Sub sektor alas kaki di BEI (kode JASICA 44)

JASICA diperkenalkan pada tanggal 2 Januari 1996 adalah klasifikasi industri dari perusahaan yang menjual saham di Bursa. Klasifikasi JASICA memiliki 9 sektor. Perusahaan sub sektor alas kaki merupakan perusahaan manufaktur yaitu perusahaan industri pengolahan yang mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Perusahaan manufaktur identik dengan pabrik yang mengaplikasikan mesin-mesin, peralatan, teknik rekayasa dan tenaga kerja. Istilah ini bisa digunakan untuk aktivitas manusia mulai dari kerajinan tangan sampai ke produksi dengan teknologi tinggi. Namun demikian, istilah ini lebih sering digunakan untuk dunia industri, di mana bahan baku diubah menjadi barang jadi dalam skala besar. Berikut Daftar perusahaan manufaktur sektor aneka industri,  sub sektor alas kaki yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ( BEI ).

Per tanggal 25 Januari 2021, Bursa Efek Indonesia menerapkan klasifikasi baru. Update dari halaman ini ada di sektor saham IDX-IC.

Sub sektor alas kaki ( kode sektor 44 )

Perusahaan manufaktur (B), Sektor Aneka Industri (4), Sub sektor alas kaki (44)

NoKode
Saham
Nama
Emiten
Tanggal
IPO
Saham
Syariah
1BATASepatu Bata Tbk24-Mar-1982
2BIMAPrimarindo Asia Infrastructure Tbk
dh Bintang Kharisma Tbk
30-Agu-1994

diperbaharui 25-Jan-2021 )

Catatan penting lainnya terkait :

diperbaharui 25-Jan-2021 )

Link download laporan keuangan & tahunan perusahaan alas kaki

Daftar emiten selengkapnya (urut abjad)

Daftar Sektor

Sub sektor kabel di BEI (kode JASICA 45)

JASICA diperkenalkan pada tanggal 2 Januari 1996 adalah klasifikasi industri dari perusahaan yang menjual saham di Bursa. Klasifikasi JASICA memiliki 9 sektor. Perusahaan sub sektor kabel merupakan perusahaan manufaktur yaitu perusahaan industri pengolahan yang mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Perusahaan manufaktur identik dengan pabrik yang mengaplikasikan mesin-mesin, peralatan, teknik rekayasa dan tenaga kerja. Istilah ini bisa digunakan untuk aktivitas manusia mulai dari kerajinan tangan sampai ke produksi dengan teknologi tinggi. Namun demikian, istilah ini lebih sering digunakan untuk dunia industri, di mana bahan baku diubah menjadi barang jadi dalam skala besar. Berikut Daftar perusahaan manufaktur sektor aneka industri,  sub sektor kabel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ( BEI ).

Per tanggal 25 Januari 2021, Bursa Efek Indonesia menerapkan klasifikasi baru. Update dari halaman ini ada di sektor saham IDX-IC.

Sub sektor kabel ( kode sektor 45 )

Perusahaan manufaktur (B), Sektor Aneka Industri (4), Sub sektor kabel (45)

NoKode
Saham
Nama
Emiten
Tanggal
IPO
Saham
Syariah
1CCSICommunication Cable Systems Indonesia Tbk.18- Jun-2019?
2IKBISumi Indo Kabel Tbk 21-Jan-1991
3JECCJembo Cable Company Tbk 18-Nop-1992
4KBLIKMI Wire and Cable Tbk 06-Jul-1992
5KBLMKabelindo Murni Tbk 01-Jun-1992
6SCCOSupreme Cable Manufacturing and Commerce Tbk 20-Jul-1982
7VOKSVoksel Electric Tbk 20-Des-1990

diperbaharui 25-Jan-2021

Link download laporan keuangan & tahunan perusahaan kabel

Daftar emiten selengkapnya (urut abjad)

Daftar Sektor

Daftar Perusahaan Asuransi Go Public

Berikut adalah daftar perusahaan asuransi yang menjual sahamnya ke publik atau yang merupakan perusahaan terbuka. Saham-sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Update dari daftar perusahaan asuransi publik dapat dilihat di Emiten Asuransi

No Kode Nama
Saham Emiten
1 ABDA ASURANSI BINA DANA ARTA Tbk
2 AHAP ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk
3 AMAG ASURANSI MULTI ARTHA GUNA Tbk
4 ASBI ASURANSI BINTANG Tbk
5 ASDM ASURANSI DAYIN MITRA Tbk
6 ASJT ASURANSI JASA TANIA Tbk
7 ASRM ASURANSI RAMAYANA Tbk
8 LPGI Lippo General Insurance Tbk
9 MREI Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk
10 PNIN PANIN INSURANCE Tbk
11 PNLF PANIN FINANCIAL Tbk

Sektor aneka industri di BEI (kode JASICA 4)

Semua perusahaan publik yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia atau BEI (d.h BEJ=Bursa Efek Jakarta) diklasifikasikan ke dalam 9 sektor klasifikasi industri  JASICAJakarta Stock Exchange Industrial Classification ).  Klasifikasi sektor BEI JASICA diperkenalkan pada tanggal 2 Januari 1996. Salah satu sektor di sistem klasifikasi JASICA adalah sektor aneka industri.

Per tanggal 25 Januari 2021 Bursa Efek Indonesia menerapkan klasifikasi saham baru. Sektor BEI berubah dari JASICA menjadi IDX-IC. Update dari halaman ini ada di sektor saham IDX-IC.

Sektor aneka industri di BEI (kode JASICA 4)

Sektor aneka industri (kode sektor 4) adalah salah satu sektor BEI., masuk kelompok industri manufaktur yaitu industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi (produk) atau barang setengah jadi (komponen). Industri manufaktur identik dengan pabrik. Aneka industri memiliki beberapa sub sektor. Berikut link ke daftar perusahaan dimasing-masing sub sektornya.

Klik masing-masing link berikut untuk melihat daftar perusahaannya.

No Kode Sektor JASICA Nama Sektor JASICA
1 41 Mesin & Alat Berat

(Machinery and heavy equipment)

2 42 Otomotif & Komponennya

(Automotive and components)

3 43 Tekstil & Garmen

(Textile, garment)

4 44 Alas Kaki

(Footwear)

5 45 Kabel

(Cable)

6 46 Elektronika

(Electronics)

7 49 Lainnya

(Others)

Daftar emiten selengkapnya (urut abjad)

Daftar Sektor

Analisa saham Bank Agro: Golden Cross

Analisa saham BANK AGRO

Sekilas PT Bank Agroniaga Tbk (BANK AGRO)

BANK AGRO pada mulanya didirikan atas pemahaman sepenuhnya dari Dana Pensiun Perkebunan (DAPENBUN) sebagai pengelola dana pensiun karyawan seluruh PT Perkebunan Nusantara, bahwa agrobisnis di Indonesia sangat potensial untuk dikembangkan. Maka pada saat pemerintah mengeluarkan kebijakan yang memberi kemudahan untuk membuka usaha bank pada tanggal 27 Oktober 1988, DAPENBUN mempergunakan kesempatan ini untuk mendirikan bank yang kegiatan usaha utamanya membantu pembiayaan di bidang agrobisnis.

BANK AGRO didirikan dengan maksud untuk menjalankan kegiatan usaha di bidang perbankan umum dalam arti yang seluas-luasnya secara profesional, serta berperan menunjang terwujudnya industri agrobisnis yang semakin tumbuh dan berkembang dalam sistem perekonomian nasional yang tangguh dalam era globalisasi di masa mendatang.

BANK AGRO yang didirikan dengan akte notaris Rd. Soekarsono, SH di Jakarta No. 27 tanggal 27 September 1989, kemudian memperoleh ijin usaha dari Menteri Keuangan tanggal 11 Desember 1989, mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 8 Februari 1990.

Terjadinya krisis keuangan Asia pada tahun 1997, menyeret Indonesia memasuki krisis multi-dimensional yang terburuk sepanjang sejarah. Namun BANK AGRO berhasil mempertahankan eksistensinya tanpa dukungan rekapitalisasi dari pemerintah. Keberhasilan ini disebabkan adanya penerapan pengelolaan perbankan yang senantiasa memegang teguh prinsip kehati-hatian, patuh dan taat pada landasan operasional, yang bersandar pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik, termasuk nilai-nilai utama yang dianut, serta memberdayakan sumber dana dan sumber daya guna pengembangan secara dinamis bagi keberhasilan usaha BANK AGRO.

Bank Agro mulai terjun ke lantai bursa dengan melakukan IPO (Initial Public Offering) pada tanggal 8 Agustus 2003.

Keberhasilan BANK AGRO juga tidak terlepas dari komitmen yang telah benar-benar ditunjukkan oleh Dana Pensiun Perkebunan (DAPENBUN) sebagai Pemegang Saham Pengendali, dengan terus ditingkatkannya permodalan BANK AGRO serta penyaluran dana yang terfokus dan selektif pada sektor agrobisnis, seperti kredit kepada PT Perkebunan Nusantara berikut kelompok usaha pendukungnya (rekanan dan kontraktor) maupun penyaluran dana untuk kesejahteraan para petani melalui KKPA dan KKP yang telah direkomendasi oleh PT Perkebunan Nusantara terkait.

Pada tanggal 4 Maret 2011, Bank Agro resmi diakuisisi oleh Bank BRI.

Analisa Fundamental

Dari laporan keuangan yang dipublikasikan di website Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat dirangkum beberapa indokator utama kinerja Bank Agro sebagai berikut:

  2010 2011 2012
Q2
Peningkatan      
  a. EPS 526% 125% 70%
  b. Pendapatan 3% 1% 22%
  c. Laba operasi 145% 62% 63%
ROE 5% 13% 11%
DER         9,97         9,01         7,73

Catatan : ROE 2012 sudah disetahunkan (annualized)

EPS

Dalam 3 tahun terakhir EPS selalu naik. Kenaikan EPS cukup baik, jauh diatas standar minimal 25% (versi SahamOK)

Pendapatan

Kenaikan pendapatan ditahun 2010 dan 2011 kurang meyakinkan. Namun hingga kuartal kedua tahun 2012, peningkatan pendapatan mulai signifikan dan berada diatas standar minimal 20% (versi SahamOK)

Laba Operasi

Kenaikkan laba operasi cukup seimbang dengan kenaikan EPS. Ini mencerminkan bahwa pendapatan secara dominan diperoleh dari usaha inti perusahaan.

ROE

ROE berada dibawah standar minimal 20% yang diharapkan (versi SahamOK).  Bahasa awamnya, prosentase keuntungan yang diperoleh sangat kecil bila dibandingkan dengan modal yang dimiliki.

DER

DER (Dept to Equity Ratio) atau rasio hutang terhadap modal sangat tinggi dan di tahun 2012 masih diatas 7 kali. DER yang baik harus nya kecil, tetapi karena ini adalah bank, maka semakin besar DER semakin baik karena itu mengindikasikan meningkatnya jumlah tabungan nasabah yang dikelola bank.

Secara keseluruhan Bank Agro memiliki kinerja yang tumbuh.

Likuwiditas di bursa

Awal oktober 2012 Bank Agro memiliki kapitalisasi pasar sebesar 430 milyar (lihat Kapitalisasi Pasar 2012). Dari laporan keuangan kuartal kedua tahun 2012 kepemilikan saham Bank Agro adalah :

  1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk :  79,78%
  2. Dana Pensiun Perkebunan : 14%
  3. Publik : 6,22%

Sehingga kapitalisasi yang ada di publik sekitar 26,7 milyar saja.  Jumlah yang kecil ini sangat rentan dengan manipulasi harga oleh pasar (istilah kerennya digoreng atau dikerjain bandar).  Namun karena ditopang oleh kinerja keuangan yang cukup baik, kenaikkan harga saham Bank Agro masih memungkinkan tanpa dimanipulasi pasar.

PER (Price Earning Ratio)

EPS pada laporan kuartal kedua 2012 tercatat sebesar Rp 5,6 (dilusi).  Bila disetahunkan (annualized) menjadi Rp 11,2.  Dengan harga penutupan tanggal 16 Oktober 2012 dimana AGRI ditutup diharga Rp 120, maka saham bank AGRO memilik PER sekitar 9,3 kali.

Analisa Teknikal

Secara umum dalam 3 tahun terakhir pergerakan harga saham Bank Agro masih dalam tren bearish (tren turun).  Namun ada tanda bahwa penurunan tidak lagi memcapai terendah baru.

Grafik harga saham Bank Agro 2010-2012

Tren harga mulai mengerucut (konvergen). Terlihat bahwa harga sudah berada diatas MA40 (moving average 40 hari).  Dalam waktu dekat, harga saham bank AGRO akan mecoba menebus resistennya di MA100.

Grafik tren harga saham Bank AGRO – Golden cross

Bila mampu menembus MA100 sehingga terbentuk golden cross, maka saham Bank AGRO mencoba mendekati resisten berikutnya disekitar harga 150.

Beli ga yaaaaa…..

 

Exit mobile version