Laporan Keuangan PT Adaro Tbk (ADRO) kuartal 3 tahun 2010: laba bersih anjlok 52%

Laporan keuangan yang dikeluarkan PT Adaro Tbk (ADRO) menunjukkan anljoknya laba bersih perusahaan dari 3,5 trilyun menjadi 1,7 trilyun atau mengalamai penurunan sekitar 52%. EPS turun dari Rp 109,9 menjadi Rp 35 per lembar saham, merosot 68%. Pendapatan (penjualan) turun dari 20 trilyun menjadi 18 trilyun, turun 10%.  Laba usaha turun dari 7,58 trilyun menjadi 5,41 trilyun, menurun 28%.

Laporan selengkapnya : ADRO_2010__Q3

Analisis ANTM. Pola grafik huruf W (double buttom)

ANTM sedang siap-saip lepas dari wilayah konsolidasi yang terbentuk lebih dari setahun.  Pola grafik huruf W (double buttom), didukung dengan tren naik harga nikel di London Metal Exchange dan peningkatan laba bersih di kwartal 1 dan kwartal 2 tahun 2010, menjadikan ANTM sangat layak untuk dibeli.  Cermati pergerakan harga ANTM, dan bila diperdagangankan di kisaran harga 2625 dengan transaksi cukup tinggi, siap-siap membeli ANTM.

Analisa INCO sejalan dengan kenaikan harga nikel

Seiring meningkatkan harga komodoti secara umum, harga nikel di London Metal Exchange juga mengalami tren naik.  Kuartal 1 dan kuartal 2 tahun 2010, INCO berhasil menaikkan EPS nya sangat signifikan. 

Analisa secara grafik, tren harga INCO setelah mengalami 2 kali koreksi, perlahan sedang berusaha keluar dari area konsolidasi.  Pola grafis huruf W (double buttom) yang terbentuk selama lebih dari setahun, cukup memberi ruang bagi INCO untuk lepas dari area konsolidasi.

INCO – Pola grafik huruf W – double buttom

Cermati pergerakan harga INCO, dan bila diperdagangkan diangka acuan beli 5200, dan volume perdagangan hari itu cukup ramai, siap-siap membeli.

Exit mobile version