Analisis saham IRRA 2021 (metode CAN SLIM)

PT Itama Ranoraya Tbk (kode saham IRRA) adalah perusahaan publik di bidang kesehatan yang bergerak mengedepankan peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi sejak awal tahun 2000. PT Itama Ranoraya Tbk menjadi penyedia layanan kesehatan yang bermitra dengan prinsipal kesehatan terkemuka baik lokal maupun internasional seperti Oneject, Abbott, Terumo, HMD, BD (Becton, Dickinson and Company). IRRA melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 15 Oktober 2019 dan dikelompokkkan kedalam industri Penyedia & Distribusi Perlengkapan Kesehatan.Untuk memprediksi bagaimana pergerakan harga saham IRRA kedepan, kita akan lakukan analisis saham IRRA dengan motode  CAN SLIM.

Analisis saham IRRA motode CAN SLIM

Current quarter earning (laba kuartal sekarang) – Analisis CAN SLIM saham IRRA

Dalam analisis CAN SLIM saham IRRA yang pertama dilakukan adalah menganalisis poin-poin penting dilaporan keuangan kwartal terakhir. Berikut data keuangan kwartal terakhir yang sudah dipublikasikan(kuartal 3 tahun 2021)

Data keuangan Year To Date (YTD)

  30-Sep-2021
(YTD)
30-Sep-2020
(YTD)
Pertumbuhan
(YTD)
Pendapatan (milyar) (BEI)
Total revenues
1086,3 141,1 + 670%
Laba operasi (milyar) (BEI)
Operating income
116,5 11,4 + 922%
Laba bersih (milyar) (BEI)
Net income
84,9 9,0 843%
Laba per lembar saham (BEI)
Diluted Normalized EPS
53 6 783%

Data keuangan per kwartal 2021 vs 2020

  Q4 Q3 Q2 Q1
Pendapatan (milyar) (Reuters)
Total revenues
  521,1
61,7
+752%
337,0
52,7
+539%
228,2
26,7
+755%
Laba operasi (milyar) (Reuters)
Operating income
  48,8
7,6
+542%
41,5
2,4
+1.629%
26,2
1,4
+1.771%
Laba bersih (milyar) (Reuters)
Net income
  34,1
5,2
+556%
30,0
1,5
+1.900%
20,8
2,2
+845%
Laba per lembar saham (Reuters)
Diluted Normalized EPS
  19
4
+375%
20
1
+1.900%
14
1
+1.300%

Rasio-rasio keuangan

  • Return On Asset (Annual) : 14,06 %
  • Return On Average Equity (TTM) : 19,24%
  • Return On Investment (TTM) : 32,07 %

Sumber data : BEI &  Reuters

Annual Earning Increase (laba tahunan meningkat) – Analisis saham IRRA

Selanjutnya, dalam analisis CAN SLIM saham IRRA, kita lakukan analisis terhadap laporan keuangan tahunan perusahaan. Berikut data keuangan tahunan dari 2016-2020.

  2020 2019 2018 2017 2016
Pendapatan (milyar)
Total revenues
563,9 281,8 265,6 225,2 13,0
Pertumbuhan + 100% + 6% + 18% + 1632%
Laba operasi (milyar)
Operating income
78,2 43,4 43,1 36,0 1,1
Pertumbuhan + 80% + 0,7% + 20% + 3172%
Laba bersih (milyar)
Net income
60,5 33,2 32,3 24,0 0,7
Pertumbuhan + 82% + 3% + 35% + 3329%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
39,79 26,21 26,88 19,98 0,59
Pertumbuhan + 52% – 3% + 35% + 3286%

Sumber data : Reuters

New management, new product, new high (manajemen baru, produk baru, harga tertinggi baru)

Tanggal 23 Juni 2021 PT Itama Ranoraya Tbk menyampaikan fakta material bahwa PT Itama Ranoraya akan masuk ke segmen ritel. Berikut hal yang diuraikan dalam penyampaian informasi fakta material tersebut:

PT. Itama Ranoraya Tbk optimis target pertumbuhan tahun ini  sebesar 80%-100% bisa kembali diraih. Optimisme ini didukung oleh hasil performa perseroan dalam bulan pertama tahun ini (5M2021). Periode 5M2021, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp331,0 miliar atau tumbuh 366% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp71,02 miliar. Produk in vitro berupa antigen test masih penyumbang terbesar penjualan perseroan. Diikuti produk Abbott lainnya seperti Reagen dan Mesin plasma yaitu Terumo. Di semester I tahun ini, penjualan didominasi oleh segmen ritel (NonAPBN/APBD), dan ini yang membuat pertumbuhan naik signifikan.

Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif menjelaskan bahwa, sebelumnya pelanggan perseroan mayoritas adalah institusi pemerintah seperti untuk program imunisasi, pengadaan peralatan medis di rumah sakit – rumah sakit Pemerintah, sehingga membuat perolehan pendapatan secara kuartalan terdistribusi di kuartal III dan IV. Tahun ini, perseroan mulai memperkuat segmen ritel atau nonPemerintah untuk semakin memperbesar pangsa pasar produknya, dan diversivikasi segmen pelanggan yang lebih solid. “Tahun sebelumnya, porsi penjualan dari order pemerintah sangat besar dan masuknya di buku kuartal III dan IV. Sejak kuartal IV tahun lalu kami mulai masuk ke pelanggan Non-APBN/APBD baik swasta maupun ritel termasuk membuka kerjasama dengan layanan kesehatan sebagai chenel distribusi produk kami. Ini yang membuat lonjakan perolehan penjualan kami di semester I ini. Segmen swasta dan ritel relatif merata secara kuartalan, berbeda dengan segmen Pemerintah yang biasanya mulai terlihat di kuartal III dan puncaknya kuartal IV”, ungkap Heru.

Kenaikan yang cepat untuk segmen ritel juga dikarenakan produk peseroan seperti Swab Antigen Test yang kini menjadi convenience goods yang dikonsumsi secara reguler. Dan ditambah dengan status produk Swab Antigent Test perseroan dengan merk Panbio sebagai produk rekomendasi WHO karena akurasi hasilnya. Pada awal pekan lalu, Perseroan telah melakukan kerjasama melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan PT Kimia Farma Diagnostik yang merupakan anak usaha dari PT Kimia Farma Apotek yang memiliki jaringan 422 klinik dan 73 Laboratorium untuk penyediaan alat test Swab Antigent Test Panbio. Dengan kerjasama tersebut IRRA menargetkan tambahan penjualan 300.000 unit Panbio per bulannya.

Kategori segmen ritel yang menjadi target perseroan termasuk rumah sakit dan klinik-klinik laboratorium swasta dan jasa layanan kesehatan eHealth Services. Direktur Pemasaran PT Itama Ranoraya Hendry Hermen mengungkapkan tahun ini Perseroan menambah cukup signifikan SDM terutama bagian penjualan untuk masuk ke segmen ritel, masuknya perseroan di segmen ritel akan semakin lengkap dengan tambahan produk baru perseroan yaitu Avimac yang merupakan imunomodulator untuk peningkat imun tubuh. “Avimac sudah mulai berkontribusi di penjualan kuartal III dan di awal, kami targetkan bisa terjual 150.000 botol, dengan kontribusi terhadap pendapatan mencapai 4%-5% di tahun ini”, ungkap Hendry.

“Kami optimis tahun ini , bisa kembali membukukan pertumbuhan seperti tahun lalu , apalagi jika melihat performa kami di semester I tahun ini yang ditopang segmen Ritel. Di semester II , selain dari instansi pemerintah, kami akan terus mengoptimalkan segmen ritel baik melalui penjualan secara langsung maupun melalui kerjasama-kerjasama seperti yang telah kami lakukan dengan PT Kimia Farma Diagnostika. Jadi tahun depan selain pertumbuhan organik, pertumbuhan dari ekspansi inorgaik sudah bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan perseroan, sehingga perseroan bisa menjaga ritme pertumbuhannya tetap tinggi” Tutup Heru

Pola Grafik – Analisis Saham IRRA

Harga tertinggi saham IRRA adalah 4390 yang terjadi pada tanggal 13 Januari 2021. Harga saham kemudian mengalami pelemahan. Setelah konsolidasi sekitar 10 bulan, harga mulai naik kembali dan membentuk pola saucer with handle. Buy point atau resistance point ada di 2190.

Grafik harga mingguan saham IRRA 2021 – pola Saucer with handle

Saat ini harga melemah sedikit dalam proses membentuk handle. Bersiap-siap beli (buy) bila harga bergerak menuju  buy point ( ada yang menyebut pivot point adanya juga yang menyebut dengan resisten) di 2190. Jika harga saham IRRA berhasil menembus buy point alias berhasil breakout, maka besar kemungkinan harga saham IRRA akan melejit ke harga tertinggi baru, melampaui  4390.

Supply and demand (penawaran dan permintaan)

Sejak 21 Juni 2021, perdagangan saham IRRA mulai ramai dan volume transaksi meningkat. Pergerakan naik turun harga saham cukup lebar dan ditutup dengan harga yang naik tinggi pada 2 1 Juli 2021. Ini menandakan permintaan atau minat investor untuk membeli saham IRRA meningkat drastis.

Leader or laggard (pemimpin atau pecundang)

Saham IRRA berada di sektor Penyedia & Distribusi Perlengkapan Kesehatan  sendirian. Tidak ada pembanding perusahaan yang satu sektor industri dengan IRRA.

Tingkat likuiditasnya dibursa cukup tinggi sehingga saham IRRA cocok sebagai saham untuk investasi untuk tipikal investing (menahan saham cukup lama) dan juga cocok untuk tipikal trading.

Institutional sponsorship (institusi pemegang saham mayoritas)

Berdasarkan data dari Biro Administrasi Efek per tanggal 23 Juni 2021, kepemilikan saham IRRA adalah:

Nama Jenis Jumlah Persentase
DR. Tjandra Yoga Aditama
Komisaris 
Kurang dari 5% 0 0%
Dodi Nurzani
Direksi
Kurang dari 5% 0 0%
Nanan Meinanta
Komisaris
Kurang dari 5% 0 0%
Heru Firdausi Syarif
Direksi
Kurang dari 5% 0 0%
Pratoto Satno Raharjo
Direksi
Kurang dari 5% 0 0%
Hendry Herman
Direksi
Kurang dari 5% 0 0%
PT Global Dinamika
Pengendali
Lebih dari 5% 1.116.000.000 69,75%
PT Neumedik Jaya Lebih dari 5% 84.000.000 5,25%
Saham Treasury Lebih dari 5% 100.000.000 6,25%
Masyarakat Kurang dari 5% 300.000.000 18,75%

Terlihat bahwa top manajemen (direktur dan komisaris) tidak memiliki kepelikan di saham IRRA.

Market direction (arah pasar) – Analisis saham IRRA

Indeks Dow Jones

Untuk mencermati arah pasar, yang pertama perlu dicermati pergerakan indeks Dow Jones. Saat ini pasar Amerika masih bergerak dengan tren bullish.

Grafik indeks Dow Jones per 7 Desember 2021

IHSG

Grafik IHSG per 2021-12-07

IHSG menunjukkan tren sideways.

Tetap fokuskan investasi  anda pada saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Hindari melakukan kesalahan investor saham yang sangak klasik.

Analisis saham BAJA 2021 (metode CAN SLIM)

PT. Saranacentral Bajatama Tbk (kode saham BAJA) didirikan tanggal 04 Oktober 1993 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1997. Pada tanggal 08 Desember 2011, BAJA memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BAJA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham serta harga penawaran Rp250,- per saham. Seluruh saham Perusahaan telah didaftarkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 21 Desember 2011. BAJA dikelompokkkan kedalam industri baja dan besi (sektor B144 IDX-IC). Untuk memprediksi bagaimana pergerakan harga saham BAJA dalam waktu dekat, kita akan lakukan analisis saham BAJA secara fundamental dan teknikal dengan motode  CAN SLIM.

Analisis saham BAJA metode CAN SLIM

Current quarter earning (laba kuartal sekarang) – Analisis fundamental BAJA

Dalam analisis CAN SLIM saham BAJA,  yang pertama dilakukan adalah menganalisis poin-poin penting dilaporan keuangan kwartal terakhir. Berikut data keuangan kwartal terakhir yang sudah dipublikasikan(kuartal 3 tahun 2021)

Data keuangan BAJA Year To Date (YTD)

  30-Sep-2021
(YTD)
30-Sep-2020
(YTD)
Pertumbuhan
(YTD)
Pendapatan (milyar) 
Total revenues
1.180,0 916,1 + 29%
Laba operasi (milyar)
Operating income
168,9 43,8 + 286%
Laba bersih (milyar)
Net income
122,1 (0,7) +++%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
67,84 (0,41) +++%

Sumber data: softcopy laporan keuangan BAJA di website BEI

Data keuangan BAJA per kuartal 2021 vs 2020

Quarterly
  Q4 Q3 Q2 Q1  
Pendapatan (milyar)
Total revenues
  455,6
326,3
+40%
347,9
241,2
+44%
376,5
348,7
+8%
2021
2020
Growth
Laba operasi (milyar)
Operating income
  49,5
27,2
+82%
50,4
11,9
+324%
69,0
4,8
+1351%
2021
2020
Growth
Laba bersih (milyar)
Net income
  44,1
3,3
+1257%
35,7
93,2
-62%
42,3
-97,2
+++%
2021
2020
Growth
Laba per lembar saham 
Diluted Normalized EPS
  24,01
2,92
+723%
19,98
51,88
-61%
23,85
-55,21
+++%
2021
2020
Growth

Sumber data: softcopy laporan keuangan BAJA di website BEI

Rasio-rasio keuangan

  • Return On Asset (Annual) : 6,9 % (Reuters)
  • Return On Equity (YTD) : 49,19% (BEI)
  • Return On Equity (TTM): 21,59% (Reuters)
  • Return On Investment (TTM) : 102,66% (Reuters)

Sumber data : BEI & Reuters

Annual Earning Increase (laba tahunan meningkat) – Analisis fundamental BAJA

Selanjutnya, dalam analisis CAN SLIM saham BAJA, kita lakukan analisis terhadap laporan keuangan tahunan perusahaan. Berikut data keuangan tahunan dari 2016-2020.

  2020 2019 2018 2017 2016
Pendapatan (milyar)
Total revenues
1.205,0 1.072,6 1.279,8 1.218,3 978,8
Pertumbuhan + 12% – 16% + 5% + 25%
Laba operasi (milyar)
Operating income
48,8 5,0 (90,4) (28,6) 53,6
Pertumbuhan + 876% +++% —% —%
Laba bersih (milyar)
Net income
55,1 1,1 (96,7) (23,0) 34,4
Pertumbuhan + 4.909% +++% —% —%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
30,62 0,58 (53,75) (12,74) 19,06
Pertumbuhan + 5.179% +++% —% —%

Sumber data : Reuters

Secara fundamental BAJA mulai membaik kinerja keuangan di tahun 2020, Di tahun 2021 perbaikan kinerja ini terus berlanjut.

New management, new product, new high (manajemen baru, produk baru, harga tertinggi baru)

Manajemen

Pada tanggal 29 Juni 2021, BAJA mengumumkan rencana untuk melakukan PMHMETD I, dengan mengeluarkan sejumlah saham sebanyakbanyaknya 610.000.000 (enam ratus sepuluh juta) saham baru dengan nilai nominal setiap saham sebesar Rp100 (seratus Rupiah) yang dilakukan dengan mengacu pada POJK 32/2015 juncto POJK 14/2019. Baca Pengumuman right issue BAJA.

Sesuai dengan ketentuan Pasal 8 ayat (3) POJK 32/2015, jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPS atas rencana PMHMETD I sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan. Perseroan berencana untuk melaksanakan penambahan modal dalam periode 12 (dua belas) bulan
tersebut.

Rapat Umum Pemegang Saham BAJA tanggal 9 Agustus 2021 menyetujui Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“PMHMETD I”). Baca Risalah RUPS BAJA. Dengan demikian maka HMETD akan dilaksanakan dalam rentang waktu antara 9 Agustus 2021 – 8 Agustus 2022 (12 bulan).

Sebesar 98,42% hasil HMETD akan digunakan untuk melunasi perseroan kepada PT Sarana Steel dengan poko pinjaman sebesar USD 20.000.000.

Produk

Pola Grafik – Analisis Saham BAJA

Harga tertinggi saham BAJA adalah 1705 yang terjadi pada tanggal 9 Mei 2014. Harga saham kemudian anjlok drastis dikarenakan memburuknya kinerja perusahaan. Saham BAJA terpuruk hingga harga 50 pada tanggal 13 Maret 2020. Tahun 2020 hingga kwartal 3 2021, BAJA menunjukkan kinerja yang makin membaik. Harga saham mulai bergerak naik.

Grafik harga mingguan saham BAJA 8-Des-2021

Grafik harga saham BAJA secara mingguan membentuk pola menyerupai huruf W atau double buttom. Buy point atau least resistance point atau harga yang paling resisten ada di 456. Cermati bila harga mulai mendekati buy point. Jika perdagangan ramai dan volume tinggi, tunggu hingga breakout (harga menembus buy point). Buy saat breakout.

Supply and demand (penawaran dan permintaan)

Sejak 9 April 2021, perdagangan saham BAJA mulai ramai dan volume transaksi meningkat. Pergerakan naik turun harga saham cukup lebar dan ditutup dengan harga yang naik tinggi pada 25 Mei 2021. Ini menandakan permintaan atau minat investor untuk membeli saham BAJA meningkat drastis.

Leader or laggard (pemimpin atau pecundang)

Saham BAJA berada di sektor besi dan baja bersama KRAS ( Krakatau Steel) dan beberapa perusahaan lainnya. Kapitalisas saham BAJA tidak besar (kurang dari 1 trilyun per harga penutupan 8 Desember 2021). Namun diantara perusahaan dalam satu sektor, BAJA memiliki kinerja yang lebih baik mulai tahun 2020 dan berlanjut di tahun 2021.

Tingkat likuiditasnya dibursa kurang tinggi sehingga saham BAJA cocok sebagai saham untuk investasi untuk tipikal investing (menahan saham cukup lama) dan kurang cocok untuk tipikal trading.

Institutional sponsorship (institusi pemegang saham mayoritas)

Berdasarkan data dari Biro Administrasi Efek per tanggal 5 Oktober 2021, kepemilikan saham BAJA adalah:

Nama Jenis Jumlah Persentase
Soediarto Soerjoprahono
Komisaris Utama
Lebih dari 5% 146.000.000 8,11%
Ibnu Susanto
Komisaris
Lebih dari 5% 296.016.000 16,45%
Bastianus Fritz Josef Lumanauw
Komisaris (Independen)
Kurang dari 5% 0%
Handaja Susanto
Direktur Utama
Lebih dari 5% 296.096.000 16,45%
Pandji Surya Soerjoprahono
Direktur
Lebih dari 5% 296.400.000 16,47%
Entario Widjaja Susanto
Direktur
Lebih dari 5% 296.016.000 16,45%
Laksmono Tirta Kusumo Kurang dari 5% 43.792.000 2,43%
Anton Sebastian Kurang dari 5% 25.760.000 1,43%
Masyarakat Kurang dari 5% 399.920.000 22,22%

Terlihat bahwa top manajemen (direktur dan komisaris) juga memiliki  kepemilikan di saham BAJA. Ini pertanda bagus. 

Market direction (arah pasar) – Analisis saham BAJA

Indeks Dow Jones

Untuk mencermati arah pasar, yang pertama perlu dicermati pergerakan indeks Dow Jones. Saat ini pasar Amerika masih bergerak dengan tren bullish.

Grafik Indeks Dow Jones – 5 Nov 2021

IHSG

IHSG mencoba keluar dari zona sideways menuju tren bullish.

Grafik IHSG – 5 Nov 2021
 

Tetap fokuskan investasi  anda pada saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Hindari melakukan kesalahan investor saham yang sangak klasik.

Analisis saham DGNS 2021 (metode CAN SLIM)

DGNS adalah kode saham dari PT  Diagnos Laboratorium Utama Tbk. yang mulai melantai di bursa IDX dengan IPO pada tanggal 15 Januari 2021. DGNS berada satu sektor dengan PRDA (PT Prodia Widyahusada Tbk.) yaitu di sektor Penyedia Jasa Kesehatan (F121).  Untuk memprediksi bagaimana pergerakan harga saham DGNS kedepan, kita akan lakukan analisis saham DGNS dengan metode  CAN SLIM.

Diagnos Laboratorium  didirikan pada tanggal 29 Agustus 2007, anak perusahaan dari PT Bunda Investama Indonesia. Diagnos Laboratorium merupakan bagian dari BMHS (Bundamedik Healthcare System). Hadir sebagai kebutuhan masyarakat, yang berdiri dengan visi dan misi yang jelas. Kami menyediakan kualitas tinggi, handal, dan layanan laboratorium yang konsisten untuk semua mitra dan pelanggan Diagnos. Diagnos Laboratorium lahir dari ekspektasi laboratorium yang memenuhi syarat, lengkap dan berorientasi pasien.

Analisis saham DGNS metode CAN SLIM

Current quarter earning (laba kuartal sekarang) – Analisis CAN SLIM saham DGNS

Dalam analisis CAN SLIM saham DGNS yang pertama dilakukan adalah menganalisis poin-poin penting dilaporan keuangan kwartal terakhir. Berikut data keuangan kwartal terakhir yang sudah dipublikasikan(kuartal 3 tahun 2021).

Data keuangan DGNS Year To Date (YTD)

  30-Sep-21
(YTD)
30-Sep-20
(YTD)
Pertumbuhan
(YTD)
Pendapatan (milyar)
Total revenues
250,8 100,7 + 149%
Laba operasi (milyar)
Operating income
85,7 37,8 + 127%
Laba bersih (milyar)
Net income
64,0 27,8 + 130%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
51,18 27,75 + 84%

Sumber data: softcopy laporan keuangan DGNS di website BEI

Data keuangan DGNS per kuartal 2021 vs 2020

Quarterly
  Q4 Q3 Q2 Q1  
Pendapatan (milyar) 
Total revenues
  82,0
56,4
+46%
80,9
28,7
+182%
87,9
15,6
+462%
2021
2020
Growth
Laba operasi (milyar) 
Operating income
  25,1
25,7
– 2%
32,3
9,5
+240%
28,3
2,6
+998%
2021
2020
Growth
Laba bersih (milyar) 
Net income
  17,9
19,5
– 8%
24,3
6,6
+266%
21,8
1,6
+1287%
2021
2020
Growth
Laba per lembar saham 
Diluted Normalized EPS
  14,31
19,55
– 27%
19,87
7,2
+176%
17
1
+1600%
2021
2020
Growth

Sumber data: softcopy laporan keuangan DGNS di website BEI

Rasio-rasio keuangan DGNS

  • Return On Asset (Annual) : 54,9 % (Reuters)
  • Return On Equity (YTD) : 32 % (BEI)
  • Return On Equity (TTM) : – % (Reuters)
  • Return On Investment (Annual) : 69,29 % (Reuters)

Sumber data : BEIReuters

Annual Earning Increase (laba tahunan meningkat) – Analisis saham DGNS

Selanjutnya, dalam analisis CAN SLIM saham DGNS, kita lakukan analisis terhadap laporan keuangan tahunan perusahaan. Berikut data keuangan tahunan dari 2016-2020.

  2020 2019 2018 2017 2016
Pendapatan (milyar)
Total revenues
183,2 51,3 38,5 14,0
Pertumbuhan + 257% + 33% + 175%
Laba operasi (milyar)
Operating income
67,0 12,6 12,2 1,8
Pertumbuhan + 432% + 3% + 578%
Laba bersih (milyar)
Net income
52,7 9,3 9,3 1,4
Pertumbuhan + 467% + 0% + 564%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
52,69 7,42 7,41 1,11
Pertumbuhan + 610% + 0.1% + 568%

Sumber data : Reuters

New management, new product, new high (manajemen baru, produk baru, harga tertinggi baru)

RUPS  Diagnos Laboratorium Utama Tbk pada tanggal 28 Juli 2021 menetapkan beberapa keputusan diantaranya menetapkan susunan direksi dan komisaris. 

Susunan Direksi 

  1. Direktur Utama : Ir. Mesha Rizal Sini
  2. Direktur : Renobulan Rizal Sini Suheimi 
  3. Direktur : Dennis Jacobus

Susunan Komisari

  1. Komisaris Utama : Ivan Rizal Sini
  2. Komisaris : Nurhadi Yudiyantho
  3. Komisaris : Rudy B Tjahjadi

Setelah IPO, Diagnos Laboratorium Utama melakukan terobosan dan pengembangan sebagaimana yaitu :

Pola Grafik – Analisis Saham DGNS

Harga tertinggi saham DGNS adalah 1485 yang terjadi pada tanggal 5 Juli 2021. Harga kemudian mengalami koreksi hampir 6 bulan dan berfluktuasi mendatar dikisaran 750-800. Grafik menunjukkan ada kemungkinan untuk menuju golden cross

Grafik harga mingguan saham DGNS per 07 Desember 2021

Supply and demand (penawaran dan permintaan)

Permintaan tertinggi terjadi pada 30 Nopember 2021 dimana volume perdagangan sangat tinggi dan harga bergerak naik.. Ini menandakan ada akumulasi dalam partai besar.

Leader or laggard (pemimpin atau pecundang)

Saham DGNS  bukanlah pemimpin dalam artian penggerak pasar karena kapitalisasinya kecil dan saham yang beredar di masyarakat saat ini hanya dikisaran 20%. Dibandingkan dengan PRDA (yang berada di sektor yang sama), kapitalisasi saham DGNS masih jauh lebih kecil.

Tingkat likuiditasnya dibursa cukup tinggi sehingga saham DGNS bisa  sebagai saham untuk investasi untuk tipikal investing (menahan saham cukup lama) dan juga untuk  tipikal trading.

Institutional sponsorship (institusi pemegang saham mayoritas)

Berdasarkan data dari Biro Administrasi Efek per tanggal 10 November 2021, kepemilikan saham DGNS adalah:

Nama Jenis Jumlah Persentase
PT Bunda Investama Lebih dari 5% 510.000.000 40,8%
PT Bundamedik Tbk Lebih dari 5% 490.000.000 39,2%
dr. Dennis Jacobus
Direksi
Kurang dari 5% 500.000 0,2%
Masyarakat Kurang dari 5% 249.500.000 19,8%

Terlihat bahwa salah seorang top manajemen (direksi) memiliki kepemilikan 0,2% di saham DGNS.

Market direction (arah pasar) – Analisis saham DGNS

Indeks Dow Jones

Untuk mencermati arah pasar, yang pertama perlu dicermati pergerakan indeks Dow Jones. Saat ini pasar Amerika masih bergerak dengan tren bullish.

Grafik indeks Dow Jones per 7 Desember 2021

IHSG

IHSG menunjukkan tren sideways.

Grafik IHSG per 2021-12-07

Tetap fokuskan investasi  anda pada saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Hindari melakukan kesalahan investor saham yang sangak klasik.

Analisis saham PRDA 2021 (metode CAN SLIM)

PRDA adalah kode saham dari PT Prodia Widyahusada Tbk.  yang mulai melantai di bursa IDX dengan IPO pada tanggal 07-Des-2016. PRDA berada di sektor Penyedia Jasa Kesehatan (F121). Prodia menjadi Laboratorium Klinik terbaik dan terbesar di Indonesia seperti sekarang ini serta menjadi pusat rujukan nasional. Untuk memprediksi bagaimana pergerakan harga saham PRDA kedepan, kita akan lakukan analisis saham PRDA dengan motode  CAN SLIM.

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp 1,22 triliun. Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 269 outlet, termasuk di 127 kota di 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

Analisis saham PRDA motode CAN SLIM

Current quarter earning (laba kuartal sekarang) – Analisis CAN SLIM saham PRDA

Dalam analisis CAN SLIM saham PRDA yang pertama dilakukan adalah menganalisis poin-poin penting dilaporan keuangan kwartal terakhir. Berikut data keuangan kwartal terakhir yang sudah dipublikasikan(kuartal 3 tahun 2021)

  30-Sep-21 30-Sep-20 Pertumbuhan
Pendapatan (milyar)
Total revenues
1.990,6 1.202,1 + 66%
Laba operasi (milyar)
Operating income
626,1 122,3 + 412%
Laba bersih (milyar)
Net income
511,1 122,3 + 318%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
545,16 130,43 + 318%
  • Return On Asset (Annual) : 12,67 % (Reuters)
  • Return On (YTD) : 45 % (BEI)
  • Return On Investment (TTM) : 30,65 % (Reuters)

Sumber data : BEIReuters

Annual Earning Increase (laba tahunan meningkat) – Analisis saham PRDA

Selanjutnya, dalam analisis CAN SLIM saham PRDA, kita lakukan analisis terhadap laporan keuangan tahunan perusahaan. Berikut data keuangan tahunan dari 2016-2020.

  2020 2019 2018 2017 2016
Pendapatan (milyar)
Total revenues
1873,4 1744,3 1599,8 1466,0 1358,7
Pertumbuhan + 7% + 9% + 9% + 8%
Laba operasi (milyar)
Operating income
301,8 216,1 179,9 149,8 129,6
Pertumbuhan + 40% + 20% + 20% + 16%
Laba bersih (milyar)
Net income
268,7 210,3 175,5 150,8 88,1
Pertumbuhan + 28% + 20% + 16% + 71%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
286,7 225,8 187,5 160,5 115,9
Pertumbuhan + 27% + 20% + 17% + 38%

Sumber data : Reuters

New management, new product, new high (manajemen baru, produk baru, harga tertinggi baru)

RUPS  Prodia Widyahusada Tbk pada tanggal 8 April 2021 menetapkan beberapa keputusan. Perusahaan melakukan sedikit perubahan susunan direksi dan komisaris. Yang diganti adalah Komisaris independen dan Direktur independen.

Setelah IPO, Prodia Widyahusada melakukan terobosan dan pengembangan sebagaimana disebutkan di Milestone Prodia yaitu :

Pola Grafik – Analisis Saham PRDA

Harga tertinggi saham PRDA adalah 9225 yang terjadi pada tanggal 12 Juli 2021. Pola grafik harga yang terbentuk menyerupai huruf W atau lebih dikenal dengan pola Double Buttom. Saat ini harga berfluktuatif naik secara pelan-pelan untuk berusaha menembus buy point ( ada yang menyebut pivot point adanya juga yang menyebut dengan resisten) di 7650. Jika harga saham PRDA berhasil menembus buy point alias berhasil breakout, maka besar kemungkinan harga saham PRDA akan melejit ke harga tertinggi baru, melampaui  9225.

Grafik mingguan harga saham PRDA – Pola Grafik  Double Buttom

Supply and demand (penawaran dan permintaan)

Permintaan tertinggi terjadi pada 12 Maret 2021 dimana volume perdagangan sangat tinggi dan harga bergerak naik.. Ini menandakan ada akumulasi dalam partai besar.

Leader or laggard (pemimpin atau pecundang)

Saham PRDA bukanlah pemimpin dalam artian penggerak pasar karena kapitalisasinya kecil dan saham yang beredar di masyarakat saat ini hanya dikisaran 4%. Pemegang dominan saham PRDA adalah PT Prodia Utama 57% dan Bio Majesty Pte Ltd (Singapore) 18%. Namun untuk perusahaan sejenis yang berada didalam satu sektor,  PRDA adalah leader.

Tingkat likuiditasnya dibursa agak kurang sehingga saham PRDA lebih cocok sebagai saham untuk investasi untuk tipikal investing (menahan saham cukup lama) dan kurang cocok untuk tipikal trading.

Institutional sponsorship (institusi pemegang saham mayoritas)

Berdasarkan data dari Biro Administrasi Efek per tanggal 5 November 2021, kepemilikan saham PRDA adalah:

Nama Jenis Jumlah Persentase
Andi Wijaya
Komisaris Utama
Kurang dari 5% 0 0%
Gunawan Prawiro Soeharto
Komisaris
Kurang dari 5% 0 0%
Endang Wahjuningtyas Hoyaranda Komisaris Kurang dari 5% 0 0%
Kemal Imam Santoso Komisaris Independen Kurang dari 5% 0 0%
Keri Lestari Dandan Komisaris Independen Kurang dari 5% 0 0%
Dewi Muliaty Direktur Utama Kurang dari 5% 0 0%
Liana Kuswanti Direktur Kurang dari 5% 0 0%
Indriyanti Rafi Sukmawati Direktur Kurang dari 5% 0 0%
Andri Hidayat
Direktur
Kurang dari 5% 0 0%
Ida Zuraida Direktur Independen Kurang dari 5% 400 0,0000427%
Masyarakat Kurang dari 5% 38.709.900 4,13%
Yayasan Kurang dari 5% 1.034.200 0,11%
Dana Pensiun Kurang dari 5% 9.794.150 1,04%
Asuransi Kurang dari 5% 10.039.400 1,07%
PT Prodia Utama Lebih dari 5% 534.375.000 57%
Bio Majesty Pte Ltd (Singapore) Lebih dari 5% 168.750.000 18%

Terlihat bahwa top manajemen (direktur dan komisaris) hampir tidak memiliki kepelikan di saham PRDA.

Market direction (arah pasar) – Analisis saham PRDA

Indeks Dow Jones

Untuk mencermati arah pasar, yang pertama perlu dicermati pergerakan indeks Dow Jones. Saat ini pasar Amerika masih bergerak dengan tren bullish.

Grafik Indeks Dow Jones per punutupan 8 Nov 2021

IHSG

IHSG menunjukkan tren sideways.

Grafik IHSG per penutupan9 Nov 2021

Tetap fokuskan investasi  anda pada saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Hindari melakukan kesalahan investor saham yang sangak klasik.

Analisis saham MARK 2021 (metode CAN SLIM)

PT Mark Dynamics Indonesia (kode saham MARK) berdiri pada 10 April 2002 adalah perusahaan publik produsen hand former global terkemuka di Indonesia. Produk hand former  sangatlah penting dalam pembuatan sarung tangan karet dengan tujuan pemakaian yang beragam misalnya: uji coba, industri, medis, rumah tangga, dan untuk tujuan khusus. MARK melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 12 Juli 2017 dan dikelompokkkan kedalam industri Mesin dan Komponen Perindustrian (sektor C143). Untuk memprediksi bagaimana pergerakan harga saham MARK dalam waktu dekat, kita akan lakukan analisis saham MARK secara fundamental dan teknikal dengan motode  CAN SLIM.

Analisis saham MARK metode CAN SLIM

Current quarter earning (laba kuartal sekarang) – Analisis CAN SLIM saham MARK

Dalam analisis CAN SLIM saham MARK,  yang pertama dilakukan adalah menganalisis poin-poin penting dilaporan keuangan kwartal terakhir. Berikut data keuangan kwartal terakhir yang sudah dipublikasikan(kuartal 3 tahun 2021)

Data keuangan MARK  Year To Date (YTD)

  30-Sep-2021
(YTD)
30-Sep-2020
(YTD)
Pertumbuhan
(YTD)
Pendapatan (milyar)
Total revenues
832,1 344,5 + 142%
Laba operasi (milyar)
Operating income
539,2 201,7 + 167%
Laba bersih (milyar)
Net income
276,2 91,0 + 204%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
72,67 16,94 + 329%

Sumber data: softcopy laporan keuangan MARK di website BEI

Data keuangan MARK per kuartal 2021 vs 2020

Quarterly
  Q4 Q3 Q2 Q1  
Pendapatan (milyar)
Total revenues
  359,8
151,8
+137%
254,7
95,8
+166%
217,6
96,8
+125%
2021
2020
Growth
Laba operasi (milyar)
Operating income
  235,1
79,9
+194%
166,5
62,4
+167%
137,6
59,4
+132%
2021
2020
Growth
Laba bersih (milyar)
Net income
  121,0
39,2
+209%
85,9
28,4
+202%
69,3
23,2
+198%
2021
2020
Growth
Laba per lembar saham 
Diluted Normalized EPS
  31,82
3,33
+856%
22,6
7,46
+203%
18,24
6,15
+197%
2021
2020
Growth

Sumber data: softcopy laporan keuangan MARK di website BEI

Rasio-rasio keuangan

  • Return On Asset (Annual) : 24,84 % (Reuters)
  • Return On Equity (YTD) : 44% (BEI)
  • Return On Equity (TTM): 40% (Reuters)
  • Return On Investment (TTM) : 57,2 % (Reuters)

Annual Earning Increase (laba tahunan meningkat) – Analisis saham MARK

Selanjutnya, dalam analisis CAN SLIM saham MARK, kita lakukan analisis terhadap laporan keuangan tahunan perusahaan. Berikut data keuangan tahunan dari 2016-2020.

  2020 2019 2018 2017 2016
Pendapatan (milyar)
Total revenues
565,4 361,6 325,5 239,8 207,2
Pertumbuhan + 56% + 11% + 36% + 16%
Laba operasi (milyar)
Operating income
191,0 118,7 111,2 64,4 27,5
Pertumbuhan + 61% + 7% + 73% + 134%
Laba bersih (milyar)
Net income
144,0 88,0 81,9 47,1 19,6
Pertumbuhan + 64% + 7% + 74% + 140%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
37,9 23,16 21,55 12,38 6,53
Pertumbuhan + 64% + 7% + 74% + 90%

Sumber data : Reuters

New management, new product, new high (manajemen baru, produk baru, harga tertinggi baru)

Produk – Analisis saham MARK

PT. Mark Dynamics Indonesia (Perseroan) adalah produsen handformer global terkemuka di Indonesia. Didirikan pada tanggal 10 April 2002, Perseroan saat ini berkedudukan di Sumatera Utara, Indonesia. Produk Perseroan sangatlah penting dalam pembuatan sarung tangan karet dengan tujuan pemakaian yang beragam: uji coba, industri, medis, rumah tangga, dan bahkan pembuatan sesuai pesanan.

Perseroan dimulai dengan memproduksi hanya 50.000 unit per bulan di tahun 2003. Secara perlahan, Perseroan terus meningkatkan kapasitas produksinya, dan saat ini telah mencapai 1.400.000 unit per bulan. Pabrik utama berlokasi di Kawasan Industri Medan STAR, Sumatera Utara dengan luas lahan kurang lebih 15.000 meter persegi, dengan kapasitas produksi saat ini berada di angka 600,000 unit per bulan.

Sementara itu, pabrik kedua, yang telah mulai beroperasi di 2019, berlokasi di Tanjung Morawa, Sumatera Utara dengan luas lahan kurang lebih 90.000 meter persegi. Tahun itu ditutup dengan kapasitas produksi 100.000 unit per bulan. Di akhir tahun 2020, pabrik tersebut telah mencapai kapasitas 550.000 unit per bulan. Digabungkan dengan pabrik utama, Perseroan memiliki kapasitas rata-rata 800.000 unit per bulan di sepanjang tahun 2020. Perseroan memulai tahun 2021 dengan menaikkan total kapasitas menjadi 1.100.000 unit per bulan, dan ditargetkan akan mencapai 1.800.000 unit per bulan di akhir tahun nanti. Dengan demikian, rerata output Perseroan dari kedua pabrik diperkirakan akan mencapai 1.400.000 unit per bulan di tahun ini.

Di tahun 2020, Perseroan memutuskan untuk masuk ke bisnis sanitasi. Kloset produksi Perseroan sebagian terbuat dari limbah produksi handformer keramik dalam upaya mengurangi biaya. Program Pemerintah Indonesia membangun sejuta rumah menjadi faktor pendorong positif terhadap penjualan lantaran kloset Perseroan ditujukan untuk segmen pasar menengah ke bawah. Di bulan Oktober 2020, Perseroan mengakuisisi PT. Berjaya Dynamics Indonesia, distributor produk-produk pertanian seperti penyemprot, pestisida, dan lainnya.

Perseroan melakukan Penawaran Perdana di tahun 2017 dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Hingga hari ini, Perseroan mendominasi produk-produk handformer dengan pangsa pasar global sekitar 40%, menjadikan Perseroan sebagai pemimpin pasar di industrinya. Kunci kesuksesan Perseroan terletak pada integritas dan efisiensi.

Pola Grafik – Analisis Saham MARK

Harga tertinggi saham MARK adalah 1305 yang terjadi pada tanggal 12 Januari 2021. Harga saham kemudian mengalami pelemahan yang membentuk pola grafik harga  menyerupai cangkir bertangkai atau lebih dikenal dengan pola Cup with handle. Saat ini harga berfluktuatif naik dan sangat volatile  bergerak menuju buy point ( ada yang menyebut pivot point adanya juga yang menyebut dengan resisten) di 1255. Jika harga saham MARK berhasil menembus buy point alias berhasil breakout, maka besar kemungkinan harga saham MARK akan melejit ke harga tertinggi baru, melampaui  1305.

Grafik harga saham mingguan saham MARK – pola  cup with handle

Supply and demand (penawaran dan permintaan)

Sejak 7 Oktober 2021, perdagangan saham MARK mulai ramai dan volume transaksi meningkat. Pergerakan naik turun harga saham cukup lebar dan ditutup dengan harga yang naik tinggi pada 25 Oktober 2021. Ini menandakan permintaan atau minat investor untuk membeli saham MARK meningkat drastis.

Leader or laggard (pemimpin atau pecundang)

Saham MARK didalam sektor industrinya berada sendirian. Tidak ada pembanding perusahaan yang satu produk  dengan MARK. Menuasai pangsa pasar global sekitar 40%. Jadi bisa dikatakan MARK adalah leader di sektornya.

Tingkat likuiditasnya dibursa cukup tinggi sehingga saham MARK cocok sebagai saham untuk investasi untuk tipikal investing (menahan saham cukup lama) dan juga cocok untuk tipikal trading.

Institutional sponsorship (institusi pemegang saham mayoritas)

Berdasarkan data dari Biro Administrasi Efek per tanggal 7 Oktober 2021, kepemilikan saham MARK adalah:

Nama Jenis Jumlah Persentase
Tecable (HK) Co. Limited Lebih dari 5% 2.995.238.555 78,82%
Sutiyoso Bin Risman
Direktur
Kurang dari 5% 101.032.555 2,66%
Chin Kien Ping
Komisaris Utama
Kurang dari 5% 77.376.100 1,88%
Cahaya Dewi Surbakti
Direktur (Independen)
Kurang dari 5% 7.348.700 0,19%
Masyarakat Kurang dari 5% 626.353.100 16,45%

Terlihat bahwa top manajemen (direktur dan komisaris) juga memiliki  kepemilikan di saham MARK. Ini pertanda bagus. 

Market direction (arah pasar) – Analisis saham MARK

Indeks Dow Jones

Untuk mencermati arah pasar, yang pertama perlu dicermati pergerakan indeks Dow Jones. Saat ini pasar Amerika masih bergerak dengan tren bullish.

Grafik Indeks Dow Jones – 5 Nov 2021

IHSG

IHSG mencoba keluar dari zona sideways menuju tren bullish.

Grafik IHSG – 5 Nov 2021

Tetap fokuskan investasi  anda pada saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Hindari melakukan kesalahan investor saham yang sangak klasik.

Exit mobile version