Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) laba bersih 2010 terbang 704%

Laba bersih PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) 2010 meroket 704%.  Tahun 2009 laba bersih 212,7 milyar, sedangkan di tahun 2010 mencapai 1,7 trilyun.  Perusahaan yang baru melantai dibursa saham Indonesia ini memperoleh laba bersih yang meningkat tajam hasil dari restrukturisasi dan penggabungan unit-unit usaha menjelang Initial Public Offering (IPO) Oktober 2010.  Anak perusahaan Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ini juga membukukan peingkatan penjulana yang melesat 384% dari 4 trilyun mejnadi 18 trilyun. Sedangkan laba usaha (laba operasi) juga naik 564% dari 398 milyar menjadi 2,6 trilyun.

Perusahaan yang bergerak disektor barang-barang konsumsi (consumer goods) ini juga membukukan laba bersih perlembar saham (EPS) yang melonjak 684% dari Rp 46 menjadi Rp 344 per lembar saham.  Rasio laba bersih terhadap modal atau return on equity (ROE) cukup tinggi yakni mencapai 19%.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal atau dept to equity ratio (DER) mencapai 0,50 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : ICBP-2010-tahunan-laporan-keuangan

Laporan keuangan tahunan 2010: PT Indika Energy Tbk (INDY), laba bersih naik tipis 6,5%

Laba bersih PT Indika Energy di tahun 2010 mengalami kenaikan tipis sebesar 6.5% dibandingkan dengan periode tahun 2009.  Tahun 2009 laba bersihnya sebesar 725,7 milyar, sedangkan di tahun 2010 mencapai 772,7 milyar. Perusahaan yang bergerak dibidang jasa konstruksi dan tambang batubara  ini secara pendapatan (penjualan)  naik drastis sebesar 41 % dari 2,2 trilyun menjadi 3,5 trilyun.

Tingginya beban pokok penjualan dan beban operasional  menyebabkan perusahaan ini mengalami penurunan laba operasi (laba usaha) sebesar 135% alias merugi.  Tahun 2009 laba usaha sebesar 191,5 milyar sedangkan di tahun 2010 merugi sebesar 65,7 milyar.  Perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham INDY,  mendapatkan keuntungan besar di anak-anak perusahaannya sehingga menyebabkan laba bersih tetap naik.   Laba per lembar saham atau earning per share (EPS) naik 6,5% dari Rp 139 menjadi Rp 148 per lembar saham.  Rasio laba bersih terhadap modal atau return on equity (ROE) sebesar 14,2%.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal atau dept to equity ratio (DER) sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2009.  Tahun 2009 DER sebesar 1,19 kali, sedangkan di tahun 2010 menjadi 1,11 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : INDY-2010–tahunan-laporan-keuangan

Laba bersih PT Timah Tbk (TINS) 2010 meroket 201%

PT Timah Tbk (TINS)  kembali berhasil membukukan kenaikan laba bersih yang fantastis di 2010.  Naik 201% dari 313,7 milyar di tahun 2009 menjadi 947,9 milyar di tahun 2010.  Penjualan (pendapatan) juga naik 8,16% dari 7,7 trilyun menjadi 8,3 trilyun.  Sedangkan laba operasi (laba usaha) meroket 90,28%.  Laba bersih per lembar saham atau earning per share (EPS) juga meroket sejalan dengan kenaikan laba bersih.  EPS naik 203% dari Rp 62 menjadi Rp 188 per lembar saham.

Perusahaan BUMN yang bergerak di sektor tambang timah ini juga membukukan rasion laba bersih terhadap modal atau return on equity yang mengesankan yaitu 23%.  Sedangkan hutang semakin berkurang dengan rasio hutang terhadap modal atau dept to equity ratio (DER) menjadi 0,40 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : TINS-2010-tahunan-laporan-keuangan

Laba bersih Bukit Asam (PTBA) 2010 anjlok 26,36%

PT Bukit Asam Tbk  mengalami kemerosotan laba bersih sebesar 26,36% dari 2,73 trilyun di tahun 2009 menjadi 2,01 trilyun ditahun 2010.  Penjualan juga merosot 11,6% dari 8,95 trilyun menjadi 7,91 trilyun.  Sedangkan laba usaha (laba operasi) anjlok 35,06% dari 3,55 trilyun menjadi 2,3 trilyun.  Sejalan dengan penurunan laba bersih, laba per lembar saham atau earning per share (EPS) juga merosot 26,35% dari Rp 1184 menjadi Rp 882 per lembar saham.

Namun, perusahaan BUMN di sektor tambang batubara yang melantai di bursa saham Indonesia dengan kode saham PTBA ini masih membukukan rasio laba bersih terhadap modal atau return on equity yang tetap tinggi yaitu 31,55%.  Sedangkan rasio hutang terhadp modal atau dept to equity ration (DER) sebesar 0,37 kali.

Laporan keuangan selengkapnya: PTBA-2010-tahunan-laporan-keuangan

Laba operasi Borneo (BORN) 2010 melesat 1971%

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk membukukan kenaikan laba bersih yang sangat signifikan.  Tahun 2009 merugi sebesar 99,8 milyar, sedangkan tahun 2010 berhasil untung 348,8 milyar.  Perusahaan yang melantai di bursa saham Indonesia dengan kode saham BORN merupakan pendatang baru yang baru IPO tahun 2010.  Penjualan (pendapatan) naik drastis 1269%.  Sedangkan laba operasi juga naik drastis 1971%.

Hanya saja laba bersih ini tidak teralu signifikan jika dibandingkan dengan ekuitas perusahaan.  Rasio laba bersih terhadap modal atau return on equity (ROE) hanya 5,91%.  Laba bersih per lembar saham atau earning per share (EPS) juga berhasil positif sejalan dengan laba bersih menjadi Rp 61 per lembar saham dibanding tahun 2009 yag negatif Rp 80 per lembar saham.  Sedangkan rasio hutang terhadap modal atau dept to equity ratio (DER) sebesar 0,30 kali.

Laporan keuangan selengkapnya : BORN-2010-tahunan-laporan-keuangan

Exit mobile version