Sepanjang tahun 2012 laba bank BRI (laba per lembar saham) naik sebesar 24% dibandingkan periode yang sama tahun 2011. Ini sekaligus mempertahankan kinerja yang terus naik dalam 5 tahun terakhir. Selengkapnya rangkuman kinerja keuangan Bank BRI dengan kode saham BBRI dapat dilihat di tabel berikut.
2012
2011
Kenaikan
EPS (dalam rupiah)
778,93
628,91
24%
Laba bersih (dalam jutaan rupiah)
18.681.350
15.296.501
22%
Laba operasi (dalam jutaan rupiah)
22.682.538
17.584.230
29%
Pendapatan (dalam jutaan rupiah)
44.873.498
40.203.051
12%
ROE (Return On Equity)
29%
31%
DER (Dept to Equity Ratio)
7,50
8,43
Aset (dalam jutaan rupiah)
551.336.790
469.899.284
17%
Ekuitas (dalam jutaan rupiah)
64.881.779
49.820.329
30%
Liabilitas (dalam jutaan rupiah)
486.455.011
420.078.955
16%
Neraca dan rugi laba tahunan 2012 dapat di-download dibawah ini.
Berikut adalah EPS (earning per share) atau laba per lembar saham dari sebagian emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilaporkan pada laporan keuangan 2012 kuartal 3.
Kenaikan EPS yang tinggi tidak otomatis perusahaan tersebut berkinerja baik. EPS harus di cross check dengan ROE dan Laba operasi.
Ilustrasi:
Perusahaan ABCD bermodal 1 trilyun. Pada tahun 2010 hampir rugi dan hanya mendapatkan laba 1 juta. Ditahun 2011 berhasil mendapatkan laba 100 juta. Jika saham beredar tahun 2010 dan 2011 adalah tetap, berarti EPS 2011 dibandingkan 2010 naik sebesar 100 kali lipat atau 10.000 %. Kelihatannya fantastis. Tetapi laba dibandingkan modal atau ROE di tahun 2011 sesungguhnya hanya 0,01%. Laba yang 100 juta hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan modalnya yang 1 trilyun. Jauh lebih baik adalah perusahaan yang mendapatkan laba 100 juta, tetapi cuma bermodal 500 juta. Sehingga ROE nya 20%.
EPS seperti ADES dan VIVA diatas dengan kenaikkannnya yang cukup fantastis bisa mengelabui anda :D. Silahkan anda download sendiri Laporan keuangan 2012 kuartal 3 untuk bisa melihat perspektif yang lebih jelas.
EPS yang negatif sudah pasti harus dibuang dari lirikan saham anda 😀
Luangkan waktu untuk mempelajari laporan keuangan demi mempertajam intuisi pemilihan saham anda.
Astra vs Bakrie. Saham di Bursa Efek Indonesia mencapai puncaknya (harga tertinggi) saat buble (harga menggelembung akibat eforia) sekitar tahun 2007 dan 2008. Lalu tahun 2009 semua saham merosot tajam akibat krisis di Amerika Serikat yang dikenal dengan Suprime Morgage. Tidak peduli saham yang dianggap paling tangguh sekalipun tetap terjungkal. Setelah situasi mereda, pelan namun pasti mulai terlihat mana yang kembali bergerak mencapai harga tertingginya di tahun 2007 & 2008 dan bergerak makin tinggi, dan mana yang malah makin turun. Situasi 2009 akhirnya menyaring (secara alami) mana sebenarnya saham yang naik karena perusahaannya memang baik (secara finasial dan pertumbuhan) dan mana yang naik hanya sekedar faktor rumor.
Tabel berikut akan memperlihatkan harga tertinggi (beserta tanggal kejadiannya) dari saham-saham grup Astra vs Bakrie dibandingkan dengan harganya saat ini (per penutupan tanggal 24-09-2012)
4 saham Astra yaitu ASII, UNTR, ASGR dan AUTO mencapai harga tertinggi baru (melebihi harga tertinggi yang pernah dicapai di tahun 2007 & 2008). Hanya AALI yang masih dibawah harga tertinggi tahun 2008.
PT Trisula International bergerak dalam Bidang Perdagangan Pakaian Jadi (Garmen), Industri Garmen, Industri Tekstil Serta Usaha Terkait Lainnya
Informasi IPO
Jumlah Saham : 300,000,000
Harga Penawaran : Rp 250 ‐ Rp 300
Jumlah Nilai Saham : Rp 75 miliar ‐ Rp 90 miliar
Jumlah Waran : 75,000,000
Nilai nominal saham per lembar : 100
Jadwal Penawaran (tentative )
Tanggal Efektif : 15 Juni 2012
Masa Penawaran Awal : 5 Juni ‐ 7 Juni 2012
Masa Penawaran : 19 Juni ‐ 21 Juni 2012
Tanggal Penjatahan : 25‐Jun‐2012
Pengembalian Uang : 27‐Jun‐2012
Tanggal Pencatatan : 28‐Jun‐2012
Tempat Pencatatan : Bursa Efek Indonesia
Struktur permodalan
Klik gambar untuk memperbesar
Profesi dan Lembaga Penunjang
Penjamin Pelaksana Emisi : PT Sinarmas Sekuritas
Akuntan Publik : KAP Anwar & Rekan
Konsultan Hukum : Lontoh & Partners
Notaris : Popie Savitri Martosuhardjo P, SH
Penilai Independen : KJPP Felix Sutandar & Rekan
Biro Efek : PT Struktur Permodalan
Dana Hasil Penawaran Umum
Dana (IPO) akan digunakan untuk:
1. Sekitar 54% akan digunakan untuk ekspansi usaha shops.
2. Sekitar 11% akan digunakan untuk modal kerja
3. Sisanya sekitar 35% akan digunakan untuk akuisisi PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing
Kebijakan Dividen
Perseroan merencanakan untuk membagikan dividen tunai/kas maksimum 25% dari laba bersih konsolidasi Perseroan.
Informasi Tambahan
1. Perseroan merupakan bagian dari Grup Trisula yang dikenal dalam Industri Tekstil sejak tahun 1968 dengan merek Bellini dan Caterina.
2. Perseroan memiliki jaringan kerjasama internasional yang baik, dengan didukung oleh kegiatan usaha ekspor Entitas Anak. Hal ini merupakan salah satu kunci Perseroan untuk memperoleh pangsa pasar internasional.
4. Perseroan memiliki jaringan distribusi penjualan yang tersebar di kota‐kota besar di Indonesia, melalui adanya gerai‐gerai di department store ternama dan stand‐alone shop.
6. Proyeksi PER untuk tahun 2011 adalah 8 X ‐ 10 X
7. Segmentasi pasar atas produk Perseroan yang jelas. Misalnya Jack Nicklaus untuk pria dan wanita bergaya hidup mapan, JOBB untuk pria eksekutif muda, UniAsia untuk pegawai negeri sipil, Man Club untuk anak muda enerjik.
Catatan:
‐ Public Expose dan Due Diligince Meeting telah diadakan pada tanggal 5 Juni 2012