Berita BBTN (PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk)

Berita BBTN (PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk): turunkan suku bunga KPR

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menurunkan suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit kepemilikan apartemen (KPA) realisasi baru menjadi 7,49%. Program yang digelar dalam rangka ulang tahun perseroan ke-62 itu memberlakukan sistem bunga tetap selama dua tahun. Program tersebut dimulai 17 Februari 2012 untuk kredit jenis KPR dan KPA realisasi baru dengan nilai di atas Rp 250 juta. Setelah dua tahun pemberlakuan, suku bunga akan mengikuti bunga pasar ditambah 1%.

Berita BBTN (PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk): terbitkan obligasi & right issue

Perseroan juga akan menerbitkan obligasi dengan nilai sekitar Rp 2 triliun pada akhir semester pertama atau awal semester kedua 2012. Surat utang ini merupakan bagian obligasi berkelanjutan dengan total emisi Rp 4 triliun dalam waktu dua tahun. Obligasi tahap pertama yang akan terbit berjenis konvensional dengan tenor 10 tahun. Obligasi tersebut ditujukan untuk pendanaan jangka panjang. Selain menerbitkan obligasi, perseroan juga akan menggelar right issue tahun ini. Rencananya, dari right issue pemerintah akan melepas 12%-14% sahamnya ke publik

Berita INDY (PT Indika Energy Tbk) : akuisisi tambang

Berita INDY (PT Indika Energy Tbk) : Akuisisi tambang

PT Indika Energy Tbk (INDY) mengakusisi 85% saham perusahaan batu bara PT Multi Tambangjaya Utama senilai US$ 132 juta. Akuisisi itu dilakukan melalui anak perusahaan perseroan yaitu PT Indika Indonesia Resources dan Indika Capital Pte Ltd. Kesepakatan jual beli itu, yang diteken pada 15 Februari 2012, juga mencakup pengambilalihan hak pemasaran batu bara di Multi Tambangjaya.

Multi Tambangjaya adalah perusahaan dengan kegiatan usahan pertambangan batu bara yang berlokasi di Kalimantan Tengah. Pelaksanaan akuisisi saham dan hak pemasaran batu bara Multi Tambangjaya akan berlaku efektif setelah dipenuhinya syarat pendahuluan seperti persetujuan otoritas yang berwenang,
rampungnya penelahaan, dan uji tuntas terhadap Multi Tambangjaya.

Berita INDY (PT Indika Energy Tbk) : penjualan kembali saham Petrosea

Perseroan belum lama ini menjual kembali 28,99 juta saham Petrosea atau setara 28,75% dari total saham yang ditempatkan oleh Petrosea. Jumlah tersebut sudah termasuk fasilitas green shoe sebesar 3,75%. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan mengantongi dana segar US$ 116,3 juta atau setara Rp 1,04 triliun. Dana hasil penjualan saham Petrosea akan digunakan untuk mengembangkan usaha perseroan sesuai dengan model bisnis persetroan, yakni resources, service dan infrastructure.

Berita Bank Bukopin Tbk (BBKP)

Berita PT Bank Bukopin Tbk (BBKP)

PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt) berkelanjutan 2012 tahap I sebesar Rp 1 triliun. Kupon  obligasi berkisar antara 9,25%-10,25%. Pembayaran surat utang bertenor tujuh tahun itu dilakukan setiap tiga bulan. Adapun total nilai obligasi berkelanjutan yang akan diterbitkan perseran berjumlah Rp 2 triliun. Perseroan menjunjuk PT CIMB Securities, dan PT  Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Perseroan berharap pernyataan efektif dari Bapepam-LK terbit pada 2 Maret 2012. Sedangkan penawaran umum dijadwalkan pada 5-6 Maret dan pencatatan di BEI pada 12 Maret 2012. Perseroan akan  menggunakan dana tersebut untuk penyaluran kredit di sektor konsumsi serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan  pengembangkan pembiayaan perseroan.

Perseroan diestimasikan membukukan kenaikan laba bersih 36% menjadi Rp 670,07 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2010 Rp 492,7 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga dan pendapatan non–bunga perseroan.

Berita AKR Corporindo Tbk (AKRA)

Berita AKR Corporindo Tbk (AKRA)

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) memproyeksikan penjualan batu bara perseroan tahun ini mencapai 1,5 juta yang bersasal dari produksi tahun ini dan persediaan tahun lalu. Perseroan mengatakan tambang batu bara perseroan berproduksi sejak Agustus 2011 dan hingga akhir tahun lalu menghasilkan 300 ribu-500 ribu ton. Perseroan melakukan penjualan pada Desember dan hanya sebagian kecil sisanya disimpan di stockpile. Tahun ini perseroan menargetkan produksi batu bara 1 juta-1,2 juta ton.

Dengan demikian,  penjualan ditargetkan mencapai 1,5 juta ton. Perseroan mengalokasikan Rp 80 miliar-Rp 90 miliar untuk mengembangkan tambang batu bara, mencakup pembangunan hauling road dan pelabuhan. Alokasi tersebut merupakan bagian belanja modal tahun ini sebesar Rp 1,3 triliun. Belanja modal dibiayai dari kas dan bawaan (carry over) tahun lalu sebesar US$ 77 juta. Perseroan menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh 20-25% menjadi Rp 22 triliun-Rp 23,4 triliun dari tahun lalu Rp 18,7 triliun.

Berita Intraco Penta Tbk (INTA)

Berita Intraco Penta Tbk (INTA)

PT Intraco Penta Tbk (INTA) mendapatkan principal alat berat baru yaitu Sinotruk.
Melalui anak usahanya bernama PT Intraco Penta Wahana, perseroan akan memasarkan
alat berat produksi perusahaan asal China. Tahun ini, perseroan berniat untuk menjual
650 unit Sinotruk. Pasar yang dituju adalah pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.
Sepanjang tahun 2011, perseroan berhasil menjual alat berat sebanyak 1.580
unit. Jumlah tersebut naik 89,22% dari penjualan alat berat tahun 2010 sebesar 835 unit.

Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan kenaikan penjualan alat berat 30%.
Salah satu strateginya adalah dengan membuka cabang penjualan baru. Di tahun 2012,
perseroan berencana membangun lima cabang penjualan baru di Sulawesi dan Maluku.
Kebutuhan investasi untuk pembangunan tiap cabang adalah sebesar US$ 3 juta. Total
kebutuhan investasi bagi pembangunan lima cabang mencapai US$ 15 juta. Perseroan
akan menutup kebutuhan ini dari kas internal.

Exit mobile version