Saham ROE tertinggi 2021 di Bursa Efek (Perusahaan Publik)

Saham  ROE tertinggi 2021 dari perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Daftar perusahaan ROE tertinggi 2021 dibuat berdasarkan laporan keuangan tahunan 2020 yang diterbitkan per tanggal 31 Maret 2021. Daftar hanya menampilkan perusahaan dengan ROE diatas  20%

Saham ROE tertinggi 2021 di Bursa Efek (Perusahaan Publik)

ROE dapat digunakan sebagai salah satu indikator dalam memilih saham unggulan. Perlu dikombinasikan dengan indikator lain seperti kenaikan EPS.

No Kode
Saham
Nama
Perusahaan
Sektor IDX-IC ROE
2020A
1 AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Makanan olahan (D222) 145%
2 UNVR Unilever Indonesia Produk perawatan tubuh (D421) 140%
3 DGNS Diagnos Laboratorium Utama Penyedia Jasa Kesehatan (F121) 72%
4 PALM Provident Agro Perkebunan dan Tanaman Pangan (D232) 67%
5 BAJA Sarana Central Bajatama Baja & besi (B144) 55%
6 AMOR Ashmore Asset Management Indon Manajemen Investasi (G311) 49%
7 APEX Apexindo Pratama Duta Jasa Pengeboran Minyak & Gas (A131) 49%
8 BYAN Bayan Resources Produksi batu bara (A121) 46%
9 MARK Mark Dynamics Indonesia Sahamu Mesin & Komponen Perindustrian (C143) 41%
10 KOIN Kokoh Inti Arebama Produk dan perlengkapan bangunan  (C121) 39%
11 SRTG Saratoga Investama Sedaya Perusahaan Investasi (G512) 33%
12 TGKA Tigaraksa Satria Makanan olahan (D222) 32%
13 TOWR Sarana Menara Nusantara Jasa telekomunikasi nirkabel (J321) 30%
14 SCMA Surya Citra Media Industri Penyiaran (E612) 28%
15 SIDO Industri Jamu dan Farmasi Sido Farmasi (F211) 27%
16 KEJU Mulia Boga Raya Produk Susu Olahan (D221) 27%
17 GEMS Golden Energy Mines Produksi batu bara (A121) 27%
18 STTP Siantar Top Makanan olahan (D222) 26%
19 ARNA Arwana Citramulia Produk & Perlengkapan Bangunan (C121) 26%
20 IRRA Itama Ranoraya Penyedia & Distribusi Perlengkapan Kesehatan (F112) 25%
21 SCPI Merck Sharp Dohme Pharma Farmasi (F211) 25%
22 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Makanan olahan (D222) 24%
23 CITA Cita Mineral Investindo Aluminium (B141) 24%
24 DMAS Puradelta Lestari Pengembang & operator real estat (H111) 22%
25 SMSM Selamat Sempurna Suku cadang otomotif (E111) 22%
26 ULTJ Ultra Jaya Milk Industry Produk Susu Olahan (D221) 21%
27 SUPR Solusi Tunas Pratama Jasa telekomunikasi nirkabel (J321) 21%
28 PBID Panca Budi Idaman Wadah & Kemasan (B131) 21%
29 TLKM Telekomunikasi Indonesia Jasa telekomunikasi terintegrasi (J321) 21%
30 LINK Link Net Jasa telekomunikasi kabel (J311) 20%
31 ENRG Energi Mega Persada Produksi & penyulingan migas (A111) 20%
32 MLPT Multipolar Technology Jasa & konsultan TI (I121) 20%
33 HEAL Medikaloka Hermina Penyedia Jasa Kesehatan (F121) 20%
34 MYOR Mayora Indah Makanan olahan (D222) 20%

Tetap fokuskan investasi  anda pada saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Hindari melakukan kesalahan investor saham yang sangak klasik.

Analisis saham ARNA 2021 (metode CAN SLIM)

ARNA adalah kode saham dari PT Arwana Citramulia Tbk.  yang mulai melantai di bursa IDX dengan IPO pada tanggal 17-Jul-2001. ARNA berada di sektor Produk dan Perlengkapan Bangunan. PT Arwana Citramulia Tbk (Arwana) adalah perusahaan publik yang tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Arwana Citramulia Tbk memproduksi ubin keramik dengan biaya yang kompetitif untuk melayani segmen pasar bawah dan menengah secara nasional. Produk Arwana Citramulia Tbk  dijual dengan merek ‘Arwana’, nama merek yang menandakan kualitas dan keterjangkauan. Pada tahun 2011, lini produk baru dengan kualitas yang lebih baik diperkenalkan untuk menangkap segmen pasar menengah ke atas, yang dipasarkan dengan merek ‘UNO’. Untuk memprediksi bagaimana pergerakan harga saham ARNA kedepan, kita akan lakukan analisis saham ARNA dengan motode  CAN SLIM.

Analisis saham ARNA motode CAN SLIM

Current quarter earning (laba kuartal sekarang)

Dalam analisis saham ARNA dengan metode  CAN SLIM, yang pertama dilakukan adalah menganalisis poin-poin penting dilaporan keuangan kwartal terakhir. Berikut data keuangan kwartal terakhir yang sudah dipublikasikan(kuartal 1 tahun 2021)

  31-Mar-21 31-Mar-20 Pertumbuhan
Pendapatan (milyar)
Total revenues
662,4 583,6 + 14%
Laba operasi (milyar)
Operating income
151,4 83,9 + 80%
Laba bersih (milyar)
Net income
118,3 65,7 + 80%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
16,06 8,93 + 80%
  • Return On Asset (Annual) : 17,31 %
  • Return On Average Equity (TTM) : 33,45%
  • Return On Investment (TTM) : 31,54 %

Sumber data : Reuters

Annual Earning Increase (laba tahunan meningkat)

Selanjutnya, dalam analisis  saham ARNA metode CAN SLIM, kita lakukan analisis terhadap laporan keuangan tahunan perusahaan. Berikut data keuangan tahunan dari 2016-2020.

  2020 2019 2018 2017 2016
Pendapatan (milyar)
Total revenues
2211,7 2151,8 1971,5 1733,0 1512,0
Pertumbuhan + 3% + 9% + 14% + 15%
Laba operasi (milyar)
Operating income
420,1 289,5 222,2 186,7 143,0
Pertumbuhan + 45% + 30% + 19% + 31%
Laba bersih (milyar)
Net income
323,0 215,5 156,6 120,8 90,5
Pertumbuhan + 50% + 38% + 30% + 33%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
44,31 29,33 21,24 16,43 12,31
Pertumbuhan + 51% + 38% + 29% + 33%

Sumber data : Reuters

Data EPS dari Annual Report

EPS ARNA 2006-2020

Berikut adalah data EPS dari Annual Report yang disediakan di website Arwana. EPS tersebut adalah angka sesuai dengan yang tertera di annual report Arwana.

EPS ARNA 2006-2020
EPS ARNA 2006-2020 setelah penyesuaian stocksplit

ARNA melakukan pemecahan saham (stocksplit) pada tanggal 28 Juni 2013 dengan rasio 1:4. Untuk membandingkan kinerja operasional Arwana  dari tahun ke tahun maka EPS tahun 2012 dan sebelumnya kita bagi dengan 4.

EPS ARNA 2006-2020 setelah penyesuaian stocksplit 1:4 di tahun 2013

New management, new product, new high (manajemen baru, produk baru, harga tertinggi baru)

RUPS  Arwana Citramulia Tbk pada tanggal 8 Maret 2021 menetapkan beberapa keputusan. Perusahaan tidak melakukan perubahan sususnan Direksi maupun susunan Komisaris.

Setelah IPO, Arwana Citramulia Tbk  melakukan terobosan dan pengembangan sebagaimana disebutkan di Milestone Arwana yaitu :

  • Sejak mulai beroperasi pada tahun 1995, sepenuhnya mengembangkan keahlian kami dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan desain kreatif. Portofolio produk Arwana Citramulia Tbk  sangat beragam meliputi motif seperti Timbul, Mewah, Marmer, Polos, Granitas, Rustic, Strata dan Kayu, dan ukuran seperti 20×20, 20×25, 25×25, 25×40, 25×50, 40×40 dan 50x50cm.
  • PT Primagraha Keramindo (PGK) sebagai anak perusahaan Arwana dan distributor tunggal produk Arwana dan UNO. PGK terhubung dengan jaringan luas 46 sub-distributor yang tersebar di hampir setiap kota besar dan kecil di Indonesia, dan lebih dari 25 ribu gerai ritel di seluruh tanah air. Kecakapan pemasaran dan distribusi ini dikombinasikan dengan layanan purna jual yang sangat baik memungkinkan kehadiran yang kuat bagi perusahaan di pasar regional di seluruh kepulauan Indonesia.
  • memperoleh beberapa sertifikasi industri yang dikeluarkan oleh lembaga nasional maupun organisasi regional dan internasional untuk standardisasi, antara lain Proper Hijau dan SNI (Indonesia), SIRIM (regional) dan ISO (internasional)
  • Arwana mengoperasikan lima pabrik yang berlokasi di lima lokasi berbeda. Plant I dan Plant II, masing-masing di Tangerang dan Serang, melayani pasar domestik di Indonesia bagian barat. Plant III yang berlokasi di Gresik sebagian besar melayani konsumen di Indonesia bagian timur, sedangkan Plant IV di Ogan Ilir melayani pasar di Pulau Sumatera. Fasilitas produksi terbaru kami adalah Pabrik V yang berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur, yang mulai beroperasi pada awal tahun 2016. Pabrik V ditujukan untuk memproduksi ubin dinding. Pada 2018, Arwana memiliki total kapasitas terpasang 57,37 juta meter persegi per tahun dengan rencana ekspansi lebih lanjut di tahun-tahun mendatang.
  • Pada tahun 2011, Arwana memiliki lini produk baru dengan kualitas yang lebih baik diperkenalkan untuk menangkap segmen pasar menengah ke atas, yang dipasarkan dengan merek ‘UNO’.
  • Pada tahun 2018, setelah melayani pasar Indonesia selama lebih dari dua dekade, Arwana terus dapat mempertahankan pertumbuhan yang stabil dan berkomitmen untuk terus meningkatkan pencapaian kami. Pertumbuhan Arwana selama bertahun-tahun dapat dikaitkan dengan semangat untuk berinovasi, dan fleksibilitas dalam mengadopsi teknologi terbaru, termasuk metode ilmiah dan teknis terbaru yang berkontribusi pada pelestarian lingkungan, atau juga disebut sebagai ‘teknologi hijau’.
  • Arwana merupakan perusahaan sadar lingkungan yang telah dianugerahi Penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian Indonesia selama tujuh tahun berturut-turut dari 2011 hingga 2017. Arwana juga merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi ISO 14001 untuk sistem manajemen lingkungannya. Pabrik Arwana dibangun secara khusus dan beroperasi memprioritaskan keberlanjutan.
  •  

Pola Grafik

Harga tertinggi saham ARNA terjadi pada 27 April 2014 yaitu 1030 (setelah disesuaikan dengan stock split) . Saham ARNA kemudian mengalami masa konsolidasi yang cukup panjang selama lebih kurang 6 tahun.  Tahun 2020 harga saham ARNA sudah mulai bangkit dan mencapai harga tertinggi dalam fase kenaikan ini di harga 790.

Grafik harga saham ARNA (mingguan) – pola Double Buttom

Pada tanggal  11 Juni 2021 harga saham ARNA ditutup di 770. Pola grafik harga yang terbentuk menyerupai huruf W atau lebih dikenal dengan pola Double Buttom. Saat ini harga berfluktuatif naik secara pelan-pelan untuk berusaha menembus buy point ( ada yang menyebut pivot point adanya juga yang menyebut dengan resisten) di 785. Jika harga saham ARNA berhasil menembus buy point alias berhasil breakout, maka besar kemungkinan harga saham  ARNA akan melejit ke harga tertinggi baru.

Supply and demand (penawaran dan permintaan)

Kalau dilihat dari grafik, sudah terlihat ada peningkatan volume sembari harga bergerak naik.

Leader or laggard (pemimpin atau pecundang)

Saham ARNA berada di papan utama dan merupakan pemimpin di industri ubin keramik.  Tingkat likuiditasnya dibursa agak kurang sehingga saham ARNA agak kurang sehingga lebih cocok sebagai saham untuk investasi untuk tipikal investing (menahan saham cukup lama) dan kurang cocok untuk tipikal trading.

Institutional sponsorship (institusi pemegang saham mayoritas)

Berdasarkan data dari Biro Administrasi Efek per tanggal 31  Mei 2021, kepemilikan saham ARNA adalah:

Nama Jenis Jumlah Persentase
PT Suprakreasi Eradinamik Lebih dari  5% 1.034.146.200 14,09%
Tandean Rustandy
Direktur Utama
Lebih dari  5% 2.739.979.400 37,32%
Masyarakat (domestik) Kurang dari 5% 1.011.380.182 13,78%
Masyarakat (asing) Kurang dari 5% 2.555.925.194 34,82%

Terlihat bahwa top manajemen (direktur utama) memiliki lebih dari 37% saham ARNA. Dari sisi masyarakat ( memiliki kurang dari 5%) lebih banyak dibeli ileh asing.

Market direction (arah pasar)

Indeks Dow Jones

Untuk mencermati arah pasar, yang pertama perlu dicermati pergerakan indeks Dow Jones. Saat ini pasar Amerika masih bergerak dengan tren bullish.

Dow Jones-2021-06-10

IHSG

IHSG menunjukkan tren bearish.

Tetap fokuskan investasi  anda pada saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Hindari melakukan kesalahan investor saham yang sangak klasik.

Analisis saham JTPE metode CAN SLIM 2021

JTPE adalah kode saham dari PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. Saham JTPE terdaftar di BEI dalam kelompok sub sektor saham advertising, printing dan media. Perusahaan berdiri tahun 1990, bergerak dalam penyediaan solusi percetakan sekuriti baik dokumen ,label dan hologram, teknologi kartu yaitu kartu pembayaran, kartu sekuriti, kartu reguler dan Biro Personalisasi, percetakan komersial berupa dokumen bisnis, promoplus, gameplus, dan label premium serta penyediaan teknologi informasi. Pada tahun 2010, Perusahaan membuka lokasi baru untuk divisi kartu sekuriti dan telah memperoleh sertifikasi MasterCard untuk vendor kartu dan chip embedder serta sertifikasi VISA sebagai pemanufaktur kartu dan chip embedder yang telah memenuhi standar VISA. Ditahun 2018, Perusahaan memperoleh berbagai sertifikasi, di antaranya ISO 14298:2013 dari INTERGRAF dalam hal pengoperasian manajemen proses security printing, sertifikat lisensi dari JCB untuk pemanufaktur dalam hal manufaktur kartu dan chip embedding pada produk kartu Perusahaan, serta otorisasi fasilitas dan barang dagangan dari PT Walt Disney Indonesia. Di tahun 2019, Toppan Printing, perusahaan raksasa US $ 15 miliar Jepang, melalui Toppan Gravity masuk sebagai pemegang saham terbesar kedua dan akan secara aktif bermitra di berbagai lini usaha Perusahaan. Untuk memprediksi bagaimana pergerakan harga saham JTPE di tahun 2021, kita akan lakukan analisis saham JTPE menggunakan metode CAN SLIM.

Analisis saham JTPE metode CAN SLIM

Current quarter earning (laba kwartal sekarang) – Analisis saham JTPE

Dalam analisis saham JTPE metode CAN SLIM yang pertama dilakukan adalah menganalisis poin-poin penting dilaporan keuangan kwartal terakhir. Berikut data keuangan kwartal terakhir yang sudah dipublikasikan(kwartal 3 tahun 2020)

30-Sep-20 30-Sep-19 Pertumbuhan
Pendapatan (milyar)
Total revenues
452,7 277,2 + 63%
Laba operasi (milyar)
Operating income
77,8 51,3 + 52%
Laba bersih (milyar)
Net income
50,7 27,3 + 85%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
29,58 15,98 + 85%

Return On Assets (Annual) : 16.29%
Return On Equity (TTM) :  12.99%
Return On Average Equity (Annual) :  25.69%
Return On Average Equity (TTM) :  24.28%
Return On Investment (Annual) :  26.45%
Return On Investment (TTM) : 23.98%
Return On Average Assets (5Y) :  10.71%
Return On Average Equity (5Y) :  19.9%
Return On Investment (5Y) : 18.99%

Sumber data : Reuters

Annual Earning Increase (laba tahunan meningkat) – Analisis saham JTPE

Selanjutnya, dalam analisis saham JTPE metode CAN SLIM kita analisis laporan keuangan tahunan perusahaan. Berikut data keuangan tahunan dari 2016-2019.

2019 2018 2017 2016 2015
Pendapatan (milyar)
Total revenues
1438,2 1269,8 1233,5 1115,7 984,5
Pertumbuhan + 13% + 3% + 11 + 13%
Laba operasi (milyar)
Operating income
256,2 185,9 145,7 127,0 117,7
Pertumbuhan + 38% + 28% + 15% + 8%
Laba bersih (milyar)
Net income
168,0 112,3 77,5 77,7 62,8
Pertumbuhan + 50% + 45% – 0,2% + 24%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
98,1 57,39 45,25 45,09 36,77
Pertumbuhan + 71% + 27% + 0,4% + 23%

Sumber data : Reuters

New management, new product, new high (manajemen baru, produk baru, harga tertinggi baru)

Harga tertinggi saham JTPE terjadi pada tanggal 29 Juli 2019 yaitu menjapai harga Rp 1050 per lembar saham.Harga kemudian terkoreksi dan meluncur turun. Penurunan harga saham juga diperparah oleh adanya Corona. Namun saat ini harga saham JTPE sudah bergerak naik kembali mendekati harga tertingginya.

Penggunaan kartu smartcard untuk transaksi non tunai di Indonesia masih rendah. Ini merupakan potensi pasar yang cukup besar bagi produk-produk Jasuindo Tiga Perkasa Tbk.

Pola Grafik – Analisis saham JTPE

Pada tanggal 30 Desember 2020 kemaren harga saham JTPE ditutup di 1010. Pola grafik harga yang terbentuk menyerupai huruf W atau Double bottom. Saat ini harga sudah hampir menembur  buy point ( ada yang menyebut pivot point adanya juga yang menyebut dengan resisten) di 1015. Jika harga saham JTPE berhasil menembus buy point alias berhasil breakout, maka besar kemungkinan harga saham JTPE akan melejit ke harga tertinggi baru, melampaui 1050.

Analisis saham JTPE metode CAN SLIM 2021 – double bottom

Supply and demand (penawaran dan permintaan)

Dalam beberap bulan terakhir, dengan mengamati grafik harian terlihat bahwa volume perdagangan saham JTPE semakin besar dan harga bergerak naik. Ini mengindikasikan bahwa permintaan (minat) investor akan saham JTPE semakin meningkat.

Analisis saham JTPE metode CAN SLIM 2021 – supply and demand

Leader or laggard (pemimpin atau pecundang)

Jika dilihat sektor usaha yang dijalankan oleh Jasuindo Tiga Perkasa Tbk maka emiten ini termasuk pemimpin di sektornya. Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) pada tanggal 2 Apri 2018 melalui anak perusahaannya bahkan mengakuisisi 55% saham anak perusahaan Jasuindo Tiga Perkasa Tbk yaitu PT Cardsindo Tiga Perkasa (Cardsindo). Beritanya disini.

Institutional sponsorship (institusi pemegang saham mayoritas)

Pemegang saham JTPE saat ini (per penutupan bursa tanggal 30 Desember 2020) adalah sebagai berikut :

Nama Jenis Jumlah Persentase
PT. JASUINDO MULTI INVESTAMA Lebih dari 5% 782.397.500 45.67%
TOPPAN GRAVITY LIMITED Lebih dari 5% 342.602.500 20%
OEI, ALLAN WIBISONO
Direktur Utama
Kurang dari 5% 12.500.000 0.73%
YONGKY WIJAYA
Komisaris Utama
Kurang dari 5% 75.000.000 4.38%
OEI, MELINDA POERWANTO Kurang dari 5% 37.500.000 2.19%
MASYARAKAT Kurang dari 5% 463.012.500 27.03%

Sumber data : BEI per 30 Desember 2020

Institusi yang memiliki saham JTPE yang dominan saat ini adalah PT. JASUINDO MULTI INVESTAMA dan perusahaan Jepang TOPPAN GRAVITY LIMITED.

Suatu pertanda baik bahwa Direktur Utama dan Komisaris Utama juga memegang saham JTPE dalam porsi yang sangat signifikan.  Total saham yang dipegang oleh manajemen puncak (Direktur Utama dan Komisaris Utama) adalah adalah  5,11%. Jika manajemen puncak berani menguasai porsi saham yang cukup besar, maka ini mengindikasikan bahwa kinerja Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. dimasa mendatang akan semakin bagus (jika tidak, mereka pasti sudah melepas sahamnya karena mereka tahu lebih dulu kinerja perusahaan saat ini dan prospek kedepan)

Market direction (arah pasar) – Analisis saham JTPE

Indeks Dow Jones

Untuk mencermati arah pasar, yang pertama perlu dicermati pergerakan indeks Dow Jones. Saat ini pasar Amerika masih bergerak dengan tren bullish.

Dow Jones-2020-12-30

IHSG

IHSG juga menunjukkan tren bullish.

IHSG-2020-12-30

Tetap fokuskan investasi  anda pada saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Hindari melakukan kesalahan investor saham yang sangak klasik.

Analisis saham KEJU metode CAN SLIM 2021

KEJU adalah kode saham dari PT Mulia Boga Raya Tbk. Saham KEJU melakukan penawaran perdana ke public melalui IPO (Initial Public Offering) pada tanggal 25 November 2019 dan terdaftar di BEI pada sub sektor saham Makanan dan Minuman. Perseroan memproduksi Keju Cheddar dengan merk-nya sendiri yaitu Prochiz dengan kemasan 2 Kg dan 180 gram untuk konsumsi didalam negeri dan juga ekspor terutama ke Thailand, Malaysia dan Filipina. Untuk memprediksi bagaimana pergerakan harga saham KEJU di tahun 2021, kita akan lakukan analisis saham KEJU menggunakan metode CAN SLIM.

Analisis saham KEJU metode CAN SLIM

Current quarter earning (laba kwartal sekarang) – Analisis saham KEJU

Dalam analisis saham KEJU metode CAN SLIM yang pertama dilakukan adalah menganalisis poin-poin penting dilaporan keuangan kwartal terakhir. Berikut data keuangan kwartal terakhir yang sudah dipublikasikan(kwartal 3 tahun 2020)

30-Sep-20 30-Sep-19 Pertumbuhan
Pendapatan (milyar)
Total revenues
258,3 250,2 + 3%
Laba operasi (milyar)
Operating income
75,1 44,0 + 71%
Laba bersih (milyar)
Net income
62,1 31,2 + 99%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
41,36 20,86 + 98%

Return On Asset (Annual) : 16,30 %
Return On Average Equity (Annual) : 24,20%
Return On Investment (Annual) : 22.77 %

Sumber data : Reuters

Annual Earning Increase (laba tahunan meningkat) – Analisis saham KEJU

Selanjutnya, dalam analisis saham KEJU metode CAN SLIM kita analisis laporan keuangan tahunan perusahaan. Berikut data keuangan tahunan dari 2016-2019.

2019 2018 2017 2016
Pendapatan (milyar)
Total revenues
978,8 856,7 788,5 723,9
Pertumbuhan + 14% + 9% + 9%
Laba operasi (milyar)
Operating income
136,9 95,9 62,5 50,8
Pertumbuhan + 43% + 54% + 23%
Laba bersih (milyar)
Net income
98,0 67,5 42,9 28,3
Pertumbuhan + 45% + 57% + 51%
Laba per lembar saham
Diluted Normalized EPS
83,62 45,87 28,48 18,69
Pertumbuhan + 82% + 61% + 52%

Sumber data : Reuters

New management, new product, new high (manajemen baru, produk baru, harga tertinggi baru)

Pada tanggal  14 Oktober 2020 lalu, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD) membeli 825 juta saham emiten konsumer  PT Mulia Boga Raya Tbk. (KEJU). Jumlah pembelian ini setara dengan 55 persen kepemilikan. Saham yang dibeli oleh PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. merupakan saham dari para pemegang saham pendiri perseroan. Dengan perubahan komposisi kepemilikan ini menjadikan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. sebagai pemegang kendali perusahaan PT Mulia Boga Raya Tbk..

Pada tanggal 27 November 2020, PT Mulia Boga Raya Tbk. mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam RUPSLB tersebut dilakukan perubahan personalia dari manajemen puncak yaitu Dewan Komisaris dan Dewan Direksi sehingga PT Mulia Boga Raya Tbk. saat ini dijalankan oleh manajemen baru.

Harga tertinggi saham KEJU terjadi diawal IPO yaitu menjapai harga Rp 1755 per lembar saham.Harga kemudian terkoreksi dan meluncur turun. Penurunan harga saham juga diperparah oleh adanya Corona. Namun saat ini harga saham KEJU sudah bergerak naik kembali mendekati harga tertingginya.

Pola Grafik – Analisis saham KEJU

Pada tanggal 30 Desember 2020 kemaren harga saham KEJU ditutup di 1355. Pola grafik harga yang terbentuk menyerupai cangkir yang bertangkai atau cup with handle. Saat ini harga berfluktuatif naik secara pelan-pelan untuk berusaha menembus buy point ( ada yang menyebut pivot point adanya juga yang menyebut dengan resisten) di 1525. Jika harga saham KEJU berhasil menembus buy point alias berhasil breakout, maka besar kemungkinan harga saham KEJU akan melejit ke harga tertinggi baru, melampaui 1755.

Grafik saham KEJU – Cup with Handle – Cup and Handle

Supply and demand (penawaran dan permintaan)

Permintaan tertinggi terjadi saat PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. membeli 55% saham KEJU. Setelah proses pembelian selesai, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. masih melanjutkan hendak membeli saham KEJU sebanyak 5% lagi melalui mekanisme Tender Wajib. Direntang waktu tender wajib ini, harga saham mulai bergerak naik dari kisaran 1150 hingga 1340.

Jika PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. tidak berhasil membeli direntang waktu Tender Wajib ini, kemungkinan akan melanjutkan pembelian dipasar reguler.

Leader or laggard (pemimpin atau pecundang)

Saham KEJU bukanlah pemimpin dalam artian penggerak pasar karena kapitalisasinya kecil dan saham yang beredar di masyarakat saat ini hanya dikisaran 6%. Hal ini menyebabkan tingkat likuiditasnya dibursa agak kurang.

Saham tidak cocok bagi tipikal trader yang bergerak keluar masuk dengan cepat, tetapi lebih cocok bagi tipikal investor yang tidak melakukan jual beli dalam waktu singkat.

Institutional sponsorship (institusi pemegang saham mayoritas)

Pemegang saham KEJU saat ini (per penutupan bursa tanggal 30 Desember 2020) adalah sebagai berikut :

Nama Jenis Jumlah Persentase
Lie Po Fung (Jaya)
Komisaris Utama
Lebih dari 5% 168.750.000 11,25%
Sandjaya Rusli
Direktur Utama
Lebih dari 5% 103.125.000 6,88%
PT. Tudung Putra Putri Jaya Lebih dari 5% 217.848.000 14,52%
PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk Lebih dari 5% 825.000.000 55%
Masyarakat Kurang dari 5% 82.152.000 5,48%
Marcello Rivelino Gunadirdja Kurang dari 5% 10.937.500 0,73%
Amelia Fransisca Kurang dari 5% 10.937.500 0,73%
Berliando Lumban Toruan Kurang dari 5% 43.750.000 2,91%
Agustini Muara
Direktur
Kurang dari 5% 37.500.000 2,50%

Sumber data : BEI per 30 Desember 2020

Jika dilihat bahwa kepemilikan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk masih di 55% bisa disimpulkan bahwa PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk tidak berhasil membeli tambahan saham melalui Tender Wajib. Ada kemungkinan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk akan menjadi standby buyer jika ada koreksi harga.

PT. Tudung Putra Putri Jaya menguasai 14,52% saham. Selaku pemegang saham mayoritas kedua, institusi ini tentu akan siap membeli saham KEJU jika terjadi kejatuhan harga.

Menarik dicermati disini adalah bahwa Komisaris Utama menguasai 11,25% saham, Direktur Utama menguasai 6.88% saham dan salah seorang Direktur menguasai 2,5% saham. Total saham yang dipegang oleh manajemen adalah  20,63%. Jika manajemen puncak berani menguasai porsi saham yang begitu besar, maka ini mengindikasikan bahwa kinerja PT Mulia Boga Raya Tbk. dimasa mendatang akan semakin bagus (jika tidak, mereka pasti sudah melepas sahamnya karena mereka tahu lebih dulu kinerja perusahaan saat ini dan prospek kedepan)

Market direction (arah pasar) – Analisis saham KEJU

Indeks Dow Jones

Untuk mencermati arah pasar, yang pertama perlu dicermati pergerakan indeks Dow Jones. Saat ini pasar Amerika masih bergerak dengan tren bullish.

Dow Jones-2020-12-30

IHSG

IHSG juga menunjukkan tren bullish.

IHSG-2020-12-30

Tetap fokuskan investasi  anda pada saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Hindari melakukan kesalahan investor saham yang sangak klasik.

Analisis saham KINO 2020 untuk investasi

Analisis saham KINO 2020 untuk investasi. PT Kino Indonesia Tbk (IDX:KINO) merupakan perusahaan manufaktur, sektor industri barang konsumsi, sub sektor kosmetik dan keperluan rumah tangga. KINO satu kelompok industri dengan perusahaan Unilever Indonesia Tbk (IDX:UNVR), Martina Berto Tbk (IDX:MBTO), Mustika Ratu Tbk (IDX:MRAT), Mandom Indonesia Tbk (IDX:TCID), Akhasa WIra International Tbk (IDX:ADES) dan Cottonindo Ariesta Tbk (IDX:KPAS).

KINO terutama bergerak dalam pembuatan produk perawatan pribadi. Beberapa produk perawatan pribadinya termasuk sampo, cologne, pasta gigi, bedak tubuh, pencuci tubuh, pencuci kebersihan wanita, busa wajah, sabun, pembersih tangan, vitamin rambut, masker rambut, kondisioner rambut, gel rambut, pewarna rambut, lotion wajah dan wajah topeng. Produk perawatan pribadinya dipasarkan dengan berbagai merek, seperti Eskulin, elips, Ovale, Resik-V dan Master. Selain produk perawatan pribadi, itu juga memproduksi minuman, seperti solusi panas tubuh bagian dalam, teh herbal, minuman energi, jus buah dan minuman rasa cokelat; penganan, termasuk permen dan keripik, dan produk farmasi, seperti sirup dan balsem madu. Pabrik produksinya berlokasi di Sukabumi, Serang dan Pasuruan, Indonesia.

Kinerja keuangan – Analisis saham KINO 2020

Kita akan membuat analisis saham KINO 2020 dengan menggunakan data finansial yang disajikan oleh website Reuters.

Dari indikator utama diatas, perbaikan kinerja keuangan KINO mulai tampak sejak 2018 (dibandingkan kinerja tahun 2017).

ROE per 31 Desember 2019 juga cukup baik mencapai 20%

Grafik harga saham KINO

Saham KINO mulai diperdagangkan di bursa sejak 11 Desember 2015. Sempat naik, namun turun mengikuti kinerja perusahaan yang juga sempat naik. Tren harga saham KINO mulai menapak naik diawal 2019 mengikuti perbaikan kinerja perusahaan. Namun ikut turun dihantam gelombang wabah Corona.

Saat ini, wabah Corona mulai mereda peningkatan jumlah kasusnya di seluruh dunia. Ini dapat melonggarkan gerakan harga saham KINO yang tertahan ini. Bagi investor dengan tipikal berinvestasi, saham KINO dapat menjadi alternatif pilihan saham nominasi.

Exit mobile version