Saham AALI Golden Cross : kekuatan abnormal

Analisa saham AALI

Ada fenomena yang aneh pada saham AALI. Kekuatan yang bersifat abnormal.

IHSG

Bursa saham Asia rontok dalam 3 minggu terakhir diawali (dipicu) dengan kerontokan bursa di Tokyo (Nikkei 225). IHSG pun terjerembab jatuh hingga 4510 dari tertinggi sebelumnya 5251. Ini berarti turun lebih dari 14%.

IHSG per penutupan 13 Juni 2013

Grafik diatas dapat dengan gamblang menjelaskan bagaimana drastisnya turun IHSG dalam 3 minggu. Bagaimana dengan individual saham? Individual saham terjun lebih parah. Dalam kejatuhan bursa, harga individual saham bisa terjungkal 2.5 sampai 3 kali indeks. Jika indeks turun 10%, individual saham bisa terjun 30%. Berikut beberapa contoh:

  • Saham BBRI (bank BRI) turun dari tertinggi 9950 ke 7350 (26%)
  • Saham TLKM (Telkom) turun dari tertinggi 12900 ke 9700 (33%)
  • Saham ASRI (Alam Sutera Realty) turun dari tertinggi 1160 ke 750 (35%)

Saham AALI golden cross – kekuatan abnormal

Tren sebaliknya justru terjadi pada saham AALI. Pada periode sebelum IHSG anjlok (saat IHSG masih tren naik atau bullish), saham AALI justru mengalami tren turun (bearish) dalam waktu yang cukup lama. Sebelum IHSG terjungkal, ada tanda-tanda gerakan berbalik arah (pull back) saham AALI dari tren turun menjadi tren naik.  Dan dikala IHSG benar-benar rontok, saham AALI tetap kuat bertahan untuk tidak turun lebih jauh, dan secara pasti benar-benar berbalik arah.

Kekuatan abnormal saham AALI – golden cross

Dari grafik diatas terlihat pembalikan tren saham AALI dari tren turun (bearish) menjadi tren naik (bullish). Anda bisa bandingkan grafik saham AALI dengan grafik IHSG diatas.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa ada sebagian investor besar (institusi) yang mungkin saja sudah mendapatkan informasi yang sangat signifikan mengenai kinerja AALI (Astra Agro Lestari Tbk). Dan investor ini diam-diam melakukan pembelian terlebih dahulu. Apapun informasi atau data terbaru mengenai AALI, yang jelas dari grafik diatas terlihat mulai ada akumulasi (volume meningkat dan harga bergerak naik).

Grafik harga saham AALI membentuk pola Golden Cross.  Terlihat bahwa :

  • Harga sudah berada diatas semua Moving Average (MA)
  • MA yang lebih kecil (MA 10, MA 20, MA 40) sedang berancang-ancang memotong (crossing) MA 200.

Fundamental saham AALI

Untuk lebih yakin dengan pola grafik diatas, kita coba melihat bagaimana fundamental dari Astra Agro Lestari Tbk. Ini untuk lebih meyakinkan bahwa tren naik saham AALI bukan hanya sekedar kamuflase (dimanipulasi pasar).

Fundamental saham AALI – Astra Agro Lestari

Sumber fundamental : IpotNews

Di tahun 2012 terlihat :

  • Pendapatan (revenue) AALI menurun dibandingkan 2011, namun ditahun 2013 mulai naik lagi (lebih tinggi dari 2012).
  • EPS masih terlihat turun meski tidak banyak. Meski EPS turun, namun laba yang dihasilkan AALI masih cukup signifikan dengan tingkat ROE 14% (saham CAN SLIM mensyaratkan ROE diatas 20%).

Secara keseluruhan, fundamental AALI tidaklah terlalu jelek. Bagaimana dengan outlook? Nah ini dia yang mungkin informasinya sulit didapat oleh investor individu, namun investor tertentu mungkin saja sudah mendapatkan ini dan dari analisa dan penilaian mereka bisa saja outlook AALI kinclong :D.

Harga CPO

Sebagai salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit, pendapatan AALI berbanding lurus dengan harga CPO. Berikut grafik dari tren harga CPO :

 

Grafik tren harga CPO

Meski terlihat bahwa penurunan harga CPO mereda, namun tren naiknya juga belum terlalu kuat.

Beli saham AALI atau tidak ?

Pembelian dalam kondisi bursa dengan tingkat ayunan (volatile) tinggi saat ini sangat membuat jantung berdebar kencang :D. Apalagi bagi investor pemain pendek dengan memakai uang panas. Namun kekuatan abnormal di saham AALI cukup perlu dicermati.

Anda berani beli? Saya sudah beli tadi 😀

Saham grup Astra vs Bakrie

Saham grup Astra dibandingkan saham grup Bakrie.

Astra vs Bakrie. Saham di Bursa Efek Indonesia mencapai puncaknya (harga tertinggi) saat buble (harga menggelembung akibat eforia) sekitar tahun 2007 dan 2008. Lalu tahun 2009 semua saham merosot tajam akibat krisis di Amerika Serikat yang dikenal dengan Suprime Morgage. Tidak peduli saham yang dianggap paling tangguh sekalipun tetap terjungkal.  Setelah situasi mereda, pelan namun pasti mulai terlihat mana yang kembali bergerak mencapai harga tertingginya di tahun 2007 & 2008 dan bergerak makin tinggi, dan mana yang malah makin turun.  Situasi 2009 akhirnya menyaring (secara alami) mana sebenarnya saham yang naik karena perusahaannya memang baik (secara finasial dan pertumbuhan) dan mana yang naik hanya sekedar faktor rumor.

Tabel berikut akan memperlihatkan harga tertinggi (beserta tanggal kejadiannya) dari saham-saham grup Astra vs Bakrie dibandingkan dengan harganya saat ini (per penutupan tanggal 24-09-2012)

Astra vs Bakrie

Saham Grup Astra

    Harga
    Tertinggi 24-Sep-12 Sisa
1 UNTR 02-Apr-12    
  United Tractor                 33.400          21.350 64%
2 AALI 26-Feb-08    
  Astra Agro Lestari                 35.300          21.450 61%
3 ASGR 25-Apr-12    
  Astra Graphia                  1.640            1.410 86%
4 ASII 20-Jan-12    
  Astra International                  7.965            7.350 92%
5 AUTO 18-Jul-12    
  Astra Autopart                  4.350            3.825 88%

Catatan saham grup Astra:

  • 4 saham Astra yaitu ASII, UNTR, ASGR dan AUTO mencapai harga tertinggi baru (melebihi harga tertinggi yang pernah dicapai di tahun 2007 & 2008).  Hanya AALI yang masih dibawah harga tertinggi tahun 2008.

Saham Grup Bakrie

    Harga
    Tertinggi 24-Sep-12 Sisa
1 BUMI 10-Jun-08    
  Bumi Resources                  8.750              680 8%
2 UNSP 15-Jan-08    
  Bakrie Sumatera Plantation                  2.950              133 5%
3 ELTY 27-Feb-08    
  Bakrieland Development                     700                52 7%
4 BNBR 18-Feb-08    
  Bakrie & Brothers                     750                50 7%
5 ENRG 27-Des-07    
  Energi Megapersada                  1.540                84 5%
6 BTEL 18-Okt-07    
  Bakrie Telecom                     495                74 15%
7 DEWA 18-Okt-07    
  Darma Henwa                     820                50 6%

Catatan saham grup Bakrie:

  • Semua saham dalam grup bakrie tidak pernah balik atau mendekati harga tertinggi yang pernah dicapai tahun 2007 & 2008.
  • Saham lain yang terindikasi masuk dalam grup Bakrie adalah BORN (Borneo Lumbung Energi & Metal tbk) dan VIVA (Visi Media Asia tbk)

Secara visual maksud dari tabel diatas bisa digambarkan oleh grafik berikut:

Bagi yang berasumsi “saham yang turun ditahan saja, pasti akan balik” perlu segera membuang asumsi itu 😀

Berita Tbk : PTPP, MYOR, BBCA, AALI, ANTM, JSMR, INTA,

Berita Perusahaan Tbk

PT PP Tbk (PTPP)

PT PP Tbk (PTPP) membukukan laba bersih sebesar Rp 44,98 miliar pada semester
I-2011. Laba tersebut melonjak 78,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu
sebesar Rp 25,2 miliar. Kenaikan laba bersih perseroan seiring dengan peningkatan
laba usaha sebesar 71,1% dari Rp 89,03 miliar menjadi Rp 152,4 miliar. Adapun pendapatan
perusahaan pada semester I-2011, mencapai Rp 1,67 triliun atau naik 23,7%
dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,35 triliun. Pertumbuhan
kinerja perseroan ditopang oleh keberhasilan perseroan menjalankan efisiensi biaya
pelaksanaan proyek hingga 1%. Hingga Juli 2011, perseroan berhasil membukukan
kontrak baru sebesar Rp 12 triliun hingga kuartal III-2011. Perseroan optimis pendapatan
tahun ini dapat mencapai Rp 8,4 triliun, melonjak 90,9% dibandingkan periode
yang sama 2010 sebesar Rp 4,4 triliun. (Positive)

PT Mayora Indah Tbk (MYOR)

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) akan mencairkan fasilitas pinjaman sebesar Rp 500
miliar pada semester II-2011 dari total fasilitas pinjaman sebesar Rp 950 miliar.
Bunga pinjaman mengacu pada LIBOR ditambah 1,5%-2%. Pinjaman itu berasal dari
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebesar Rp 300 miliar, Mizuho Bank sebesar Rp 300
miliar, dan ANZ Bank sebesar Rp 350 miliar. Jatuh temponya hingga 2018. Dana
tersebut akan dipakai untuk membiayai capex tahun ini sebesar Rp 700 miliar. Pencairan
pinjaman dibagi dalam dua tahap yaitu Rp 200 miliar pada semester I dan Rp
500 miliar pada semester II tahun ini. Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan
sebesar Rp 8,6 triliun meningkat 19,4% dibandingkan 2010 senilai Rp 7,2 triliun. Laba
bersih diproyeksi naik 4,3% menjadi Rp 505,3 miliar. (Positive)

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) telah mengucurkan dana Rp 800 miliar sepanjang
semester I-2011. Dana tersebut merupakan bagian dari capex tahun ini sebesar Rp
1,5 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur, pabrik baru dan
perawatan kebun kelapa sawit. Sampai semester I, penggunaan dana capex mencapai
53,3%. Perseroan menghabiskan 25% dari capex yaitu sebesar Rp 800 miliar untuk
membangun infrastruktur. Sedangkan pembangunan pabrik baru dan replacement
pabrik lama 30% dan perawatan kebun 45%. (Positive)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kemungkinan untuk menerbitkan obligasi berdominasi
rupiah yang setara dengan US$ 350 juta pada akhir tahun ini dan mencari project
financing senilai US$ 650 juta untuk membiayai proyek feronikel di Buli, Halmahera
Timur, Maluku Utara. Proyek tersebut diperkirakan memiliki kapasitas produksi 27.000
ton Ni per tahun dan beroperasi secara komersial pada semester II/2014. (Positive)

PT Jasa Marga Tbk (JSMR)

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) siap mengucurkan dana sebesar Rp 288 miliar untuk
mengerjakan proyek tol Serangan– Tanjong Benoa di Bali sepanjang 11.5 Km. Pengerjaan
fisik rencananya akan mulai pada Oktober 2012. Total investasi proyek ini mencapai
Rp 1,6 triliun. Sebanyak 70% investasi dibiayai dari pinjaman bank, sementara
30% dari ekuitas konsorsium. (Positive)

PT Intraco Penta Tbk (INTA)

PT Intraco Penta Tbk (INTA) di semester I-2011 telah mendapatkan pemesanan
438 unit alat berat. Perseroan memastikan dapat menjual 1.175 unit alat berat.
Perseroan hampir mencapai target penjualan di tahun ini sekitar 1.200 unit. Dengan
demikian, saat ini perseroan telah memastikan penjualan sekitar 91% dari target
2011. Nilai penjualan tersebut mencapai US$ 216 juta. (Positive)

Exit mobile version