Jenis Pasar Modal

Pasar Modal merupakan kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek. Sejarah pasar modal di Indonesia sudah dimulai pada abad-19 berupa jual beli saham dan obligasi .  Dalam menjalankan fungsinya, jenis pasar modal dibagi menjadi tiga macam, yaitu pasar perdana, pasar sekunder, dan bursa paralel.

Jenis Pasar Modal

1 Pasar Perdana (Initial Public Offering – IPO)

Pasar perdana adalah jenis pasar modal yang melakukan penjualan perdana efek atau penjualan efek oleh perusahaan yang menerbitkan efek sebelum efek tersebut dijual melalui bursa efek. Pada pasar perdana, efek dijual dengan harga emisi, sehingga perusahaan yang menerbitkan emisi hanya memperoleh dana dari penjualan tersebut.

2 Pasar sekunder

Pasar sekunder adalah jenis pasar modal yang melakukan penjualan efek setelah penjualan pada pasar perdana berakhir. Pada pasar sekunder ini harga efek ditentukan berdasarkan kurs efek tersebut. Naik turunnya kurs suatu efek ditentukan oleh daya tarik menarik antara permintaan dan penawaran efek tersebut. Bagi efek yang dapat memenuhi syarat listing dapat menjual efeknya di dalam bursa efek, sedangkan bagi efek yang tidak memenuhi syarat listing dapat menjual efeknya di luar bursa efek.

3 Bursa Paralel

Bursa paralel adalah jenis pasar modal sebagai pelengkap bursa efek yang ada. Bagi perusahaan yang menerbitkan efek yang akan menjual efeknya melalui bursa dapat dilakukan melalui bursa paralel. Bursa paralel diselenggarakan oleh Persatuan Perdagangan Uang dan Efek-efek (PPUE).

Apa itu RDN ( Rekening Dana Nasabah ) ?

Awal tahun 2012,  investor di pasar modal Indonesia disibukkan dengan aturan baru. Investor diwajibkan untuk membuka rekening baru di Bank yang sudah ditunjuk  (melalui broker/anggota bursa ). Rekening baru ini  disebut dengan RDN (Rekening Dana Nasabah) atau sering juga disebut dengan RDI (Rekening Dana Investor). Apa itu RDN ini? Dan apa manfaatnya bagi investor?

Apa itu RDN ?

RDN merupakan sebuah rekening dana yang dibuka di Bank yang menjadi partner dari Broker Saham / Anggota Bursa (AB) dimana investor tersebut menjadi nasabah. Hal ini mengacu pada diberlakukannya peraturan baru oleh Bapepam-LK No V.D.3 Tanggal 28 Dec 2010, mengenai kewajiban pembukaan sub rekening efek.

Mengapa RDN dianggap sedemikan penting ?

Kita semua tentu masih ingat dengan kasus Sarijaya Sekuritas beberapa tahun yang lalu. Dana nasabah dimanipulasi dan disalahgunakan sehingga akhirnya menimbulkan kerugian. Hal tersebut terjadi karena tidak ada pemisahan antara dana nasabah dengan dana milik Broker / AB. Bercermin dari kasus tersebut, regulator dan SRO kemudian mencari solusi agar hal seperti itu tidak terulang kembali. Akhirnya muncullah apa yang dinamakan dengan RDN.

RDN pada prinsipnya merupakan rekening milik investor yang terpisah dari rekening Broker / AB, sehingga setiap saat bisa dimonitor oleh investor. Meskipun Broker / AB diberi kuasa untuk melakukan penarikan dana (misalnya untuk pelunasan transaksi nasabah), namun dengan adanya fasilitas bagi investor untuk memonitor saldo maupun mutasi rekening, maka tingkat keamanannya lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi pada masa lalu.

Proses pembukaannya pun sangat mudah. Investor tinggal mengisi dan menandatangani formulir pembukaan RDN di Broker / AB masing-masing. Proses selanjutnya menjadi tanggung jawab Broker / AB.

Jadi apa manfaat RDN? Manfaat RDN yang paling utama adalah meningkatkan keamanan dana investor yang dititipkan di Broker / AB, sehingga diharapkan kasus seperti Sarijaya tidak terulang kembali. Di sisi lain, RDN ini menjadi suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh investor agar dapat bertransaksi di Bursa Efek Indonesia. Tanpa RDN, investor tidak diperbolehkan untuk bertransaksi.

Sekolah Pasar Modal ( SPM )

Sekolah Pasar Modal ( SPM ) diselenggarakan untuk memberi pengetahuan pasar modal secara gratis kepada masyarakat. SPM memiliki 2 macam program, yaitu

  • Level 1 (1A dan 1B) dan
  • Level 2.

Lembaga Pemrakarsa Sekolah Pasar Modal ( SPM )

Pada tahun 2013, BEI bersama

  • PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI),
  • PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI),
  • PT Bahana Sekuritas,
  • PT Mandiri Sekuritas,
  • PT Indo Premier Securities,
  • PT Kresna Graha Sekurindo,
  • PT eTrading Securities, dan
  • PT RHB OSK Securities

menyelenggarakan SPM reguler di Jakarta dan Surabaya. Pelaksanaan SPM Level 1 dilaksanakan setiap hari Rabu dan Kamis sedangkan SPM Level 2 dilaksanakan setiap hari Senin atau Rabu, bertempat di ruang Seminar BEI. Sepanjang tahun 2013 BEI telah melaksanakan SPM di Jakarta

  • 18 gelombang SPM Level 1 (total 36 kali pelaksanaan) dan
  • 6 gelombang SPM Level 2

dengan jumlah peserta sebanyak 2.533 peserta. Sedangkan SPM di Surabaya telah dilaksanakan

  • 15 gelombang SPM Level 1 (total 30 kali pelaksanaan) dan
  • 5 gelombang SPM level 2

dengan jumlah peserta sebanyak 664 peserta.

Kerjasama Sekolah Pasar Modal ( SPM ) dengan institusi lain

BEI juga menyelenggarakan SPM reguler di berbagai lembaga/institusi maupun perguruan tinggi melalui kerjasama dengan

  • Bank BNI,
  • Universitas Sebelas Maret,
  • Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,
  • Universitas Gorontalo,
  • Politeknik Caltex Riau,
  • Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta,
  • Universitas Indonesia,
  • Universitas Negeri Semarang,
  • Universitas Trisakti,
  • Universitas Muhammadiyah Surakarta,
  • Universitas Sahid,
  • Universitas Teknologi Sumbawa,
  • Universitas Atmajaya Jakarta,
  • Telkom University,
  • Universitas Padjadjaran,
  • STEI Tazkia,
  • Universitas Gadjah Mada,
  • Institut Pertanian Bogor dan
  • Swiss German University.

Kantor Perwakilan BEI ( sebelumnya bernama Pusat Informasi Pasar Modal/PIPM ) juga menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal secara rutin untuk memberi pendidikan pasar modal secara gratis kepada masyarakat daerah bekerjasama dengan Anggota Bursa ( AB ) setempat. Sekolah Pasar Modal di Kantor Perwakilan BEI ini memiliki 2 program yaitu Level 1 dan Level 2. Selama periode Januari – Desember 2013, telah terselenggara sebanyak 158 kali Sekolah Pasar Modal di 17 kota di mana kantor perwakilan berada (di luar Kantor Perwakilan Surabaya) dengan total jumlah peserta sebanyak 3987 orang.

Sumber : Bursa Efek Indonesia

Indonesian Capital Market Electronic Library (ICaMEL)

Indonesian Capital Market Electronic Library

PT Bursa Efek Indonesia, sebagai Self Regulatory Organization (SRO), bersama-sama dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia memiliki komitmen untuk menyediakan informasi serta edukasi terkait Pasar Modal bagi masyarakat Indonesia. Sebagai salah satu wujud komitmen SRO tersebut, dan dukungan serta arahan Bapepam-LK, SRO mendirikan sebuah Institusi baru (dalam bentuk Perseroan Terbatas) yaitu PT Indonesian Capital Market Electronic Library (ICaMEL).

Fungsi ICaMEL adalah mengumpulkan dan menyediakan data atau informasi yang terbuka untuk umum terkait dengan Pasar Modal dalam rangka memperluas pengetahuan dan pendidikan Pasar Modal kepada masyarakat luas. ICaMEL bertujuan untuk a) menjadi centre of excellence pusat informasi pasar modal di Indonesia, b) menyediakan akses data dan informasi terkait Pasar Modal, c) menjadi pusat rujukan bagi para peminat dan pelaku Pasar Modal dan turut serta aktif membangun industri Pasar Modal melalui program-program edukasi, seminar dan kursus terkait dengan pasar modal.

Layanan Indonesian Capital Market Electronic Library

  1. Menyediakan koleksi dokumen publik terkait Pasar Modal dalam format tercetak maupun softcopy bagi para peminat dan pelaku pasar modal, seperti Anggota Bursa, Emiten, Akademisi, Peneliti dan Calon Investor yang dapat dicetak dan di-photocopy, yaitu meliputi:
  2. Menyediakan koleksi buku, majalah, koran.
  3. Menyediakan informasi yang terkait pasar modal seperti layanan RTI.
  4. Menyelenggarakan kegiatan edukasi, seminar dan kursus.
    1. laporan keuangan triwulan,
    2. laporan tahunan emiten,
    3. prospektus,
    4. data perdagangan,
    5. peraturan pasar modal,
    6. data transaksi bursa, dan
    7. pengumuman bursa.

Menyediakan koleksi dokumen publik terkait Pasar Modal dalam format tercetak maupun softcopy bagi para peminat dan pelaku pasar modal, seperti Anggota Bursa, Emiten, Akademisi, Peneliti dan Calon Investor yang dapat dicetak dan di-photocopy, yaitu meliputi:

Fasilitas Indonesian Capital Market Electonic Library

  1. Layanan Aplikasi data CMEDS (Capital Market Electronic Document System)
  2. Layanan Aplikasi Senayan Library
  3. Perpustakaan (tersedia buku-buku dalam dan luar negeri, buku referensi,dll)
  4. Computer Zone
  5. Kids Zone
  6. Meeting Room
  7. Terminal RTI
  8. Internet dan WiFi
  9. Coffee Shop

Jam operasi Indonesian Capital Market Electronic Library

Senin – Jumat  : 09.00 s/d 16.00 Wib
Tutup pada hari : Sabtu s/d Minggu, dan Hari Libur Nasional

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

Phone   : (021) – 515- 2318
Fax    : (021) – 515- 2319
Operator    : ekstensi 8220
Marketing Business & Development : ekstensi 8206

Email   : Info@icamel.co.id
Facebook FanPage : Indonesiancamel
Twitter   : @IndonesianCamel

Website: http://library.ticmi.co.id/

Anomali Bursa Saham. Bursa kita kok aneh?

Bursa saham kita aneh? Regional hijau, bursa kita merah. Pada suatu hari, ada seorang investor nyeletuk : “Pak, semua bursa regional hijau, kok bursa kita merah sendiri? Bursa kita memang susah ditebak…” Saya dalam hati tertawa…. :D. Situasi tersebut biasa disebut dengan Anomali Bursa Saham.

Tidak ada yang aneh dengan bursa saham.  Yang aneh adalah kita tidak menyesuaikan diri dengan situasi bursa saham.

Lagi pula, apakah selama ini dia bisa menebak bursa saham regional, sehingga berkomentar “bursa kita memang susah ditebak”??? 😀

Penyebab terjadinya Anomali Bursa Saham

a. Adjustment ( Penyesuaian )

Saat itu, bursa saham regional sudah turun 3 hari berturut-turut hampir 2%, sementara bursa saham kita baru turun 0.4%. Saat bursa saham regional berbalik naik (rebound) bursa saham kita masih tetap turun.  Ini adalah faktor penyesuaian (adjustment)  bursa saham kita terhadap penurunan bursa saham regional secara keseluruhan.

b. Penopang utama masing-masing bursa

Disamping ada hal-hal yang membuat bursa saham  bergerak serempak (naik atau turun), harus dipahami bahwa masing-masing bursa saham memperdagangkan barang dengan penopang utama berbeda.  Sebagai contoh bursa di Jepang dominan ditopang oleh industri otomotif dan manufaktur. Di Amarika Serikat di topang oleh sektor teknologi dan industri manufaktur. Bursa Indonesia banyak ditopang oleh sektor pertambangan dan perkebunan. Dengan berbedanya produk (jenis saham) yang diperdagangankan tentunya membuat masing-masing bursa saham memiliki pola perdagangan harian yang berbeda.

Untuk lebih memahami situasi ini, kita perlu mengamati dan membandingkan grafik indek saham gabungan (composite index) dari masing-masing bursa saham dan mencermati trend dari masing-masing bursaDalam istilah di bursa, perlu meningkatkan kemampuan analisa teknis (technical analysis) untuk lebih mempertajam intuisi dan pehamanan tentang situasi tren bursa saham. Dan ini akan meningkatkan insting anda terhadap keadaan atau situasi anomali bursa saham.

Exit mobile version