Berita Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

Berita Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

Kredit yang belum ditarik (undisbursed loan)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat total komitmen kredit
yang belum ditarik (undisbursed loan) di segmen korporasi sekitar Rp 6-7 triliun hingga
2011. Dari total nilai tersebut, mayoritas berasal dari kredit korporasi. Sedangkan dari
segmen lainnya tidak mengalami masalah dalam penarikan kredit. Tahun ini, perseroan
telah menandatangani sejumlah komitmen kredit baru. Hingga 2011, pertumbuhan kredit
korporasi telah mencapai target yaitu 18%. Untuk menopang pertumbuhan kredit tahun
ini, perseroan berencana untuk menambah modal melalui penerbitan obligasi subordinasi
untuk penambahan modal tier 2. Kondisi modal perseroan untuk tier 1 masih cukup baik,
karena perseroan melakukan penawaran saham terbatas sebesar Rp 10,4 triliun pada Desember
2010.

Obligasi

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan menerbitkan obligasi subordinasi senilai
US$ 200-US$ 500 juta per semester II tahun ini. Dana yang berasal dari surat utang itu
akan digunakan untuk menambah cadangan berdenominasi dolar AS. Selain untuk salah
satu pertimbangan penerbitan surat utang berdenominasi dolar AS adalah untuk melihat
peringkat perseroan terkait dengan surat utang tersebut. Perseroan berencana menggunakan
dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi subordinasi itu untuk kredit berdenominasi
dolar AS. Selain itu dana obligasi juga akan digunakan untuk mengakuisisi bank
ataupun lembaga keuangan lainnya. Sejauh ini, perseroan mulai menginventarisasi sejumlah
bank dengan aset di atas Rp 15 triliun yang fokus pada bisnis mikro.

Berita UNTR (PT United Tractor Tbk)

PT United Tractors Tbk (UNTR) sepanjang tahun lalu membukukan pejualan batu bara 4,48 juta ton, naik 47% dibandingkan 2010 sebanyak 3,05 juta ton.

Menigkatnya penjualan ditopang kontribusi tambang PT Tuah Turangga Agung yang tahun ini berproduksi penuh. Desember 2011, penjualan batu bara perseroan tumbuh 19,6% (year-on-year) menjadi 500 ribu ton dari 418 ribu ton dan naik 9,4% dibandingkan bukan sebelumnya 457 ribu ton.

Berita TINS (PT Timah Tbk)

PT Timah Tbk (TINS) akan investasi pengembangan industri hilir tahun ini senilai Rp500 miliar. Pendanaan bersumber dari kas internal dan eksternal. Pengembangan pabrik tin solder untuk elektronik dan tin chemical untuk plastik sesuai dengan rencana perseroan untuk meningkatkan hilirisasi produk bijih dan logam timah menjadi produk turunan.

Produk turunan timah dinilai mampu memberikan nilai tambah lebih besar. Biaya pengembangan hilirisasi timah akan dialokasikanya dalam belanja modal. Pendanaan belanja modal bersumber dari kas internal dan eksternal. Perseroan akan menyiapkan belanja modal tahun ini sebesar Rp 2 triliun.

Berita SMGR (PT Semen Gresik Tbk)

Berita SMGR (PT Semen Gresik Tbk)

PT Semen Gresik Tbk (SMGR) akan membidik pendanaan eksternal senilai Rp 3 triliun demi memuluskan ekspansi produksinya. Perseroan akan memakai dana tersebut untuk mendukung pembangunan dua pabrik baru. Total investasi pembangunan dua pabrik baru berkisar Rp 7 triliun-Rp 8 triliun. Perseroan akan menutup kebutuhan Rp 5 triliun dengan kas internal. Satu pabrik akan berlokasi di Sumatera Barat dan satu lagi di wilayah yang belum ditentukan.

Perseroan mengkaji dua alternatif pembiayaan eksternal, yaitu penerbitan obligasi dan pinjaman pihak ketiga. Opsi pinjaman perbankan juga dijajaki. Perseroan sudah mendapat penawaran pinjaman dari beberapa lembaga keuangan Eropa. Mereka bahkan berani menawarkan fasilitas kredit antara US$ 500 juta hingga US$ 900 juta. Perseroan mengkombinasikan dua sumber pendanaan tadi guna menyokong pembangunan dua pabrik baru.

Berita PTBA (PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk)

Berita PTBA (PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk)

Pendapatan

PT Bukit Asam tbk (PTBA) berpotensi membukukan pendapatan tahun ini sebesar Rp 16,74 triliun dengan laba bersih Rp 3,52 triliun. Proyeksi ini menggunakan asumsi volume penjualan mencapai 18,6 juta ton dan harga jual tumbuh moderat di kisatran 5%-10%. Untuk pendapatan, proyeksi menggunakan asumsi porsi penjualan ekspor sekitar 30% dengan harga jual rarta-rata US$ 115,06 per ton serta kurs Rp 9.000 per dollar Amerika Serikat. Sedangkan penjualan domestik 70% dengan harga jual sekitar Rp 842 ribu per ton. Adapun perkraan laba bersih sebesar 3,52 triliun mengacu pada rata-rata margin bersih perseroan dalam lima tahun terakhir sekitar 21,08%.

Deviden

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) mengusulkan rasio dividen untuk tahun buku 2011 sekitar 55-60%. Perseroan memperkirakan laba bersih 2011 mencapai Rp3 triliun. Dengan demikian, dividen mencapai Rp 1,6—1,8 triliun. Pada 2009-2010, perseroan juga menetapkan rasio dividen 60%. Perseroan berharap rasio dividen 2011 bisa sama seperti 2009 dan 2010. Besaran rasio dividen akan diputuskan dalam RUPSLB yang rencananya akan digelar pada Juni 2012. Jika disetujui sisa laba bersih akan digunakan untuk membiayai ekspansi. Tahun ini, perseroan akan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 1,7 triliun, meningkat 30,77% dibandingkan tahun lalu Rp 1,3 triliun. Sumber dananya berasal dari kas internal. Perseroan juga berencana untuk membeli kembali saham sebanyak 115.206.592 lembar. Dana yang disiapkan perseroan mencapai Rp 2,04 triliun. Sumber dananya juga dari kas internal. Jangka waktu buyback mencapai 18 bulan dilakukn secara bertahap. Saham buyback akan menjadi saham simpanan (treasury) dan bisa dijual kembali.
Exit mobile version