PT Oneject Indonesia (Oneject) yang merupakan sister company perseroan. Produk alat suntik ADS saat ini menjadi produk wajib standart WHO untuk program vaksinasi dan imunisasi termasuk vaksinasi Covid-19.

Tahun ini, kontribusi untuk pembelian produk ADS masih akan didominasi oleh pembelian dari pemerintah baik untuk kebutuhan program vaksinasi Covid-19 dan juga program imunisasi. Sementara untuk pembelian dari non-pemerintah, meskipun kontribusi masih rendah namun dari sisi pertumbuhan di tahun ini menunjukan pertumbuhan yang signifikan. Untuk segmen non-pemerintah, perseroan berharap dari peralihan penggunaan jarum suntik non-ADS ke jarum suntik ADS. Potensi peralihan ini cukup besar, jika melihat penggunaan jarum suntik ADS di medis baru mencapai 20%, artinya 80% jarum suntik yang digunakan oleh Medis masih menggunakan jarum suntik Non-ADS.

Direktur Pemasaran PT Itama Ranoraya Tbk. Hendry Herman menyampaikan potensi konsumen jarum suntik ADS masih besar kedepan berupa Rumah Sakit – Rumah Sakit, Klinik dan Laboratorium swasta apalagi dengan kampanye global WHO untuk penggunaan jarum suntik aman dalam dunia medis dan komitmen pemerintah terhadap penggunaan produk lokal untuk kebutuhan dalam negeri.

Pada semester I 2021 kapasitas produksi Oneject dapat mencapai 600 juta piece jarum suntik/tahun dan pada akhir semester II produksi dapat mencapai 1,2 miliar/tahun. Target tersebut jauh lebih cepat dibandingkan rencana semula dimana kapasitas 1,2 miliar/tahun baru akan di capai di tahun 2024. “Ketersedian jarum suntik dalam program pengadaan vaksin menjadi sesuatu yang sangat penting , untuk itu kami akan siap untuk terus mendukung program tersebut melalui percepatan produksi dan kesiapan distribusi keseluruh daerah-daerah, dan tidak hanya untuk program vaksinasi saja namun juga untuk pencegahan dan pengobatan Covid-19 melalui peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi yang kami miliki”, tutup Heru.

Sekilas tentang PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA)

PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) adalah emiten yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions)sejak awal tahun 2000. Komitmen kami adalah menjadi penyedia layanan kesehatan yang paling andal dan berorientasi pelanggan di Indonesia. Komitmen tersebut dibuktikan dalam portofolio kami, di mana perusahaan kami telah mendapatkan banyak kemitraan dengan prinsip-prinsip perawatan kesehatan terkemuka baik lokal maupun internasional seperti Oneject, Abbott, Terumo, HMD, Balmed, iGene, dll. Saat ini perseroan memiliki 12 jaringan distribusi (Sub-Distributor) yang menjangkau pelanggan perseroan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Prospek harga saham IRRA bisa dibaca di Analisis saham IRRA 2021.

Sumbber: BEI

 

Bursa saham terbesar di dunia ( 20 besar )

Ada ratusan bursa saham di dunia dengan kapitalisasi pasar milar dolar hingga triliun dollar. Berikut adalah bursa saham terbesar di dunia diurut berdasarkan kapitalisasi pasar terbesar. Ada enam belas bursa efek di dunia yang memiliki kapitalisasi pasar masing-masing lebih dari 1 triliun dolar. Mereka kadang-kadang disebut sebagai “Klub 1 Triliun Dolar”. Bursa saham ini menyumbang 87% dari kapitalisasi pasar global pada 2015.

Bursa saham terbesar di dunia

Ranking Bursa Saham Regional Lokasi Bursa

Kapitalisasi

(Milyar Dolar)

1 New York Stock Exchange USA New York City 30,923
2 NASDAQ USA New York City 10,857
3 Japan Exchange Group Jepang Tokyo 5,679
4 Shanghai Stock Exchange  China Shanghai 4,026
5 Hong Kong Stock Exchange  Hong Kong Hong Kong 3,936
6 Euronext Uni Eropa Amsterdam,
Brussels,
Dublin,
Lisbon,
Paris
3,927
7 London Stock Exchange Group UK London,
Milan
3,767
8 Shenzhen Stock Exchange  China Shenzhen 2,504
9 TMX Group  Canada Toronto 2,095
10 Bombay Stock Exchange  India Mumbai 2,056
11 National Stock Exchange  India Mumbai 2,030
12 Deutsche Börse  Germany Frankfurt 1,864
13 SIX Swiss Exchange   Switzerland Zurich 1,523
14 Korea Exchange Korea Selatan Seoul, Busan 1,463
15 Nasdaq Nordic Exchanges Nordic,
Baltic,
Caucasus
Copenhagen,
Stockholm,
Helsinki,
Iceland,
Baltic
1,372
15 Copenhagen Stock Exchange  Denmark Copenhagen 1,372
15 Stockholm Stock Exchange  Sweden Stockholm 1,372
15 Helsinki Stock Exchange  Finland Helsinki 1,372
15 Tallinn Stock Exchange  Estonia Tallinn 1,372
15 Riga Stock Exchange  Latvia Riga 1,372
15 Vilnius Stock Exchange  Lithuania Vilnius 1,372
15 Iceland Stock Exchange  Iceland Iceland 1,372
15 Armenia Securities Exchange  Armenia Armenia 1,372
16 Australian Securities Exchange  Australia Sydney 1,326
17 Taiwan Stock Exchange  Taiwan Taipei 966
18 B3  Brazil São Paulo 938
19 JSE Limited Afrika Selatan Johannesburg 894
20 Bolsas y Mercados Españoles Spanyol Madrid 764

Newyork Stock Exchange dan Nasdaq menyumbang kapitalisasi paling banyak dalam daftar 100 saham terbesar di dunia.

Referensi bursa saham terbesar di dunia:

“All of the World’s Stock Exchanges by Size”The Money Project. Retrieved 17 April 2016.

Bursa Efek Indonesia

100 Saham terbesar di dunia 

Kinerja Bank 2012

Kinerja bank 2012

Kinerja keuangan dari beberapa perusahaan bank publik (saham publik) selama tahun 2012 berdasarkan laporan keuangan tahunan 2012 yang dipublikasikan di website BEI.

a) EPS (earning per share) atau laba bersih per lembar saham

Disajikan dalam rupiah.

No Kode Nama Emiten 2012 2011 Pertumbuhan
1 BBCA Bank Central Asia (Persero) Tbk 480 444 8,1%
2 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 378 312 19,2%
3 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 778,93 628,91 23,9%
4 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 147 123 19,5%
5 BDMN Bank Danamon Tbk 418,57 373,99 11,9%
6 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk 664,86 529,33 25,6%
7 BNGA Bank CIMB Niaga Tbk 168,44 126,77 32,9%
8 BNII Bank International Indonesia Tbk 21 12 75,0%
9 BNLI Bank Permata Tbk 150 128 17,2%
10 BTPN Bank Tabungan Pensiuanan Nasional Tbk 341 247 38,1%
11 NISP Bank OCBC NISP Tbk 116,37 106,88 8,9%

b) ROE (Return On Equity)

No Kode Nama Emiten 2012 2011
1 BBCA Bank Central Asia Tbk 23% 26%
2 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 16% 15%
3 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 29% 31%
4 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 13% 14%
5 BDMN Bank Danamon Tbk 14% 13%
6 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk 21% 20%
7 BNGA Bank CIMB Niaga Tbk 19% 17%
8 BNII Bank International Indonesia Tbk 18% 8%
9 BNLI Bank Permata Tbk 11% 13%
10 BTPN Bank Tabungan Pensiuanan Nasional Tbk 26% 25%
11 NISP Bank OCBC NISP Tbk 10% 11%

c) Pendapatan

Disajikan dalam jutaan rupiah.

No Kode Nama Emiten 2012 2011 Pertumbuhan
1 BBCA Bank Central Asia Tbk   34.945.120   31.498.987 10,9%
2 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   31.150.328   28.293.271 10,1%
3 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk   58.000.153   53.940.323 7,5%
4 BBTN Bank Tabungan Negara  (Persero) Tbk     9.390.073     8.068.121 16,4%
5 BDMN Bank Danamon Tbk   24.658.785   22.053.693 11,8%
6 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk   60.112.759   54.304.457 10,7%
7 BNGA Bank CIMB Niaga Tbk   18.910.881   17.052.975 10,9%
8 BNII Bank International Indonesia Tbk   11.576.492   10.159.476 13,9%
9 BNLI Bank Permata Tbk   10.320.808     8.747.192 18,0%
10 BTPN Bank Tabungan Pensiuanan Nasional Tbk     9.575.777     7.656.443 25,1%
11 NISP Bank OCBC NISP Tbk     5.760.036     4.838.032 19,1%

d) Laba operasi (laba usaha)

Disajikan dalam jutaan rupiah.

No Kode Nama Emiten 2012 2011 Pertumbuhan
1 BBCA Bank Central Asia Tbk   14.255.568   13.296.775 7,2%
2 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk     8.641.023     7.242.543 19,3%
3 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk   22.682.538   17.584.230 29,0%
4 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk     1.870.969     1.525.749 22,0%
5 BDMN Bank Danamon Tbk     6.182.854     5.174.734 19,5%
6 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk   19.625.447   16.348.933 20,0%
7 BNGA Bank CIMB Niaga Tbk     5.740.829     4.338.716 32,3%
8 BNII Bank International Indonesia Tbk     1.667.364        962.594 73,2%
9 BNLI Bank Permata Tbk     1.751.744     1.439.219 21,7%
10 BTPN Bank Tabungan Pensiuanan Nasional Tbk     2.487.158     1.795.283 38,5%
11 NISP Bank OCBC NISP Tbk     1.213.567        992.692 22,3%

e) Neraca & rugi laba (balance sheet)

Neraca & rugi laba dari masing-masing bank selengkapnya dapat anda download dibawah ini:

  1. BBNI-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-Negara-Indonesia
  2. BBRI-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-Rakyat-Indonesia
  3. BBTN-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-Tabungan-Negara
  4. BDMN-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-Danamon
  5. BMRI-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-Mandiri
  6. BNGA-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-CIMB-Niaga
  7. BNII-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-International-Indonesia
  8. BNLI-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-Permata
  9. BTPN-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-Tabungan-Pensiunan-Nasional
  10. NISP-Neraca-Rugi-Laba-2012-audited-Bank-OCBC-NISP
Exit mobile version