Saham preferen (preferred stock)

Jenis saham berdasarkan hak tagihan 

Saham preferen atau saham preferensi atau preferred stock merupakan salah satu jenis saham. Apabila ditinjau dari segi manfaat saham, maka pada dasarnya saham dapat digolongkan menjadi:

  1. Saham biasa (common stock)
  2. Saham preferensi (preferred stock)
  3. Saham istimewa (golden stock)

Pengertian saham preferen (preferred stock)

Saham preferen adalah saham yang memberikan prioritas pilihan (preferen) kepada pemegangnya.

Prioritas pilihan ini bisa berupa :

  1. Berhak didahulukan dalam hal pembayaran dividen
  2. Berhak menukar saham preferen yang dipegangnya dengan saham biasa
  3. Mendapat prioritas pembayaran kembali permodalan dalam hal perusahaan dilikuidasi.

Dalam praktiknya di Amerika Serikat, saham ini adalah saham yang mempunyai gabungan sifat atau ciri antara obligasi dan saham biasa (hybrid). Karena bisa menghasilkan pendapatan tetap seperti bunga obligasi, tetapi bisa juga tidak menghasilkan bunga tetap.

Kesamaan saham biasa dengan saham preferen

Saham preferen ini serupa dengan saham biasa karena dua faktor, yaitu :

  1. Representasi kepemilikan ekuitas
  2. Diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo pada lembaran saham.

Oleh karena itu, saham preferensi diperdagangkan berdasarkan hasil yang ditawarkan kepada investor, maka secara praktis saham preferensi dipandang sebagai surat berharga pendapatan tetap dan karena itu bersaing dengan obligasi di pasar modal. Pemegang saham preferensi merupakan partner yang diam, karena tidak mempunyai hak suara dalam menentukan kebijakan dan manajemen perusahaan. Sementara itu, dalam praktik di Indonesia semua pemegang saham mempunyai hak suara tidak saja untuk pemegang  saham biasa, tetapi juga untuk pemegang saham preferensi. Oleh karena itu, dalam setiap kesempatan RUPS, suara pemegang saham preferensi menjadi pertimbangan.

Lebih jauh tentang saham bisa anda lihat di Bursa Efek Indonesia. Lihat juga Hak Pemegang Saham.

Saham biasa (common stock)

Jenis Saham Berdasarkan Hak Tagihan

Apabila ditinjau dari segi manfaat saham, maka pada dasarnya saham dapat digolongkan menjadi:

  1. Saham biasa (common stock)
  2. Saham preferen (preferred stock)
  3. Saham istimewa (golden stock)

Saham Biasa

Saham biasa adalah saham yang menempatkan pemiliknya pada posisi paling akhir dalam hal pembagian deviden, hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut mengalami likuidasi. Saham jenis ini paling banyak dikenal di masyarakat. Saham jenis ini mempunyai nilai nominal yang ditentukan nilainya oleh emiten. Harga saham ini sering disebut dengan nilai pari (par value). Besarnya harga nominal saham tergantung pada keinginan emiten. Harga nominal yang ditentukan oleh emiten ini berbeda dengan harga perdana (primary price) dari suatu saham. Harga perdana adalah harga sebelum suatu saham dicatatkan (listed) di bursa efek. Jika suatu saham terjual dengan harga perdana yang lebih tinggi dari harga nominalnya, maka selisih itu disebut dengan agio saham yang pencatatnya masih dalam komposisi modal sendiri pada neraca.

Dari sisi ekonomi dan manajemen keuangan, saham biasa ini dibedakan secara kualitatif berdasarkan kualitas, reputasi, dan nilainya. Saham biasa dapat dibedakan, paling tidak, dalam lima macam menurut kualifikasi nilai ekonomis. Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam panduan investasi di saham membuat kategori. Ada lima kategori dasar dari saham :

Income stocks  Saham jenis ini, memberikan deviden dalam nilai yang relatif besar tapi tidak teratur, dapat digunakan sebagai sarana untuk menghasilkan pendapatan tanpa menjual saham. Kebanyakan saham ini dikategorikan sebagai income stock.

  1. Blue-chip stocks Saham dari perusahaan yang solid dan terpercaya dengan sejarah panjang pertumbuhan dan stabilitas digolongkan sebagai saham blue-chip. Biasanya saham memberikan dividen kecil, tetapi teratur dan bertahan secara fair; harga yang mapan sekaligus pasar naik-turun.
  2. Growth stocks  Saham demikian diterbitkan oleh perusahaan yang mengalami pertumbuhan yang lebih cepat daripada industrinya. Sekalipun perusahaan tidak mempunyai catatan (proven track record), pertumbuhan saham lebih mengandung risiko daripada macam saham lain, tetapi menawarkan apresiasi harga yang potensial.
  3. Cyclical Stocks Perusahaan yang menerbitkan saham macam ini dengan mudah mempengaruhi tren ekonomi secara umum. Nilai dari saham demikian cenderung untuk turun selama masa resesi dan meningkat selama boom ekonomi (economic booms). Contohnya perusahaan otomatif, alat berat, dan developer rumah.
  4. Defensive stocks  Saham jenis ini merupakan kebalikan dari jenis saham siklus (cyclical stocks). Saham ini mampu mempertahankan nilainya selama masa resesi. Perusahaan yang menerbitkan saham defensif adalah perusahaan yang memproduksi makanan, minuman, obat-obatan, asuransi, dan kebutuhan sehari-hari.
  5. Emerging growth stock  Saham yang dikeluarkan oleh perusahaan yang relatif lebih kecil dan memiliki daya tahan yang kuat meskipun dalam kondisi ekonomi yang kurang mendukung. Harga saham jenis ini biasanya sangat spekulatif.
  6. Speculative stock  pada prinsipnya semua saham biasa yang diperdagangkan di bursa efek dapat digolongkan sebagai speculative stocks. Investor tidak mendapatkan kepastian apakah saham yang dibelinya ini akan memberikan keuntungan (capital gain) atau malah pada turun harga sahamnya ketika hendak dijual.

Saham Istimewa

Saham

Jenis Saham Berdasarkan Hak Tagihan

Apabila ditinjau dari segi manfaat saham, maka pada dasarnya saham dapat digolongkan menjadi:

  1. Saham biasa (common stock)
  2. Saham preferen (preferred stock)
  3. Saham intimewa (golden stock)

Saham Istimewa

Saham Dwiwarna

Pemegang saham istimewa (golden share) mempunyai hak lebih dibandingkan dengan pemegang saham lainnya. Hak lebih itu terutama dalam proses penunjukkan direksi perusahaan.

Di dalam hukum pasar modal Indonesia, saham istimewa dikenal dengan nama saham dwiwarna. Saham ini dimiliki oleh pemerintah Indonesia dan jumlahnya satu buah.

Lebih lanjut tentang saham bisa dilihat di Bursa Efek Indonesia

Saham AALI Golden Cross : kekuatan abnormal

Analisa saham AALI

Ada fenomena yang aneh pada saham AALI. Kekuatan yang bersifat abnormal.

IHSG

Bursa saham Asia rontok dalam 3 minggu terakhir diawali (dipicu) dengan kerontokan bursa di Tokyo (Nikkei 225). IHSG pun terjerembab jatuh hingga 4510 dari tertinggi sebelumnya 5251. Ini berarti turun lebih dari 14%.

IHSG per penutupan 13 Juni 2013

Grafik diatas dapat dengan gamblang menjelaskan bagaimana drastisnya turun IHSG dalam 3 minggu. Bagaimana dengan individual saham? Individual saham terjun lebih parah. Dalam kejatuhan bursa, harga individual saham bisa terjungkal 2.5 sampai 3 kali indeks. Jika indeks turun 10%, individual saham bisa terjun 30%. Berikut beberapa contoh:

  • Saham BBRI (bank BRI) turun dari tertinggi 9950 ke 7350 (26%)
  • Saham TLKM (Telkom) turun dari tertinggi 12900 ke 9700 (33%)
  • Saham ASRI (Alam Sutera Realty) turun dari tertinggi 1160 ke 750 (35%)

Saham AALI golden cross – kekuatan abnormal

Tren sebaliknya justru terjadi pada saham AALI. Pada periode sebelum IHSG anjlok (saat IHSG masih tren naik atau bullish), saham AALI justru mengalami tren turun (bearish) dalam waktu yang cukup lama. Sebelum IHSG terjungkal, ada tanda-tanda gerakan berbalik arah (pull back) saham AALI dari tren turun menjadi tren naik.  Dan dikala IHSG benar-benar rontok, saham AALI tetap kuat bertahan untuk tidak turun lebih jauh, dan secara pasti benar-benar berbalik arah.

Kekuatan abnormal saham AALI – golden cross

Dari grafik diatas terlihat pembalikan tren saham AALI dari tren turun (bearish) menjadi tren naik (bullish). Anda bisa bandingkan grafik saham AALI dengan grafik IHSG diatas.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa ada sebagian investor besar (institusi) yang mungkin saja sudah mendapatkan informasi yang sangat signifikan mengenai kinerja AALI (Astra Agro Lestari Tbk). Dan investor ini diam-diam melakukan pembelian terlebih dahulu. Apapun informasi atau data terbaru mengenai AALI, yang jelas dari grafik diatas terlihat mulai ada akumulasi (volume meningkat dan harga bergerak naik).

Grafik harga saham AALI membentuk pola Golden Cross.  Terlihat bahwa :

  • Harga sudah berada diatas semua Moving Average (MA)
  • MA yang lebih kecil (MA 10, MA 20, MA 40) sedang berancang-ancang memotong (crossing) MA 200.

Fundamental saham AALI

Untuk lebih yakin dengan pola grafik diatas, kita coba melihat bagaimana fundamental dari Astra Agro Lestari Tbk. Ini untuk lebih meyakinkan bahwa tren naik saham AALI bukan hanya sekedar kamuflase (dimanipulasi pasar).

Fundamental saham AALI – Astra Agro Lestari

Sumber fundamental : IpotNews

Di tahun 2012 terlihat :

  • Pendapatan (revenue) AALI menurun dibandingkan 2011, namun ditahun 2013 mulai naik lagi (lebih tinggi dari 2012).
  • EPS masih terlihat turun meski tidak banyak. Meski EPS turun, namun laba yang dihasilkan AALI masih cukup signifikan dengan tingkat ROE 14% (saham CAN SLIM mensyaratkan ROE diatas 20%).

Secara keseluruhan, fundamental AALI tidaklah terlalu jelek. Bagaimana dengan outlook? Nah ini dia yang mungkin informasinya sulit didapat oleh investor individu, namun investor tertentu mungkin saja sudah mendapatkan ini dan dari analisa dan penilaian mereka bisa saja outlook AALI kinclong :D.

Harga CPO

Sebagai salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit, pendapatan AALI berbanding lurus dengan harga CPO. Berikut grafik dari tren harga CPO :

 

Grafik tren harga CPO

Meski terlihat bahwa penurunan harga CPO mereda, namun tren naiknya juga belum terlalu kuat.

Beli saham AALI atau tidak ?

Pembelian dalam kondisi bursa dengan tingkat ayunan (volatile) tinggi saat ini sangat membuat jantung berdebar kencang :D. Apalagi bagi investor pemain pendek dengan memakai uang panas. Namun kekuatan abnormal di saham AALI cukup perlu dicermati.

Anda berani beli? Saya sudah beli tadi 😀

IPO Semen Baturaja

Salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dibidang manufaktur semen akan melakukan IPO (initial public offering) di bulan Juni 2013. Berikut ringkasannya.

IPO Semen Baturaja

Ringkasan IPO Semen baturaja,Tbk

Kode saham : SMBR

Range harga Rp 500-685

Kinerja keuangan :

  • Sales rata-rata 5 thn terakhir tumbuh 8%
  • Laba bersih rata-rata 5 thn terakhir tumbuh  22%
  • Aset rata-rata 5 thn terakhir tumbuh  13%
  • Liabilities rata-rata 5 thn terakhir turun 13%
  • Ekuitas rata-rata 5 thn terakhir tumbuh 34%

Rasio-rasio :

  • Gpm 2012 44,6%
  • Opm 2012 33,5%
  • Npm 2012 27,2%
  • Roe 2012 31,3%
  • Der 2012 0,26x
  • Current ratio 2012 3,85x
  • Estimasi PER 2013 13,7x – 18,76x, asumsi laba bersih naik 22% dibanding 2012 menjadi Rp 365 miliar

Aktifitas produksi :

  • Kapasitas produksi 2012 1,2 juta ton.

Struktur penawaran ipo :

  • Saham yang dilepas 23,7% atau sebanyak 2,3 miliar saham
  • Harga per saham Rp 500-685
  • Masa book building 29 mei – 7juni 2013

Profil Semen Baturaja

PT Semen Baturaja (Perssero) didirikan pada tanggal 14 November 1974 oleh PT.Semen Gresik dengan saham 45% dan PT.Semen padang 55%. Pada tanggal 9 November 1979 sttus Perusahaan berubah dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi Persero dengan komposisi saham Pemerintah Republik Indonesia 88%,PT.Semen Padang 7% dan PT.Semen Gresik 5%. Sejak tahun 1991 diambil alih secara keseluruhan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Produksi yang di hasilkan oleh PT Semen Baturaja (Persero) adalah Semen Portland Type I dan Semen Portland Komposit (SPK) dengan lokasi pabrik di Baturaja,Palembang dan Panjang. Pusat Produksi terletak di Baturaja yaitu Produksi Terak. Sedangkan proses penggilingan dan pengantongan semen selain dilaksanakan di Pabrik Palembang dan panjang yang selanjutnya siap untuk didistribusikan ke daerah-daerah pemasaran.

Untuk penyempurnaan peralatan yang sudah ada dalam rangka pencapaian kapasitas tepasang yaitu sebesar 500.000 ton semen per tahun, sekaligus persiapan untuk meningkatkan kapasitas terpasang PT Semen Baturaja (Persero) melaksanakan Proyek Optimalisasi I (OPT l). proyek ini dimulai tahun 1992 dan selesai tahun 1994 dengan kapasitas terpasang meningkat menjadi 550.000 ton semen per tahun.

Sebagai tindak lanjut proyek OPT I, pada tahun 1996 Perseroan melaksanakan Proyek Optimalisasi ll (OPT ll), untuk meningkatkan kapasitas menjadi sebesar 1.250.000 ton semen per tahun. Proyek OPT ll selesi tahun 2001 dan telah berproduksi sampai dengan sekarang.

Bahan baku produksi berupa Batu Kapur dan Tanah Liat diperoleh dari pertambangan Batu Kapur dan Tanah Liat milik Perseroan yang berlokasi hanya 1,2 km dari pabrik di Baturaja.

Sedangkan bahan baku pendukung sepertiPasir Silika diperoleh dari tambang rakyat disekitar Baturaja, Pasir Besi diperoleh dari tambang rakyat di provinsi Lampung, gypsum dibeli dari Petro Kimia Gresik dan impor dari Thailand, sedangkan kantong semen diperoleh dari produsen kantong jadi di dalam negeri.

Pada tanggal 20 juni 2004 PT Semen Baturaja (Persero) menerbitkan  Obligasi I sebesar Rp. 200 milyar. Emisi obligai  ini merupakan program lanjutan Restrukturisasi  keuangan dalam rangka meningkatkan profitabilitas sekaligus likuiditas Perusahaan.

Daerah pemasaran utama PT Semen Baturaja (Persero) adalah Sumatra Selatan dan Lampung merupakan wilayah di Indonesia yang menikmati pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dan stabil. Pada tahun 2011,pertumbuhan nasional mencapai 9% sedangkan rata-rata pertumbuhan Sumbagsel mencapai 6%. Hal ini memberi peluang bagi Semen Baturaja untuk meningkatkan  penjualan dan mencapai kapasitas terpasang.

Setelah diselesaikannya penambahan kapasitas produksi pada tahun 2011,peluang untuk meningkatkan  pendapatan di masa dating terbuka lebar. Selain itu secara historis kamampuan perusahaan dalam mengelola masalah operasional dan menjaga profitabilitas operasi terbukti cukup baik.

Dalam menyalurkan produknya Perusahaan menggunakan distributor dengan jaringan yang tersebar di seluruh wilayah Sumatra Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, Banten dan sekitarnya. Sebagian besar penjualan atau transaksi Perusahaan dilakukan dalam bentuk tunai,sedangkan untuk penebusan  semen secara kredit para distributor di wajibkan untuk menyediakan jaminan dalam bentuk bank garasi dan/atau bentuk jaminan lainnya.

Exit mobile version