Laba bersih PT Timah Tbk (TINS) 2010 meroket 201%

PT Timah Tbk (TINS)  kembali berhasil membukukan kenaikan laba bersih yang fantastis di 2010.  Naik 201% dari 313,7 milyar di tahun 2009 menjadi 947,9 milyar di tahun 2010.  Penjualan (pendapatan) juga naik 8,16% dari 7,7 trilyun menjadi 8,3 trilyun.  Sedangkan laba operasi (laba usaha) meroket 90,28%.  Laba bersih per lembar saham atau earning per share (EPS) juga meroket sejalan dengan kenaikan laba bersih.  EPS naik 203% dari Rp 62 menjadi Rp 188 per lembar saham.

Perusahaan BUMN yang bergerak di sektor tambang timah ini juga membukukan rasion laba bersih terhadap modal atau return on equity yang mengesankan yaitu 23%.  Sedangkan hutang semakin berkurang dengan rasio hutang terhadap modal atau dept to equity ratio (DER) menjadi 0,40 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : TINS-2010-tahunan-laporan-keuangan

Laporan keuangan tahunan 2010 : Laba bersih PT Elnusa Tbk (ELSA) menukik 86%

PT Elnusa Tbk mengalami kemerosotan laba bersih yang sangat tajam dikurun waktu 2010.  Laba bersih turun sebesar 86% menjadi 63,9 milyar dibanding dengan laba bersih yang diperoleh di tahun 2009 yang sebesar 466,2 milyar.  Meski pandapatan naik 15% dari 3,7 trilyun menjadi 4,2 trilyun, namun tidak mampu menaikkan laba operasi.  Laba operasi turun 52% dari 276,3 milyar menjadi 134,1 milyar. 

Perusahaan BUMN yang bergerak di sektor pertambangan minyak ini hanya memperoleh laba per lembar saham (EPS) Rp 9 per lembar saham, atau turun 86% dibanding EPS yang dicapai di tahun 2009 yang sebesar Rp 65 per lembar saham.  Emiten berkode ELSA ini juga mengalami penurunan laba bersih terhadap modal (ROE : return on equity) yang hanya 3%, jauh dibawah pencapaian ditahun 2009 yang mencapai 24%.  Sementara rasio hutang terhadap modal (DER: dept to equity ratio) meningkat menjadi 0.90 kali, naik hampir dua kali lipat dibanding rasio hutang ditahun 2009 yang hanya 0,59 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : ELSA-Laporan Keuangan 2010

Laba bersih Bukit Asam (PTBA) 2010 anjlok 26,36%

PT Bukit Asam Tbk  mengalami kemerosotan laba bersih sebesar 26,36% dari 2,73 trilyun di tahun 2009 menjadi 2,01 trilyun ditahun 2010.  Penjualan juga merosot 11,6% dari 8,95 trilyun menjadi 7,91 trilyun.  Sedangkan laba usaha (laba operasi) anjlok 35,06% dari 3,55 trilyun menjadi 2,3 trilyun.  Sejalan dengan penurunan laba bersih, laba per lembar saham atau earning per share (EPS) juga merosot 26,35% dari Rp 1184 menjadi Rp 882 per lembar saham.

Namun, perusahaan BUMN di sektor tambang batubara yang melantai di bursa saham Indonesia dengan kode saham PTBA ini masih membukukan rasio laba bersih terhadap modal atau return on equity yang tetap tinggi yaitu 31,55%.  Sedangkan rasio hutang terhadp modal atau dept to equity ration (DER) sebesar 0,37 kali.

Laporan keuangan selengkapnya: PTBA-2010-tahunan-laporan-keuangan

Laporan keuangan tahunan 2010: Laba bersih PT Semen Gresik Tbk (SMGR) hanya naik 9,23%

PT Semen Gresik Tbk di tahun 2010 masih mampu menaikkan laba bersih 9,23% dari 3,3 trilyun menjadi 3,6 trilyun.  Namun dari sisi pendapatan/penjualan mengalami penurunan 0,3% dari 14,39 trilyun menjadi 14,34 trilyun. 

Laba usaha masih mengalami kenaikan tipis 3,39% dari 4,3 trilyun menjadi 4,5 trilyun. Laba bersih per lembar saham atau earning per share naik 8,3% dari Rp 566 menjadi Rp 613 per lembar saham.  Rasio laba bersih terhadap modal atau return on equity (ROE) masih cukup tinggi sebesar 30%.  Sementara rasio hutang terhadap modal atau dept to equity ratio (DER) sebesar 0,30 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : SMGR-Laporan-keuangan-tahunan-2010

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) raih keuntungan bersih 461 milyar

PT Bank Negara Indonesia Tbk berhasil memperoleh keuntungan bersih sebesar 461 milyar selama tahun 2010.  Berbeda dengan tahun 2009 yang merugi sebesar 41 milyar.  Namun laba bersih yang dicapai di tahun 2010 masih sedikit lebih rendah dibandingkan dengan laba bersih yang diperoleh ditahun 2008 yaitu sebesar 469 milyar.  BUMN dengan kode saham BBNI ini selama tahun 2010 menghasilkan pendapatan sebesar 3,6 trilyun atau naik sebesar 17% dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh di tahun 2009 yang hanya 3.1 trilyun.

Laba operasional naik drastis menjadi 767 milyar dibandingkan dengan tahun 2009 yang hanya 37 milyar.  Laba operasi ditahun 2010 ini juga masih lebih tinggi dibandingkan dengan perolehan tahun 2008 yang sebesar 395 milyar.  Laba perlembar saham (earning per share atau EPS) juga positif menjadi Rp 8 per lembar saham.  Sedangkan di tahun 2009 laba per lembar saham negatif Rp 1 per lembar saham.  Rasio laba bersih terhadap modal (ROE : Return On Equity) hanya 6.4%.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal (DER : Dept to equity ratio) sebesar 9.40 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : Laporan tahunan Bank BNI 2010

 

Exit mobile version